Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#85. Semua orang sedang salah paham


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Balthasar.


Setelah sarapan bersama, Loren mengantar Cristian ke depan Mansion sebab pria itu akan pergi bekerja.


"Makan siang nanti aku akan kembali." Ucap Christian pada Loren.


"Saya tahu, tapi apakah Tuan akan membawakan saya bunga?" Tanya Loren dengan polos menghentikan langkah Christian yang sedang menggandeng tangan Loren.


"Kau ingin dibawakan bunga?" Tanyanya memastikan.


"Ya..! Aku melihat dalam TV ketika para pria kembali ke rumah mereka akan membawakan bunga untuk kekasih mereka!" Ucap Loren dengan wajah polosnya.


Ransi yang kembali bertugas dan mendengar ucapan Loren hampir saja tersedak air liurnya saat mendengar kata kekasih.


'Aku baru menghilang sehari dan mereka sudah menjadi sepasang kekasih?!' Ransi hendak bertepuk tangan untuk Cristian atas kemajuan besar yang dilakukan oleh pria itu.


Sementara Christian yang mendengar ucapan Loren, pria itu terdiam memandang Loren yang tersenyum bahagia ke arahnya, dia tidak menyangka kalau apa yang mereka bicarakan kemarin Ternyata dianggap serius oleh Loren.


Tapi itu bukan masalah karena justru merupakan sebuah keuntungan!


"Ya, aku pasti akan membawakan bunga untuk kekasihku yang cantik ini." Ucap Christian tersenyum menarik Loren ke pelukannya.


Mereka sudah menjadi sepasang kekasih!


Loren membalas pelukan Cristian dan tersenyum merona diperlukan pria itu.


Mereka sudah menjadi sepasang kekasih dan sekarang mereka hendak berjuang untuk menikah supaya bayi di dalam perutnya bisa lahir dengan orang tua yang lengkap!

__ADS_1


"Kalau begitu aku berangkat dulu," kata Christian melepas pelukan mereka dan hendak meninggalkan Loren ketika Loren masih memegangi tangannya.


"Ada lagi?" Tanya Christian.


"Itu, Tuan belum berpamitan pada anak kita." Ucap Loren membuat Christian terdiam.


Anak kita!!!!


Bahkan Ransi yang berdiri tak jauh dari kedua orang itu kini merasa separuh dirinya telah terserap ke lubang hitam dan tak bisa kembali lagi!


Anak kita!!!


Anak kita apaan?!


Ransi betanya-tanya bersama beberapa pengawal yang berjaga di sekitar situ karena mendengar ucapan Loren.


Hal itu membuat semua orang kini semakin salah paham pada Loren dan Christian.


Loren benar-benar hamil!


Hamil!!!!


Christian mengangkat tangannya dan meraih wajah Loren lalu mengangkat wajah perempuan itu agar tatapan mereka bertemu.


"Bukan begitu, kan tadi aku sudah berpamitan padamu, jadi sama saja berpamitan padanya juga. Iya kan?" Ucap Christian membuat Loren berpikir sesaat sebelum mengangguk.


"Iya,, aku yang mewakilinya berbicara dengan Tuan!" Ucap Loren tersenyum.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pergi sekarang." Ucap Christian mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir Loren lalu pria itu segera berjalan ke arah mobil.


Semua pengawal "..."


Gila..!!!


"Hati-hati!" Loren berkata penuh semangat sembari melambaikan tangannya dan mengukir senyum indahnya pada Christian.


Christian membalas senyum Loren, ia terpesona akan permpuan itu.


Ketika mobil berjalan, Ransi tiba-tiba melihat kearah Christian dan melancarkan jurusnya.


"Tuan, Apakah Nona Loren sedang hamil? Saya dengar perempuan yang hamil muda sangat cocok diberikan bunga violet Afrika. Bagaimana kalau saya menyiapkan diri untuk Nona Loren?" Tanya Ransi yang berharap pria itu akan merasa senang dengan usulannya dan mungkin dia bisa mendapatkan beberapa hari libur tambahan!!!


Christian terdiam sesaat, semua orang sedang salah paham pada Loren, bahkan Loren sendiri salah paham terhadap dirinya sendiri.


"Siapkan bunga mawar." Ucap Christian mengingat bagaimana dia pernah melihat Loren mengagumi bunga mawar di taman.


"Baik Tuan." Jawab Ransi yang merasa agak bingung.


'Kenapa Tuan Christian malah memilih bunga mawar? Apakah penjelasan ku kurang baik?' Ransi merasa aneh,,,...


@Interaksi



Iya,, minum satu gumbang ya,, biar makin merona...!!!🤭

__ADS_1


__ADS_2