Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#90. Menemui Andreas


__ADS_3

Melihat perempuan yang tampak sedih di depannya karena berpikir mereka tidak akan menikah karena dia tidak hamil Christian mau tidak mau tertawa dalam hatinya.


Dia merasa gemas dengan tingkah polos Loren yang membuatnya selalu terhibur dan merasa bahwa dia harus selalu berada di sisi lain untuk melindungi gadis itu.


"Kita akan tetap menikah," ucap Christian dengan sedikit suara tawa menyertai ucapannya.


Loren langsung mengangkat wajahnya dan kembali menatap Cristian yang kini tersenyum ke arahnya sembari terkikik pelan.


"Tuan?" Loren berkata untuk meminta penjelasan dari Christian.


"Ya,, bukankah kita sepasang kekasih? Semua pasangan kekasih akan berakhir pada pernikahan." Ucap Christian.


Loren terdiam beberapa waktu untuk mencerna ucapan Christian sebelum mengangkat kedua sudut bibirnya Dan tersenyum ceria.


"Benar! Itu benar! Kita kekasih,, kekasih akan berubah jadi suami istri!" Dalam sekejap suasana hati Loren menjadi sangat baik.


Hal itu membuat Christian semakin tersenyum lalu dia menarik Loren ke pelukannya.


"Seharusnya kita bertemu lebih cepat," kata Christian yang merasa menyesal karena dia membutuhkan terlalu banyak waktu untuk menemukan Loren.

__ADS_1


Seandainya dari dulu Loren berada di sisi-nya maka perempuan di depannya ini akan selalu menghiburnya dan dia bisa terus melindungi Loren.


"Tuan,, Jadi apa yang saya lihat di TV itu juga tidak benar 'kan? Orang tidak hamil hanya karena dia terbangun di pagi hari dan berganti pakaian?" Tanya Loren ketika dia memikirkan apa yang sudah terjadi.


"Ya,, tidak selamanya begitu." Ucap Christian.


"Kalau begitu,, menjadi kekasih setelah berciuman juga tidak benar?" Tanya Loren.


Pertanyaan Loren membuat Christian terdiam, Apakah perempuan di depannya sedang mencari jalan keluar agar mereka batal menjadi sepasang kekasih?!


Tidak boleh..!!


Loren tidak terlalu paham, tetapi kata menjadi kekasih selamanya sangat menghipnotis Loren sehingga perempuan itu menganggukkan wajahnya dengan sangat bersemangat.


"Bagus,, sekarang kau harus diingat kalau selamanya kau adalah milikku jadi pria lain tidak boleh menyentuhmu. Mengerti?!"


"Ya Tuan! Saya tidak akan membiarkan pria lain menyentuh saya! Saya janji!" Ucap Loren bersemangat.


Christian tersenyum puas mendengar jawaban Loren.

__ADS_1


"Oya Tuan, Apakah tidak pergi ke kantor? Mengapa masih disini?" Tanya Loren ketika dia ingat kalau pria itu mengatakan masih memiliki beberapa pekerjaan untuk diselesaikan di kantor.


"Oya, aku lupa. Aku harus pergi sekarang karena ini sangat mendesak. Mungkin aku akan mengerjakannya sampai malam jadi kau tidak perlu menunggu untuk makan malam." Christian lekas berdiri dan merapikan pakaiannya yang telah kusut.


"Iya, saya tidak akan menunggu, saya tahu kalau saya sudah membuat pekerjaan tuan tertunda." Ucap Loren ikut berdiri untuk mengantar Christian ke depan Mansion.


"Jangan berpikir kau membebaniku. Pekerjaanku tidak lebih penting daripadamu. Mengerti?"


"Mengerti Tuan!" Jawab Loren dengan semangat 45 lalu perempuan itu segera mengantar kekasihnya ke depan Mansion.


Setelah selesai mengantar Christian, Loren langsung dihampiri oleh Elman.


"Nona, saya adalah asisten Tuan Andreas yang mengurus perusahaan fashion yang didirikan Tuan Christian untuk Nona." Elman memperkenalkan diri pada Loren.


"Ahh, iya, Tuan Christian sudah memberitahuku." Ucap Loren mengangguk.


"Tuan Andreas ingin bertemu dengan Nona untuk mendiskusikan beberapa hal." Ucap Elman.


"Baik, aku akan menemuinya." Kata Loren lalu dia segera dituntun oleh Elman untuk pergi menemui Andreas.

__ADS_1


'Aku harap Tuan Andreas tidak terlalu keras pada Nona lorent bagaimanapun aku melihat tuhan Andreas tidak puas dengan segala sesuatu yang diatur oleh Tuan Christian.' pikir Elman sembari melangkahkan kakinya dia takut kalau Andreas melakukan hal ceroboh yang mengakibatkan pria itu kembali mendapat hukuman dari Christian.


__ADS_2