Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#290. Posisi wakil direktur


__ADS_3

Vionita dan kedua orang tuanya, beserta kakaknya duduk mengelilingi sala satu meja bundar melihat keluarga Gerson yang bergabung dengan Loren dan kekasih sampahnya.


Perempuan itu baru menarik perhatiannya dari ke-5 orang itu ketika Rama berbicara.


"Daniel, kau harus mempertahankan posisimu sebagai direktur, tidak boleh memberi peluang pada Gerson. Ingat, mulai ke depan ini kau harus berhati-hati dalam tindakanmu karena Ayah yakin mereka semua sedang merencanakan sesuatu untuk merebut perusahaan dari tangan kita." Ucap Rama yang mencemaskan kepulangan adik ketiganya.


"Ayah tenang saja, Aku akan berusaha keras." Jawab Daniel.


Yohana menatap putranya, "Pokoknya, mulai sekarang kau juga tidak boleh terlalu perhatian pada Loren karena perempuan itu adalah perem--"


Daniel memotong ucapan ibunya, "Ibu, sudah berapa kali ku katakan supaya Ibu menghentikan kebiasaan buruk ibu untuk menghina Loren. Tidakkah Ibu kasihan terhadap apa yang sudah dialami oleh Loren? Dia kehilangan orang tuanya karena kecelakaan lalu dia dibuang oleh ibu ke luar negeri dan makan Ibunya sudah Ibu jual hingg--"


"Diam!!" Yohana menatap putranya dengan kesal, "Ibu melakukan semua ini demi kebaikan keluarga kita!" Katanya.


Daniel menghela nafas ," Hah,, terserah ibu sajalah," ucapnya menatap Loren yang tampak bahagia berbincang-bincang dengan orang-orang yang duduk bersamanya.

__ADS_1


'Seandainya keluargaku lah yang memperlakukan Loren seperti itu, sayangnya keluargaku terlalu tamak akan harta.' gumam Daniel merasa bersalah pada Loren.


Dulunya, orang tua Loren begitu baik pada keluarga mereka, bahkan ayah dan ibu Loren selalu memberikan perhatian padanya dan juga Vionita, tapi siapa sangka setelah ayah dan ibu Loren meninggal maka Loren akan menjalani hidup yang begitu mengerikan yang disebabkan oleh orang tuanya.


Vionita memperhatikan kakaknya lalu mengikuti arah pandangan pria itu.


'Kakak sedang melihat Loren,, heh,, perempuan itu sedang tertawa bahagia, tapi tunggulah sebentar lagi aku akan membuatmu di depak dari keluarga Sinaga!!' pikir Vionita dalam hati sembari tersenyum sinis melihat Loren.


"Vionita," tiba-tiba suara Yohana menarik Vionita dari lamunannya lalu perempuan itu melihat ibunya.


"Ada apa Bu?" Tanya Vionita.


"Ah,, Katanya dia mau menelpon orang tuanya sebentar. Sebentar lagi dia pasti datang untuk bergabung dengan kita." Ucap Vionita.


"Begitu ya,," Yohana mengangguk.

__ADS_1


Akhirnya acara bahagia keluarga Sinaga kini dimulai Kakek Perry naik ke panggung lalu berdiri memegang mic.


Pria tua itu mengatakan serangkaian ucapan terima kasih dan sambutan-sambutannya lalu sampai pada saat di mana dia akan memperkenalkan keluarganya yang baru saja kembali.


"Hari ini, aku akan memperkenalkan keluargaku yang baru saja kembali dari luar negeri, karena kedepannya seluruh partner bisnis keluarga Sinaga yang ada di sini akan banyak bertemu dengan mereka.


"Yang pertama adalah Putra ketigaku yang baru saja kembali beberapa hari yang lalu." Ucap kakek Perri melihat ke arah panggung di mana Davin kini berdiri dan berjalan ke atas panggung diikuti istri dan anaknya.


Setelah berdiri di panggung, Kakek Perry berkata, "Dia adalah putra ketigaku, Davin Sinaga, dia memiliki beberapa bisnis di luar negeri. Sementara perempuan yang di sebelahnya adalah menantu ketigaku, namanya Bianca. Lalu yang berdiri paling ujung adalah Cucu keduaku, Gerson. Mulai hari ini cucu keduaku akan menjadi wakil direktur perusahaan Sinaga." Ucap Kakek Perry disambut tepuk tangan oleh semua orang.


Ketika semua orang bertepuk tangan untuk ketiga orang yang berdiri di panggung maka Vionita dan keluarganya hanya bisa tercengang di tempatnya.


"Apa?! Bagaimana bisa kakek langsung memberikan posisi wakil direktur untuknya? Dia baru saja kembali dan belum mengenal perusahan kita." Ucap Vipnita terkejut.


Rama pun tak kalah terkejutnya, jika pria itu mendapat posisi wakil direktur maka sebentar lagi bisa naik menggantikan putranya menjadi direktur

__ADS_1


"Daniel, kau dengar itu, kakek emang sudah memutuskan dia sebagai wakil direktur maka mulai kedepannya kau benar-benar harus berhati-hati dan menekan sepupumu agar dia tidak mengambil alih posisimu." Ucao Rama pada putranya.


"Baik Ayah." Jawab Daniel.


__ADS_2