
"Na na na na na....." Di pagi hari, Loren sedang bersenandung ria duduk di depan rumah sambil menikmati makanan buatan suaminya yang baru saja diantar oleh pria itu ke depan.
Tiba-tiba Loren mengeryit saat melihat seorang perempuan cantik berjalan ke arahnya.
Perempuan itu tersenyum sangat lebar sambil berkata, "Nona Loren!!!"
Ucapan perempuan itu langsung membuat Loren mengerutkan keningnya, lalu dia berdiri menatap perempuan itu dengan nafas yang mulai sesak.
"Siapa kau?!!" Tanya Loren kini merasa kesal melihat perempuan yang menggunakan high heels dengan gaun setengah paha.
"Eh?" Mentari kebingungan sembari menatap Loren, "Nona Loren tidak mengenaliku?" Tanya Mentari langsung membuat Loren mundur beberapa langkah.
"Apa yang kau lakukan di rumahku?!! Apa kau datang untuk merayu suamiku?!!" Tanya Loren sambil menggertakkan giginya membuat Mentari terkejut hingga hari perempuan itu kebingungan mau melakukan apa.
Sementara Loren, dia masih mengamati penampilan Mentari, dan dia cukup kesal melihat mentari datang dalam setelan yang sangat cantik.
__ADS_1
"Pengawal!!!" Teriak Loren secara tiba-tiba membuat Mentari terkejut dan kebingungan harus melakukan apa karena dia tidak tahu bagian mana dari dirinya atau sikapnya yang sudah membuat Loren menjadi marah.
"Nyonya," dua orang pengawal telah datang menghampiri Loren, yang satu perempuan dan yang satu laki-laki.
"Hah,, kenapa ada banyak perempuan di sini?!! Cepat usir mereka semua!!!" Ucap Loren kini merasa bahwa semua perempuan yang ada di situ sedang berusaha datang ke kediamannya untuk merayu suaminya.
Christian yang ada di ruang kerjanya sedang memeriksa beberapa berkas langsung melihat kejadian itu, jadi dia dengan cepat turun menggunakan lift dan menghampiri istrinya yang terlihat linglung.
"Sayangku," ucap Christian langsung memeluk Loren dengan erat.
"Itu,, Siapa yang mengundang para perempuan itu kemari?? Mengapa Ada perempuan di rumah kita??!! Apa kau menyukai perempuan lain selain aku?!!" Tanya Loren sambil menggertakkan giginya, membuat Christian memeluk erat perempuan itu dengan rasa cemasnya kembali melingkupi seluruh pikirannya.
Begitu semua pengawal pergi, Christian langsung mengangkat istrinya dan membawa perempuan itu ke kamar mereka.
Loren langsung memeluk Christian dengan erat sembari menoleh ke arah seluruh jendela untuk melihat apakah mereka sudah aman dari perempuan-perempuan yang hendak menggoda suaminya masih ada.
__ADS_1
"Tidak ada perempuan lagi, tenanglah," ucap Christian menciumi puncak kepala istrinya dengan hati pria itu berdesir tak karuan.
Sementara di bawah, mentari yang melihat sikap aneh Loren langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Gerson.
"Ada apa?!" Tanya Gerson yang saat itu masih sementara memakai pakaiannya di kamarnya.
"Saya sudah ada di depan rumah tapi tidak diizinkan masuk," langsung membuat Gerson mengerutkan kebingungan, lalu pria itu dengan cepat memakai pakaiannya sebelum turun menemui Mentari.
Tetapi, ketika dia hendak melewati seorang kepala pelayan yang berbicara bersama pelayan lain, dia langsung menghentikan langkahnya.
"Apa kata kalian?" Tanya Gerson menatap kepala pelayan.
Kepala pelayan langsung memberi hormat pada Christian lalu dia berkata, "Nyonya tiba-tiba bersikap aneh dan Tuan memerintahkan supaya seluruh perempuan di tempat ini segera diusir."
"Apa?!!" Gerson sangat terkejut, jadi pria itu kembali berlari ke dalam rumah dan naik ke lantai 2 menuju kamar Cristian dan Loren.
__ADS_1
Tetapi ketika dia hendak mengetuk pintu kamar dia tidak jadi melakukannya.
'Ada apa dengan sepupu? Mengapa dia terus bertindak aneh?' Gerson mengepal erat tangannya karena pria itu sama sekali tidak diberitahu Christian akan kondisi Loren.