
Setelah para pelayan keluar dari ruang makan dan kini hanya Christian dan Loren yang tersisa di sana, Christian meraih sendok dan garpu nya lalu mengambil sepotong sosis dan menaruhnya di piring di hadapan Loren.
"Makanlah," kata Christian yang sebenarnya sudah mendengar dari Ransi bahwa Loren bukanlah orang yang pemilih dalam hal makanan.
Karena ucapan Ransi jugalah dia sebenarnya ingin mencari tahu makanan kesukaan Lauren dengan menyediakan semua makan menu sarapan untuk dipilih oleh perempuan itu. Namun ternyata malah berakhir seperti ini.
"A,, apa yang Tuan lakukan? Mengapa menaruh ini di sini?" Tanya Loren sembari mengangkat tangan kanannya menunjuk sosis di piringnya.
Dia tidak mengerti!
Apakah pria itu sedang memiliki sebuah rencana jahat lagi untuk mempermalukannya?
Dalam hatinya meskipun Loren kasihan pada Cristian yang hidup dalam kemewahan namun tidak memiliki kebahagiaan, tetapi dia juga berusaha untuk membuat dirinya berada pada posisi yang tidak terhina oleh pria itu.
"Makanlah," tiba-tiba kata Cristian membuat Loren tercengang hingga perempuan itu memberanikan dirinya mengangkat wajahnya untuk menatap Christian.
Dia melihat mata pria itu sangat berbeda dari biasanya, sangat lembut, tenang tetapi ada sebuah kegelisahan yang menyelimuti mata itu.
2 detik menatap mata Christian Loren kembali menunduk dalam kegugupannya 'Apakah dia akan marah karena aku menatap matanya lagi?'
__ADS_1
"Ma, maaf. Aku tidak senagaja." Katanya dengan gugup sembari menurunkan kembali tangannya ke bawah dan mengepal erat tangannya.
"Maaf untuk apa?" Tanya Christian.
"Itu,, maaf karena aku tidak sengaja menatapmu. Lain kali aku,, saya tidak berani!!" Kata Loren.
Christian terdiam mendengar jawaban Loren, dia tidak tahu kalau bahkan untuk menatapnya saja Loren ternyata sangat takut.
'Sepertinya aku memang sudah menorehkan kesan menakutkan di matanya.' pikir Christian menyesal atas apa yang telah ia lakukan pada Loren.
"Makanlah," ucap Christian kemudian tidak mau membahas hal itu lagi dan pria itu mulai memotong sarapannya.
Loren dari kepalanya yang menunduk melihat ke arah garpu dan sendok Cristian yang kini mengiris sosis di piringnya.
"Jangan makan itu, makan yang ini saja." Ucap Christian menukar piringnya dengan piring Loren.
Loren kembali tercengang memandangi sosis gulung telur yang diletakkan di keringnya, sosis itu telah terpotong-potong dan siap untuk dinikmati, sementara dia melihat Cristian kembali memotong sosis yang ada di hadapannya.
'Ada apa dengan pria itu? Mengapa dia begini?' Loren merasa merinding dalam hatinya, tiba-tiba melihat seekor gagak Hitam berubah menjadi di seekor gagak putih, pastilah akan membuat orang berpikir yang tidak-tidak.
__ADS_1
"Kalau kau juga tidak menyukai sarapan ini aku bisa menyuruh pelayan untuk menggantinya." Kata Christian melepaskan sendok dan garpu nya saat melihat Loren hanya terdiam saja tanpa menyentuh makanan yang ada di piringnya.
Sementara Loren yang mendengar ucapan Cristian, perempuan itu menjadi panik dan meraih garpu dan sendok nya.
"Aku suka!" Kata Loren segera memasukkan sepotong sosis ke dalam mulutnya.
"Mulai hari ini, tiga kali dalam sehari kita akan makan bersama. Mengerti?" Ucap Christian mengejutkan Loren.
"Ng... Ya." Jawab Loren dengan gugup dan jantungnya seolah berpacu dengan kencang.
'Ada apa dengan jantungku? Mengapa rasanya seperti ketika aku membayangkan pria remaja itu?' Loren keheranan pada dirinya sendiri karena ketika dia bertemu dengan Abimayu yang ia selamatkan, jantungnya baik-baik saja dan berpacu dengan normal tetapi dengan Christian...?
@Interaksi
Iyap makasih,, jadi kapan ngelamar aku? Aku mau maharnya yang sederhana ajah ya,, semisal beberapa pulau seluas 100.000 km2❣️❣️❣️
.
__ADS_1
.
.