
@info
Mode sok sibuk otor masih aktif, jadi jangan berharap banyak ya....
Happy reading di malam hari...
Empat perempuan yang duduk di ruang tamu sudah mulai jenuh menunggu Loren yang entah mengerjakan apa di kamarnya.
"Kak Loren lama sekali, mungkinkah dia ketiduran di kamarnya?" Ucap Megi sembari melihat ke lantai 2.
"Uh,, ya,, dia lama sekali." Kata Siren yang sebenarnya dari tadi mulai bosan menunggu.
Lalu tiba-tiba dari belakang mereka seorang perempuan mendekat.
"Hah,, perutku akhirnya terasa nyaman," ucap Mia lalu duduk disamping Megi, "Dimana Kak Loren?" Tanyanya.
"Dia pergi ke kamarnya, sepertinya Kak Loren memiliki sesuatu untuk dikerjakan di kamarnya,," jawab Megi.
Mia langsung melihat ke lantai 2 'Hmm,,, sepertinya ini saat yang tepat, kalau aku memasuki kamar Kak Loren, mungkin saja aku akan melihat beberapa desain Kak Loren, lalu,, ahh,, kesempatan bagus!' pikir Mia.
"Kalau begitu aku akan pergi mengetuk pintu kamarnya, mungkin saja Kak Loren sudah melupakan kita," kata Mia segera berdiri meninggalkan 4 perempuan yang masih duduk dalam posisi nyaman mereka.
__ADS_1
"Hei,, tunggu aku," tiba-tiba kata mentari yang yang juga merasa penasaran dengan kamar Loren.
Perempuan itu segera berdiri menyusul Mia membuat ketiga perempuan menatap mereka sembari berpikir lalu pada akhirnya semuanya berdiri, naik ke lantai dua.
"Kalian semua kenapa ikut lagi?" Mia bertanya dengan kekesalan memenuhi hatinya saat melihat semua perempuan itu mengikutinya.
Kalau mereka semua ikut maka dia akan sulit untuk menjalankan rencananya, terlalu banyak mata yang mengawasinya!
"Memangnya kenapa kalau kami ikut? Aku hanya ingin berpamit pada Kak Loren karena aku harus pulang lebih awal." Jawab Megi dengan nada suara sedikit ketus karena merasa seolah-olah sedang mencegah mereka bertemu Loren.
"Ahh, ya sudah," Mia akhirnya tidak memperdulikannya, bagus sekali kalau perempuan perempuan itu sudah pulang, dia bisa berduaan saja dengan Loren lalu mencari waktu yang tepat untuk mencari barang yang ia inginkan.
Tok tok tok....
"Kak Loren,, bolehkah kami masuk??" Mia berbicara sembari menempelkan telinganya pada pintu.
"Kak Loren?" Sekali lagi ia membuka mulutnya ketika sudah beberapa detik dan tidak ada suara yang menjawab dari kamar.
Perempuan itu menarik telinganya dari pintu lalu mengulurkan tangannya untuk meraih handle pintu ketika pintunya tiba-tiba terbuka.
Loren muncul dengan senyum yang tampak merasa bersalah pada perempuan dihadapannya.
__ADS_1
"Ah,, maaf, aku membereskan sesuatu yang mendesak karena Tuan Andreas tiba-tiba menghubungiku." Kata Loren melangkahkan kakinya keluar dari kamar agar perempuan perempuan itu tidak mengintip kamarnya.
"Kak Loren, bolehkah aku menggunakan kamarmu sebentar? Aku rasa aku perlu istirahat sebentar sebelum kembali ke rumah. Kepalaku sedikit pusing dan perut ku masih sedikit tidak nyaman," kata Mia mencari alasan saat Loren terlihat enggan untuk membiarkan mereka masuk ke kamarnya.
"Ahh,, kau masih sakit? Apa sebaiknya kami mengantarmu ke rumah sakit saja? Takutnya ada sesuatu yang salah,," ucap Loren.
Siapa juga yang mau membiarkan Mia masuk ke dalam kamarnya?
Di sana ada Christian yang sedang merasa kesal karena perempuan-perempuan itu mengganggu momen kebersamaan mereka.
Mengi mengangguk, "Ah,, iya! Kebetulan sekali kami sudah mau pulang jadi biar kami saja yang mengantarnya ke rumah sakit, Kak Loren tidak perlu repot-repot." Ucap Megi tersenyum pada Mia.
'Enak saja kamu Mia,, memangnya kau pikir kau itu siapa? Maunya mencari muka terus di depan Kak Loren,, tidak akan kubiarkan!!' pikir Megi dalam hati.
Mia yang ditatap Megi dengan tatapan penuh arti berusaha menahan kekesalannya "Oh, tapi--"
"Kalau begitu kami pamit permisi dulu, selamat malam Kak Loren," sela Megi langsung menarik Mia ke lantai bawah.
"Kak Loren kami pulang dulu,," tiga perempuan yang masih tertinggal juga berpamitan pada Loren lalu mereka turun ke lantai bawah diantar Loren.
'Syukurlah,,, aku pikir mereka akan memaksa masuk ke dalam kamarku tapi sepertinya hanya Mia saja yang mau melakukannya.' pikir Loren.
__ADS_1