
Christian yang ada di dapur sudah menyelesaikan masakannya, lalu pria itu menatanya di atas meja dengan baik agar nanti Loren bisa menikmatinya dengan senang.
Ketika Christian telah selesai menata makanannya, barulah Andreas datang terburu-buru dan melihat masakannya.
'Astaga!!!' pria itu dengan buru-buru membuka oven dan mengeluarkan makanan yang sudah mulai gosong.
"Bagaimana ini??" Andreas bisa menebak bahwa rasa makanan itu tidak akan enak, dan entah tadi, dia juga lupa,,,... Apakah dia sudah menambahkan garam atau tidak.
Masakannya hari ini benar-benar kacau!!
Dan semua itu disebabkan oleh Christian!!
Tetapi Andreas tidak punya pilihan lain, jadi dia menghidangkan makanan itu, dan ketika semua orang selesai berjalan-jalan di taman maka mereka semua kembali ke meja makan.
Christian maupun Andreas juga ikut duduk di meja makan dengan Christian yang terus fokus pada istrinya.
"Sayangku, apakah kau lelah?" Tanya Christian sembari menyeka keringat Loren.
"Tidak kok,, justru berkeringat begini sangat baik untuk ibu hamil. Aku merasa begitu segar setelah berjalan-jalan di taman hingga berkeringat." Kata Loren sembari melemparkan senyum ke arah suaminya.
__ADS_1
Perempuan itu kemudian menatap semua orang dan berkata, "ayo makan siang. Kalian pasti sudah lapar karena lelah berjalan-jalan di taman."
Semua orang mengangguk lalu mereka melihat makanan di depan mereka yang tampak sangat enak, sudah disiram dengan saus berwarna oranye yang tampak menggiurkan.
Maka dengan segera, semua orang mengambil sendok dan garpunya dan mulai menyantap makanan itu.
"Hm,, kalian berdua memang pandai memasak. Rasanya sangat enak!!" Ucap Loren yang merasa bahwa makanan di piringnya begitu sangat enak.
Jadi Christian langsung tersenyum bangga sembari pria itu juga mengambil sepotong di piringnya dan kembali menyuapi istrinya.
"Apa kau suka?" Tanya Christian sembari menatap perempuan yang tampak semangat mengunyah makanan di mulutnya.
Sementara semua orang yang menyantap makanan Andreas, mereka semua merasakan rasa makanan yang tidak bisa tertelan.
'Apakah Loren yang sengaja mengatakan masakannya enak agar kami tidak mengatakan bahwa masakan suaminya begitu buruk, atau jangan-jangan selera benar-benar seperti ini?' semua orang meneguk air putih mereka.
Dengan cepat Andreas tersenyum melihat para anggota tim desain itu.
'Untunglah tidak ada yang berani berkomentar, karena jika tidak, maka Loren mungkin akan memarahiku karena sudah memasak makanan yang begitu buruk untuk mereka,' pria itu menghela nafas lega karena dia merasa terselamatkan oleh saus yang masih tersisa di kulkas.
__ADS_1
Seandainya saus itu tidak ada, maka penampilan masakannya akan begitu buruk dan bisa ketahuan oleh Loren bahwa makanannya tidak enak dan sudah dimasak dengan salah.
Dengan begitu, semua orang tampak menikmati makanannya sembari mereka semua menatap ke arah Christian dan Loren yang terus saling suap satu sama lain, seolah tidak terganggu dengan rasa makanan yang begitu buruk.
'Aku tidak percaya kalau selera Tuan dan Nyonya Bhaltazar malah seperti ini!!!'
'Ya ampun,, bisa-bisanya mereka saling tersenyum menyuapi seperti itu, sementara rasa masakan ini benar-benar buruk!!!'
'Aku sangat mual,, tapi Tuan Bhaltazar pasti akan membunuhku kalau aku memuntahkan makanan yang ia masak!!'
Semua orang meratapi penderitaan mereka dalam hati sembari berpura-pura bersikap tenang menikmati makanan yang dihidangkan pada mereka.
@interaksi
Hm,,, jangan tanya otor,, otor juga belum punya pengalaman buka-buka begituan!!! btw baca pesan otor ya... ini novel on going..🌟🌟🌟
__ADS_1