Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#315. Melihat Vionita di RS


__ADS_3

Loren baru bangun tidur ketika ponselnya berdering memperlihatkan nama Gerson yang menelpon.


Perempuan itu melihat sekelilingnya di mana Christian sudah tidak ada di hotel, jadi Loren menghela nafas lalu mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan yang masuk.


"Dek,, ini gawat!!" Langsung ucap Gerson dari seberang telepon di mana suara pria itu terdengar sengaja dipelankan.


"Ada apa?" Tanya Loren.


"Sekarang juga kau harus ke rumah sakit dan melihat semua yang terjadi. Akan kukirimkan alamatnya sekarang." Ucap Gerson dari seberang telepon lalu pria itu menutup teleponnya.


Loren memegangi ponselnya selama beberapa waktu sebelum sebuah pesan masuk yang merupakan pesan dari Gerson.


"Ada apa lagi ini?" Loren merasa sedikit sesak sambil berjalan ke arah kamar mandi.


Mengapa selalu ada masalah? Tidakkah sehari saja ada ketenangan dalam keluarga mereka?


Sembari membasuh tubuhnya dengan air hangat perempuan itu mengingat-ingat apa yang telah terjadi kemarin malam.


"Kenapa aku lupa cara aku kembali dari hotel?" Ucap Loren yang merasa aneh bahwa ingatan terakhirnya ialah ketika dia sedang bertengkar dengan Vionita Lalu setelah itu dia tidak ingat apapun lagi.


"Hah... Nanti bisa ku tanyakan pada Gerson." Ucap Loren segera mempercepat mandinya lalu perempuan itu berganti baju dan pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


Begitu tiba di rumah sakit, Gerson langsung menjemput nya di depan kamar Vionita.


"Dimana kakak ipar?" Tanya Gerson.


"Dia sedang bekerja, jadi aku tidak mungkin mengganggunya. Ada apa?" Tanya Loren.


Gerson langsung menggertakkan giginya menata Loren dan berkata, "Ini gawat!!!! Kemarin Vionita yang diseret orang-orang tak di kenal lalu mengalami keguguran. Lebih parahnya lagi, dia menuduh mu sebagai otak dibalik orang-orang yang sudah menggugurkan kandungannya."


"Apa?!" Loren sangat terkejut, kemarin saja dia tidak ingat apa yang terjadi, dan sekarang malah dituduh sebagai pelaku?


"Aku tidak tahu, tapi semua orang di dalam ruangan sedang marah padamu, kakek bahkan mengatakan akan mengusirmu dari keluarga Sinaga karena sudah membunuh cucu pertamanya." Ucap Gerson yang terlihat sangat panik dengan keadaan yang sedang terjadi.


"Kalau begitu, ayo kita masuk," ucap Loren yang merasa penasaran dengan cara licik yang dimainkan Vionita.


Di atas kursi roda itu duduk dua orang pria, Daniel dan Rama. Keduanya menatap Loren dan Gerson dengan tatapan yang rumit.


"Lho, paman, kakak sepupu, apa yang terjadi?" Tanya Loren yang kebingungan melihat dua orang itu.


Tangan mereka dan kaki mereka di perban dan beberapa di gips, sementara wajah mereka penuh luka.


"Hah,, kau masih berpura-pura tidak tahu?! Dasar orang penuh muslihat!!" Bentak Rama pada Loren membuat Loren kebingungan di tempatnya.

__ADS_1


Namun, meski Loren tidak mengerti, perempuan itu hanya diam saja sembari melirik Gerson.


"Sudahlah, Ayo kita masuk. Kau harus menjelaskan kesalahpahaman ini, katakan pada semua orang bahwa kau tidak tahu apapun." Kata Gerson segera menarik Loren ke dalam kamar Vionita


Begitu Loren dan Gerson memasuki kamar Vionita, Rama menggertakan giginya lalu memberi perintah pada suster agar mendorong mereka untuk masuk.


"Loren sayang," Bianca merasa sangat senang melihat kedatangan Loren, jadi perempuan itu langsung mendekati Loren dan memeluk nya.


"Tante, ada apa ini?" Tanya Loren sambil melihat ke arah ranjang di mana Vionita sedang tertidur pulas.


Wajah perempuan itu tampak pucat dengan Bian yang duduk di sampingnya sembari memegang tangan kanan perempuan itu.


"Putriku!!!!" Loren langsung menyingkir saat suara Rama dari belakang terdengar.


Ia memberi jalan pada Rama dan Daniel untuk lewat.


"Nah ini dia!! Kau masih berani datang kemari setelah kau membunuh calon cucuku dan melukai menantuku?!!" Rita langsung berteriak pada Loren saat ia melihat Loren.


"Tante, Tolong jangan meneriaki Loren, dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan kejadian ini." Kata Gerson langsung membela Loren.


"Tidak ada hubungannya?! Bukankah tadi kau dengar sendiri Bagaimana Vionita mengatakan bahwa dia adalah perempuan yang telah menyuruh orang-orang untuk menggugurkan kandungan menantu ku?!! Sekarang cucuku sudah pergi ke surga sebelum berjumpa denganku, dan menantuku terbaring lemah di tempat tidur!!! Ini 'kan yang kau mau?!!" Teriak Rita yang merasa sangat kesal pada Loren.

__ADS_1


Seandainya perempuan itu tidak menjadi otak dibalik kekacauan yang terjadi di pernikahan putranya maka keluarga Maherson tidak akan dipermalukan di depan banyak orang.


Lebih lagi,, cucu yang berada dalam perut Vionita adalah harapannya untuk segera menjadi nenek, tapi sekarang seluruh harapannya telah dimusnahkan karena Loren!!


__ADS_2