
Loren akhirnya tiba di kantor LC tepat pada pukul 8 pagi.
"Selamat pagi Kak Loren."
"Selamat pagi Nona Loren."
Semua anggota tim desain sudah tiba di ruangan dan mereka menyambut Loren dengan senyum ceria menghiasi wajah mereka.
"Selamat pagi semuanya," kata Loren sembari tersenyum berjalan ke meja kerjanya lalu meletakkan tasnya.
"Kami sudah menyelesaikan pekerjaan kemarin, itu di sana," ucap Mentari menunjuk ke sebuah meja di mana mereka menata semua pekerjaan yang telah mereka selesaikan kemarin malam.
Loren menoleh ke tumpukan kertas yang ada di atas meja lalu menganggukkan kepalanya "Bagus, aku akan memeriksanya nanti, sekarang kalian kerjakan yang ini," kata Loren menyerahkan berkas yang kemarin sudah ia siapkan untuk kelima perempuan itu.
Mentari yang berada di dekat Loren langsung mengambil berkas itu lalu membagikannya pada masing-masing orang.
"Oya Kak Loren,, mengenai koleksi yang akan diluncurkan 2 minggu kedepan itu, Apakah Kami masih bisa membuat desain nya dan menambahkannya?" Tanya Mentari dengan wajah memelas.
Dia sudah sangat menyesal karena tidak mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Loren hingga rapat penentuan peluncuran koleksi kedua brand mereka telah selesai dilaksanakan.
Loren menghela nafas, "Hah,, Aku sangat ingin membantu kalian tetapi kali ini aku tidak bisa. Aku sudah mengatakan kemarin kalau Tuan Andreas hampir saja memecat kalian semua.
"Kalau aku masih mencari pembelaan untuk kalian, maka mungkin saja pria itu akan menarik keputusannya mempertahankan kalian di perusahaan ini." Ucap Loren.
"Begitu ya,," Mentari berkata dengan helaan nafas yang panjang sembari menunduk melihat berkas di hadapannya.
"Sayang sekali,," Megi hampir saja menangis mendengar ucapan Loren, tapi dia tidak bisa berkata apapun karena memang semuanya adalah salahnya.
"Kak Loren,, kami sudah cukup senang karena Kak Loren mempertahankan kami di perusahaa, jadi untuk membujuk Tuan Andreas lagi, aku rasa itu tidak perlu. Lagi pula masih ada peluncuran ketiga, kami akan berusaha di situ!" Ucap Siren menghela nafas menahan desiran hatinya yang terlalu kacau setelah penyesalan yang teramat besar.
"Tapi,, bukan tidak mungkin kalau Kak Loren mencoba untuk membujuk Tuan Andreas 'kan? Kalau kali ini desainku tidak dimasukkan dalam koleksi LC maka sudah dua kali desain ku tidak dimasukkan di sana. Bukankah ini keterlaluan?!" Tiba-tiba ucapan Mia membuat semua orang yang tertunduk lemas kini mengangkat wajahnya menatap perempuan itu.
Apakah Mia sudah gila??
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Tanya Gio menatap tajam pada perempuan yang selalu membuat semua orang menjadi kesal.
"Apa lagi?? Kalian semua sudah memiliki desain yang mengisi koleksi LC, tapi aku?? Aku tidak memiliki satu pun!! Paling tidak Kak Loren bisa memperjuangkan ku sendiri, Tuan Andreas tidak akan terlalu marah dan tidak akan keberatan jika hanya untuk satu orang saja." Ucap Mia memandang Loren lalu perempuan itu beralih melihat ke arah Gio.
"Gio, aku Lihat ada banyak desain mu yang terpilih, dapatkah kau melepaskan satu posisi desainmu dan menggantinya dengan punyaku?" Tanya Mia dengan wajah memelas.
Dia sudah mengatakan pada Vionita kalau di peluncuran kedua LC dia akan menjadi yang paling bersinar di antara semua orang.
Tetapi sekarang, mau ditaruh di mana wajahnya ketika Vionita mengetahui bahwa dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menyetor desain nya?
"Apa katamu?? Kau gila ya?!!" Gio benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Mia.
Apakah perempuan itu berpikir bahwa dirinya adalah anak emas LC??
Sesukanya membuat masalah lalu masalah itu akan dilupakan seperti angin yang berlalu.
Siren mendengus, "Mia,, mana mungkin Kak Loren membelamu sendirian? Tentu saja kalau dia membela mu di depan Tuan Andreas maka dia juga harus melakukan hal yang sama pada kami.
