Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#221. Pria mencurigakan


__ADS_3

Akhirnya setelah mempengaruhi Bian bahwa Loren kini menjadi simpanan seorang pria yang tidak diketahui identitasnya, Vionita bisa kembali bekerja di perusahaan dengan perasaan tenang.


'Aku yakin, sekarang Kak Bian sedang merasa jijik pada Loren setelah mendengar ceritaku kalau Loren sengaja kabur dari rumah demi bersama seorang pria asing. Sekarang aku tidak perlu kuatir lagi kalau Bian masih akan tertarik pada Loren,' fikir Vionita sembari bersenandung mengurus persiapan terakhirnya untuk acara Fashion week ibu kota.


"Kak Vionita, kita berhasil!!" Tiba-tiba Merlin menghampiri Vionita.


"Apa yang berhasil?" Tanya Vionita.


"Urutan kita sudah dipindahkan ke urutan tampil yang ke-8!" Ucap Merlin menyerahkan berkas keputusan dari panitia Fashion week ibukota.


"Bagus,," ucap Vionita tersenyum lalu dia memeriksa ulang urutannya.


"Keputusan akhir itu masih dirahasiakan, tapi berkat Tuan Bian saya berhasil mendapatkannya." Ucap Merlin.


Sedari dulu setiap kali mereka mendapat urutan ke-8 maka mereka selalu menjadi pusat perhatian dalam sebuah acara jadi Merlin menetapkan dalam hatinya bahwa angka keberuntungan perusahaan mereka adalah angka 8!


Vionita hanya mengangguk ngangguk melihat urutan tampil LC telah digeser ke urutan 9.


'Dengan begini, mereka tidak akan memiliki persiapan apapun saat melihat desain yang kuluncurkan! Mereka akan dipermalukan tepat setelah aku tampil!!!' ucap Vionita dalam hati.


"Kalau begitu aku permisi dulu untuk mengurus hal lain." Ucap Merlin dengan perasaan gembira meninggalkan Vionita.

__ADS_1


Karena semua sudah berjalan sesuai rencananya, maka Vionita benar-benar percaya diri untuk mengikuti acara Fashion week ibukota.


Banyak persiapan telah mereka lakukan, dan sekarang hari yang ditunggu-tunggu telah tiba juga.


"Kak Bian, perusahaan Loren akan tampil pada urutan ke-9 setelah aku, Aku tidak sabar melihat karya-karya milik Kak Loren." Kata Vionita sembari tersenyum ke arah panggung di mana acara pembukaan sedang berlangsung.


"Ya,, kalian berdua adalah sepupu, Kalian pasti akan membuat karya-karya yang sangat menakjubkan." Ucap Bian.


"Hm,," jawab Vionita memeluk lengan Bian dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.


'Akhirnya sebentar lagi,, Loren,, tunggu kehancuranmu!!!' ucap Vionita dalam hati.


"Bagaimana persiapan di belakang?" Tanya Loren pada Rika dan Mentari yang baru saja kembali mengecek persiapan di belakang.


"Semuanya sudah siap, Kita hanya perlu menunggu giliran dan para model dari perusahaan kita akan membawakan pakaian kita." Ucap Rika.


"Tapi, aku dengar nomor urutnya di telah diperbaharui lagi, jadi kemungkinan kita tidak akan berada pada urutan ke-15 lagi." Ucap Mentari.


"Tidak masalah," jawab Loren dengan acuh tak acuh.


Urutan tampil malam ini tidak ada masalah, yang paling penting adalah masalah plagiat yang akan Kemabli di ungkit.

__ADS_1


Memikirkan masalah itu, Loren merasa sedikit cemas, bagaimanapun, membela diri di depan banyak orang adalah suatu tindakan yang membutuhkan keberanian tinggi.


'Hah,, aku harap semuanya berjalan lancar,,' pikir Loren dalam hati.


Dia masih sementara menenangkan dirinya ketika dia terkejut saat seorang pria berpakaian serba hitam dengan topi hitam dan masker hitam tiba-tiba datang disampingnya dan duduk di sana.


Karena tempat duduk para penonton dibuat gelap dan hanya cahaya dari panggung yang memantul ke arah mereka maka semua orang tidak menyadari kehadiran pria itu kecuali Loren.


'Aataga,, Mengapa orang ini sangat mencurigakan?' Loren kembali merasa takut sebagai kebiasaannya yang selalu takut dengan orang asing.


Apalagi, pria disampingnya ini sangatlah mencurigakan.


'Sebaiknya aku pindah,' pikir Loren sembari melihat ke salah satu kursi kosong di antara Mia dan Mentari.


Namun, baru saja ia akan berdiri ketika dia terkejut saat pria yang duduk disampingnya tiba-tiba memegang tangannya.


Keringat dingin langsung memenuhi tubuh Loren saat pria itu berusaha menariknya, tapi dia mematung di tempatnya ketika pria itu berbisik pelan di telinganya "Ini aku."


Mendengar suara itu, jantung Loren berpacu dengan sangat kencang karena dia merasa sangat takut.


Mengapa pria itu ada di situ?!!

__ADS_1


__ADS_2