
Duduk bersama di kursi taman, Loren bersandar pada Christian yang sibuk memainkan rambut panjang miliknya.
Loren menikmati sentuhan-sentuhan Christian pada rambutnya sembari memainkan i-pad milik Christian.
Loren sedang membuka laman berita terpopuler di negara xx.
Berita terpopuler: "Misteri percakapan Christian Bhaltazar dengan Desainer Loren saat mereka berdansa di panggung"
Berita populer lainnya:
"Gerakan dansa yang dimainkan Christian Bhaltazar dan Lorensia Sinaga adalah dansa yang sulit, bukan gerakan umum."
"Jagad semesta pun iri dengan keberuntungan Loren di malam ulang tahun Agensi CB"
"Kemalangan bertubi-tubi Cahtaline di malam puncak ulang tahun Agensi CB."
"Malunya bekali-kali lipat, Heryani membuat heboh para fansnya."
"Setelah malam puncak ulang tahun Agensi CB, dua artis dari Agensi CB masuk rumah sakit karena terlibat perkelahian."
"Misteri mobil mewah yang biasa digunakan Heryani dihancurkan di depan gerbang Agensi CB!!"
__ADS_1
Loren menghela nafas membaca satu per satu berita, semuanya berfokus pada malam ulang tahun Agensi yang banyak menorehkan cerita.
"Sayangku," Loren tiba-tiba mendongak mantap Christian.
"Ada apa?" Tanya Christian sembari mengusap pipi Loren dengan jari jempolnya.
"Bagaimana kalau orang-orang bisa menebak percakapan kita waktu itu? Aku merasa khawatir." Ucap Loren membuat Christian mengangkat alisnya.
"Siapa yang berani melakukannya?" Tanya Christian langsung membaut Loren terdiam.
Benar, siapa yang berani menyelidikinya? Loren berpikir selama beberapa detik.
"Dia bukan orang yang suka melihat berita dunia hiburan. Lagi pula, aku tidak takut kamu."Jawab Kristen.
"Oh," Loren menjawab dengan singkat, 'kalau tidak takut, kenapa tidak berani mengatakan pada dunia kalau kita sudah menikah?'Loren bertanya-tanya dalam hati, tapi dia tak berani mengatakannya.Takutnya pria itu marah dan berakhir dengan hukuman di atas ranjang.
Akhirnya Loren kembali melihat-lihat layar i-padnya.
Christian yang duduk sebagai bantal untuk Loren juga melihat layar I-pad di tangan Loren.
'Semoga saja dugaanku benar,' ucap Christian dalam hati.
__ADS_1
Dia memang tidak takut pada Abimanyu, tapi dia takut bila dia harus membatasi kebebasan Loren jika pria itu mengincar Loren.
Christian tidak mau mengekang Loren dalam rumah, dia ingin perempuan itu terus bebas melakukan apa pun yang ia suka tanpa ada ancaman dari pihak mana pun.
Sementara itu, di sebuah villa di pulau kecil dekat ibu kota, seorang pria dengan pembawaan yang tenang membaca satu per satu berita.
Beberapa pengawal yang berdiri tenang di dekat pria merasa begitu aneh melihat tuan mereka yang pernah melihat berita kini selama membaca berita dunia hiburan.
"Reza," tiba-tiba kata pria itu membuat seorang pria yang berambut panjang berjalan mendekatinya.
"Ya, Tuan," ucap Reza.
"Berita ini bagus, aku ingin kau membuatnya lebih panas lagi. Dan perempuan ini,,, bawa dia."Perintah Abimanyu.
"Baik Tuan," jawab Reza segera bertindak untuk melakukan perintah.
Tapi pria itu belum keluar dari ruangan tuannya ketika Abimanyu kembali berkata, "Kalau kau bisa, aku ingin perempuan bernama Loren menjadi desainer untuk pernikahanku bulan depan.
Reza mengeryit, 'Kalau kamu bisa?'apa itu artinya Loren sangat susah untuk ia tangani?
Tapi Reza tidak terlalu memperhatikannya, pria itu hanya mengangguk, "Baik Tuan," lalu terus meninggalkan ruangan Abimanyu.
__ADS_1