"Tapi sekarang, Bukankah keterlaluan kalau kita memaksa klorin untuk melakukannya setelah dia membela kita agar tidak dipecat?" Ucap Siren menatap Mia.
Megi dan Rika juga berbicara tetapi ucapannya senada dengan Gio, Siren dan juga Mentari, semuanya memberi nasihat pada Mia dengan cara mereka sendiri.
"Kalian!! Kalian tidak pernah memperdulikan perasaanku!! Aku hanya ingin sekali saja memperlihatkan desain ku dikoleksi LC!! Aku hanya meminta satu slot, tapi kalian,,," Mia menghela nafas, "Aku tahu di peluncuran pertama LC kalian semua sudah memiliki desain sementara aku,, aku tidak punya!!!
"Tapi di peluncuran kedua ini, kalian tidak memberiku kesempatan!! Kalian memang tidak perduli padaku!!" Bentak Mia dengan nafas tersengal lalu perempuan itu berdiri meninggalkan ruangan tim desain untuk menenangkan diri di toilet.
Semua orang memperhatikan kepergian perempuan itu lalu berbalik menghela nafas.
"Kenapa dia jadi menyalahkan kita? Salahnya sendirilah di peluncuran pertama dia membuat desain yang berantakan!!" Kesal Mentari sembari menggertakkan giginya.
"Benar sekali,, masih baik kita tidak dipecat dari LC, tapi sekarang dia malah menuntut lebih!" Megi mendengus kesal.
"Hah,, entah kapan pagi hari di LC tidak pernah di dicemari dengan pertengkaran." Ucap Gio menghela nafas.
__ADS_1
Selalu saja ada drama di tim mereka!
"Aku juga berharap begitu, tetapi tempat ini tidak akan pernah tenang selagi masih ada orang yang terus membuat emosi setiap hari!!" Kata Rika dengan ketus.
"Sudah,, tidak baik berlama-lama bertengkar di pagi hari. Kerjakan saja tugas kalian dan serahkan setelah selesai. Saat Mia kembali nanti, jangan menyinggungnya lagi," ucap Loren.
"Baik Kak Loren," semua orang akhirnya fokus pada pekerjaan mereka.
Sampai ketika Mia kembali tidak ada satupun orang yang mengangkat wajahnya melihat perempuan itu.
Hal itu membuat Mia semakin kesal dalam hati, 'Benar-benar tidak ada yang perduli padaku!!!' pikir Mia.
Perempuan itu menarik kursinya dengan kasar lalu duduk dengan setengah hati menatap pekerjaan yang ada di depannya.
'Ayo Mia, selesaikan pekerjaan ini dengan cepat supaya kau bisa makan siang bersama Kak Vionita,' pikir Mia menyemangati dirinya sendiri sembari melirik ponselnya yang menampilkan pesan dari Vionita.
'Hah,, ayo semangat.. restoran yang dipilih kak Vionita hari ini juga tak kalah mewah dari sebelum-sebelumnya. Aku akan berfoto di sana Lalu memamerkannya di grup tim desain supaya mereka semua tertampar bahwa aku ini benar-benar disayangi oleh Kak Vionita!!!' pikir Mia dalam hati lalu perempuan itu mengusahakan dirinya mempercepat laju kerjanya.
Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga, jam makan siang!!
"Aku duluan, aku sudah ada janji dengan Kak Vionita untuk makan siang bersama." Kata Mia berdiri berjalan ke meja Loren menyerahkan pekerjaan yang sudah ia selesaikan.
"Kak Loren, ini pekerjaanku," katanya.
"Ah, baik, hati-hati di jalan." Ucap Loren sembari tersenyum kearah Mia.
"Terima kasih Kak Loren," jawabnya dengan senyum terpaksa lalu perempuan itu meninggalkan ruangan tim desain.
'Loren itu benar-benar bermuka dua, tadinya dia tidak mau membantuku tapi sekarang dia malah tersenyum ke arahku seolah-olah dia adalah perempuan suci yang tak pernah berbuat dosa!!' kesal Mia dalam hati mengingat akting Loren yang tersenyum padanya tampak seperti sangat tulus, padahal senyum itu dilandasi dengan kebusukan.
@Interaksi
__ADS_1
Boleh, tapi buat dulu surat permohonannya,, abis itu serahkan ke Pak Presiden biar makin sah teriaknya!