
Akhirnya Loren tidak punya pilihan lain selain mengganti pakaiannya yang basah dengan kemeja milik Christian jadi perempuan itu segera memasuki kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
Begitu selesai, Loren berdiri di depan cermin melihat dirinya sendiri.
Kemeja Christian tampak kebesaran di tubuhnya, panjang kemeja itu sampai pertengahan paha Loren jadi di setengah kakinya yang mulus dan putih langsung terpampang membuat Loren tak nyaman karena masih ada sedikit lemak di sana.
'Aduh,, kalau aku keluar seperti ini dia pasti akan mengira kalau aku sengaja menggodanya.' Loren merasa gelisah sembari meremas kemeja hitam itu dan melihat ke arah bajunya yang basah.
Tok tok tok....
Tiba-tiba suara pintu diketuk membuat Loren langsung menoleh ke arah pintu "Sebentar," katanya.
Loren meraih bajunya yang sudah kotor lalu membuka pintu kamar mandi dan melihat Cristian berdiri disana menunggunya.
Pria itu membawa segelas air putih.
Merasa sangat risih karena Christian menatapnya dari atas sampai ke bawah, Loren berharap hotel itu segera membuat sebuah lobang yang menelannya supaya tidak dilihat oleh Christian.
"Tidak buruk." Kata Christian lalu pria itu mengulurkan tangannya mengambil gaun Loren yang di pegang Loren.
"Tu, tuan mau apa?" Tanya Loren dengan panik saat melihat Christian membawa gaunnya.
"Minum ini." Kata Christian menyerahkan gelas. "Awas jatuh lagi."
Loren menerimanya dan meneguk airnya sambil memperhatikan Christian yang pergi ke sisi pintu.
__ADS_1
"Antarkan ini untuk di cuci." Perintah Christian menyerahkan daun Loren pada Ransi lalu pria itu segera pergi meninggalkan kamar Christian.
"Dokternya ada di sana. Ayo," kata Christian memegang lengan Loren lalu pria itu membuka sebuah pintu penghubung antara kamarnya dengan ruangan lain lalu mereka keluar melihat Dokter Bian sedang menunggu mereka.
Loren berusaha menarik tangannya untuk menghentikan Christian karena Loren merasa tidak percaya diri dengan penampilannya saat ini.
Merasakan tarikan tangan Loren, Christian berbalik menatap perempuan itu.
"Kenapa?" Tanyanya.
Loren berdiri sembari mengintip Bian dari balik tubuh Christian.
"Saya,, saya, pakaian saya..." Loren ingin mengatakan bahwa dia tidak nyaman memperlihatkan setengah kaki yang terekpos di depan pria, tapi dia juga baru sadar bahwa dia memperlihatkannya di depan Christian. Christian adalah seorang pria!
Dengan memikirkannya, Loren kembali merasa jantungnya akan meledak dan tangannya yang digenggam oleh Christian menjadi semakin basah.
"Tidak apa,, aku akan menyuruhnya melupakan hari ini." Ucap Christian lalu merangkul Loren dan mereka duduk di sofa tepat di depan Dokter Bian.
Begitu duduk, kemeja yang di kenakan Loren semakin tertarik ke atas hingga perempuan itu menjadi sangat risih dan memegangi ujung kemejanya berusaha menariknya untuk menutupi pahanya.
Christian melihat tangan Loren yang gelisah menarik ujung kemeja lalu menyadari bahwa apa yang telah Ia pikirkan adalah kesalahan.
"Berdiri." Tiba-tiba minta Christian sembari menarik Loren agar perempuan itu berdiri.
Christian segera melepaskan kemeja yang ia kenakan lalu memberikannya pada Loren untuk menutup.
__ADS_1
Dokter Bian "..."
"I,, ini,,," Loren gelagapan, sekarang bukan hanya gelas yang ia rusak kini dia mencemari 2 kemeja milik Christian!
"Duduklah." Ucap Christian menekan bahu Loren lalu perempuan itu duduk dengan nyaman.
Sementara Christian, pria itu kembali ke kamar untuk mengambil sebuah kemeja lain.
Sementara Loren, setelah Christian pergi jantungnya perlahan-lahan mulai berpacu dengan normal apalagi dia bersama orang yang begitu ramah padanya.
"Sepertinya karena hubungan kalian semakin dekat." Komentar Dokter Bian setelah Christian menghilang di balik pintu.
Loren yang mendengarkan ucapan Bian langsung mengangkat wajahnya dan menatap dokter Bian.
'Hubungan kami semakin dekat? Apa maksudnya?' jantung Loren yang tadinya mulai berdegup dengan normal kini berdetak dengan kencang setelah mendengar ucapan dokter Bian.
@Interaksi
Maaf ya,, kemaren otor revisi novelnya trus gak sengaja kepencet tamat 😂😂 Tapi bakal lanjut terus kok novel ini...
...
...
__ADS_1
...