
Setelah berteleponan dengan Christian, Gerson menghela nafas lalu segera mengambil jaketnya untuk pergi ke apartemen milik Daniel.
Begitu tiba di apartemen, dia langsung mendapat tatapan aneh dari Vionita yang membukakan pintu.
"Hai adik ipar, Aku hendak menemui kakakmu." Ucap Gerson yang tidak mau berlama-lama berhadapan dengan Vionita.
"Oh," Vionita berbicara dengan ketus lalu membiarkan Daniel memasuki apartemen.
Gerson duduk di ruang tamu lalu melihat Vionita mengetuk kamar Daniel dan pria itu keluar dari kamar.
Daniel begitu terkejut melihat kedatangan Gerson, tetapi dia tidak mengatakan apapun selain berbisik pada Vionita agar perempuan itu memanggil ayahnya, lalu Daniel menghampiri Gerson.
"Ada apa kemari?" Tanya Daniel dengan suara datarnya.
Bagaimanapun, dia tidak bisa menahan kekesalannya terhadap Gerson karena pria itu telah menggantikannya sebagai Direktur di perusahaan keluarga Sinaga.
Sementara dirinya, sekarang menjadi pengangguran, bukankah ini tidak adil?
__ADS_1
"Aku datang kemari karena perintah dari kakek untuk membawamu kembali ke perusahaan Sinaga." Ucap Gerson mengejutkan Daniel.
Dia pikir keluarga Sinaga sudah akan bekerja sama dengan keluarga Andirson dan tidak akan membutuhkan mereka lagi, tapi sekarang,,,, mengapa kakek Perry memutuskan untuk memanggilnya kembali?
"Mengapa kakek memutuskan untuk memanggilku lagi?" Tanya Daniel.
Gerson menahan nafasnya melihat Rama yang sudah keluar dari kamarnya dan bergabung bersama mereka.
Tentu saja dia tidak bisa mengatakan keadaan yang sebenarnya atau jika tidak, nantinya Daniel bisa menolak untuk kembali lalu kakeknya mungkin akan memarahinya lagi.
"Ini semua keputusan kakek karena kakek bilang seluruh keluarga harus tetap bersatu meskipun kita tinggal beda rumah." Kata Gerson.
"Paman, saat ini kakek memutuskan untuk menjadikan Kak Daniel sebagai wakil direktur. Dan juga--"
"Apa?!!" Rama langsung bertanya dengan raut wajah tak berdayanya.
Mana mungkin dia membiarkan anaknya dipermalukan di perusahaan Sinaga ketika jabatannya diturunkan dari posisi direktur ke posisi wakil direktur?
__ADS_1
Tetapi Daniel kemudian berkata, "Baiklah, katakan pada kakek bahwa aku akan kembali ke perusahaan. Dan katakan juga pada seluruh keluarga supaya tidak lupa menghadiri acara pernikahan Vionita."
Mendengar itu, Gerson menghela nafas lega, "Baik Kak, aku mengerti. Sekarang Aku harus pergi karena aku masih harus ke perusahaan untuk mengurus beberapa hal. Aku akan menunggu Kakak di perusahaan, kapanpun Kakak siap untuk kembali bekerja." Ucap Gerson.
"Baiklah," jawab Daniel lalu mengantar adik sepupunya ke luar.
Begitu selesai mengantar Gerson dan kembali ke dalam, ia melihat tatapan ayahnya begitu kesal ke arahnya.
"Apa yang kau pikirkan?!! Mengapa menerima begitu saja?!! Apa yang akan dikatakan oleh orang-orang ketika mereka melihatmu dibawahi oleh Adik sepupumu sendiri?!!" Tanya Rama pada putranya.
Daniel tersenyum lalu pria itu duduk di sofa sembari menatap ayahnya, "Ayah jangan khawatir, Aku sudah lama menjadi direktur di perusahaan Sinaga, jadi akan ada banyak kesempatan untuk kembali ke posisi direktur.
"Lagi pula, Ayah harus tahu kalau saat ini Gerson adalah pendatang baru di perusahaan maupun di negara ini. Dia tidak memiliki satupun koneksi, jadi akan mudah untuk melengserkannya dari posisi direktur." Ucap Daniel.
Meski Rama tampak tak senang, tetapi melihat putranya mulai memikirkan soal perusahaan, pria itu menjadi lebih tenang.
"Baiklah, ayah akan mempercayaimu dan menunggu saat di mana Ayah berjaya diantara seluruh saudara-saudara ayah. Saat kau menjadi direktur dan adikmu berhasil masuk ke keluarga yang memiliki martabat terpandang." Ucap Rama merasa begitu senang.
__ADS_1
"Ayah tenang saja, semua keinginan ayah akan diwujudkan." Ucap Daniel.