Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 37. Pemandangan surgawi


__ADS_3

Hari itu, Loren merasa sangat lelah karena pekerjaannya begitu banyak, jadi perempuan itu merasa sangat senang ketika dia dijemput oleh Christian.


"Suamiku!!!" Loren berseru naik ke atas mobil sembari mendekat ke arah Christian dan memeluk pria itu.


"Wajahmu,,," Christian berusaha menarik wajah Loren yang disandarkan di dadanya, tetapi perempuan itu menggelengkan kepalanya.


"Aku merasa sangat lelah, hari ini jadi jangan ganggu aku karena aku ingin tidur sebentar." Ucap Loren membuat Christian menghela nafas lalu menarik perempuan itu semakin dekat padanya.


"Pelankan mobil nya." Perintah Christian pada sopirnya.


Mobil berjalan dengan pelan, dengan Christian yang menepuk-nepuk pelan punggung Loren agar perempuan itu tidur dengan nyaman.


Setelah tiba di mansion, Christian pelan-pelan mengangkat Loren dari mobil lalu membawa perempuan itu ke kamar mereka.


Cup!!


'Tidur yang nyenyak istriku,' Christian membelai rambut Loren selama beberapa menit lalu pria itu meninggalkan perempuan itu.


Begitu keluar dari kamar, ia langsung disambut oleh Ransi.


"Ada apa?" Tanya Christian.


"Ini adalah undangan untuk Nona Loren," ucap Ransi menyerahkan sebuah undangan pada Christian.


Dia sengaja menahan undangan itu agar tidak ditemukan oleh Loren, karena bagaimanapun, selama ini Christian tidak pernah menghadiri ulang tahun agensi tersebut.

__ADS_1


Jadi, Ransi berpikir Christian juga akan melarang Loren untuk pergi ke acara itu.


"Mengapa dia mendapat undangan?" Christian bertanya dengan bingung karena seharusnya Loren tidak mendapat undangan dari agensi itu.


"Ah, itu,, Nona Loren mendapat undangan tersebut karena Nona Loren menaiki posisi pertama penghargaan model terbaik menurut voting." Jawab Ransi.


Christian mengerutkan keningnya menatap undangan di tangannya, 'Dia jadi model terbaik?' Christian merasa aneh dengan hal tersebut, sebab Dia tahu Loren hanya sekali menjalani pemotretan, jadi mana mungkin bisa mendapat dukungan begitu besar dari orang-orang?


"Apakah ini asli hasil voting?" Tanya Christian menatap Ranzi.


"Benar Tuan, Nyonya paling banyak mendapat voting dari negara M, sementara dari negara Nyonya sendiri menempati urutan ketiga dan negara kita adalah urutan kedua. Sepertinya banyak orang yang sudah mengenal Nyonya sebagai desainer, jadi mereka memberikan suara mereka untuk mendukung desainer favorit mereka." Ucap Ransi.


"Kau boleh pergi," ucap Christian membawa undangan itu ke kamar lalu menatap perempuan yang tertidur pulas di tempat tidur.


'Dia tidur begitu pulas, padahal dia belum mandi dan makan malam.' pikir Christian sembari meletakkan undangan di tangannya ke atas nakas.


Dia sengaja mengatur suhunya sesuai dengan suhu tubuh, agar nanti ketika dia memandikan Loren, perempuan itu tidak terkejut.


Setelah memastikan suhu airnya sudah tepat dan dia sudah menambahkan aromaterapi yang bisa merilekskan Loren, pria itu kembali ke kamar.


'Kenapa tubuhnya sangat lepek seperti ini? Memangnya apa yang dikerjakan seharian ini?' Christian mengerutkan keningnya sembari meraba kulit Loren yang sangat lengket.


Padahal, 'kan perempuan itu bekerja di dalam ruangan ber-AC, jadi seharusnya tidak sampai berkeringat seperti itu.


Tetapi Christian tidak terlalu mempermasalahkannya, pria itu hanya meneruskan pekerjaannya melepaskan seluruh pakaian Loren lalu menggendong perempuan itu ke kamar mandi.

__ADS_1


"Ng!" Loren mendesah pelan ketika ia sudah dibaringkan dalam bath up.


"Tidurlah," ucap Christian dengan pelan.


Loren samar-samar mendengarnya, jadi dia langsung merilekskan tubuhnya dan kembali melanjutkan tidurnya, membiarkan Christian memandikan tubuhnya.


Setelah selesai memandikan Loren, pria itu membaringkan Loren di tempat tidur dan mengambil beberapa pakaian untuk perempuan itu.


Begitu kembali ke tempat tidur, dia melihat Loren sudah menyimak handuknya dan dengan posisi yang sungguh menggoda, perempuan itu menggeliat-liat di tempat tidur.


Gluk!


Christian menelan air liurnya sembari menahan diri menatap pemandangan surgawi yang sangat menggodanya.


"Mmmmm!!!" Suara panjang Loren sembari membalikkan tubuhnya hingga perempuan itu telungkup di atas tempat tidur.


Dari samping, Christian bisa melihat bagaimana dada perempuan itu tertekan diantara kasur dan tubuh Loren, hingga dari samping terlihat begitu penuh.


Gluk!


Gluk!


@Interaksi


__ADS_1


Maaf ya... beberapa waktu ini dan kedepannya otor sangat sibuk, jadi hanya bisa update seadanya saja ya...🙏🙏🙏


__ADS_2