Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 162. Berita yang sangat bagus


__ADS_3

Christian menyelimuti istrinya dengan lembut setelah perempuan itu pingsan karena kelelahan menangis.


'Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah sikap istriku tadi menandakan bahwa dia sudah kembali mengingat ku?' pikir Christian dalam hati sembari mendaratkan ciuman di kening istrinya lalu pria itu berjalan ke arah boks bayi tempat bayi mereka dibaringkan.


"Hei,, jagoan kecilku, selamat datang di dunia, selamat menjadi anak ayah dan ibu. Kalau seandainya kau sudah bisa berbicara dan mendengar Ayah, Ayah ingin kau membantu Ayah berbicara dengan ibumu, dan mengingatkannya bahwa kita berdua adalah orang yang paling dekat dengannya. Bukan orang asing!" Ucap Christian sembari tangan pria itu mengusap-ngusap pipi putranya yang masih kemerahan.


Gerson yang mendengar itu hanya bisa menghembuskan nafasnya, lalu dia melihat ke arah Mentari yang masih pingsan di tempat tidur.


'Apakah aku harus memberi selamat pada kakak ipar, atau kah harus menghiburnya dan menyuruhnya untuk bersabar? Hah,,, ini sulit, keadaan yang sulit bersamaan dengan keadaan yang membahagiakan. Kenapa bisa begini???' ucap Gerson dalam hati yang merasa bahwa apa yang dialami oleh Loren dan suaminya benar-benar ujian yang begitu berat.


Pria itu masih berpikir-pikir ketika pintu ruangan diketuk, lalu Ransi bersama salah seorang dokter memasuki ruangan.

__ADS_1


"Dok," Christian langsung menghampiri dokter itu.


"Selamat atas kelahiran anakmu," ucap dokter pria itu sembari melirik ke arah Loren yang terbaring di tempat tidur.


"Itu,, tadi istriku tiba-tiba saja menangis memelukku sangat keras, padahal, selama 1 minggu ini, dia tidak pernah menyentuhku lebih dulu. Ini,,, Apakah itu artinya istriku sudah sembuh?" Tanya Christian pada sang dokter.


Dokter itu tersenyum, "bisa jadi seperti itu, karena saya sudah menemukan satu perbedaan di antara nenek dan ibu dari istri Tuan. Keduanya ternyata mengalami perbedaan kesembuhan yang terlalu berbeda.


"Vera sembuh satu minggu lebih cepat dari ibunya, dan semua itu karena ketika dia hilang ingatan, sang suami tidak terlalu menuntut istrinya untuk mengingatnya, berbeda dengan ibunya, ketika ingatannya menghilang pada masa kehamilannya, dia didesak oleh suaminya untuk mengingat suami dan anaknya sendiri.


"Jadi maksud dokter, semuanya tergantung pada masa ketika istri saya mengalami tekanan pada pikirannya, hingga semakin banyak tekanan yang diterima selama masa kehamilannya akan membuat penyakitnya semakin parah?" Tanya Christian.

__ADS_1


"Ya, dari perbandingan antara dua kasus yang sudah saya pelajari, saya menyimpulkannya seperti itu." Ucap dokter.


"Bagus,, terima kasih dok, yang artinya istriku akan lebih cepat sembuh daripada ibu dan neneknya, karena selama ini aku tidak pernah memaksakannya untuk mengingatku," ucap Christian merasa sangat lega bahwa perjuangannya selama ini menahan diri terhadap Loren akhirnya berbuah manis.


Kesembuhan istrinya bisa menjadi lebih cepat dan bahkan mungkin saja setelah Loren bangun, perempuan itu sudah bisa mengenalinya.


Dokter yang melihat Christian tampak begitu senang langsung tersenyum dan kembali berkata, "Satu lagi hal lain yang saya dapatkan, bahwa ternyata di kehamilan kedua dan seterusnya, Nona Loren tidak akan pernah mengalami hal ini lagi. Hanya pada kehamilan pertama penyakit itu ak--"


"Apa?!!" Sela Christian kini merasa sangat senang, hingga pria itu tak tahu harus mengekspresikan kesenangannya dengan cara apa.


Dia ingin menangis, tetapi itu terlalu memalukan bagi dirinya sendiri, dia ingin teriak membebaskan seluruh emosinya, tetapi itu akan mengganggu anak dan istrinya yang sedang tidur.

__ADS_1


Jadi pria itu hanya bergerak-gerak tak karun di tempatnya, meremas rambutnya dan menahan tawanya, seperti orang gila.


Berita yang sangat bagus!!!


__ADS_2