
Loren terus berjalan ke arah ruangan yang ditunjukkan oleh pengawal.
Sepanjang langkahnya, Loren bisa mendengar semua orang bergosip tentang dirinya dan Christian.
Beberapa bahkan membahas Chataline dan Heryani yang bertingkah konyol di atas panggung.
Tetapi Loren mengabaikan semuanya dan tetap berjalan seolah tidak mendengar apa pun.
Setelah melewati lorong dan beberapa ruangan, mereka akhirnya tiba di pintu khusus.
"Ini ruangannya?" Tanya Loren saat sang pengawal sudah berhenti.
Pengawal tidak mengatakan apa pun, ia hanya mengangguk menekan tombol open.
Begitu pintu terbuka, Loren keheranan melihat bawah ternyata dibalik pintu itu adalah lift.
"Oh," Loren langsung memasuki lift lalu secara otomatis lift tersebut bergerak ke atas.
Ting!
Pintu lift terbuka mengantar Loren ke sebuah ruangan yang di desain mewah.
Loren merasa kagum sembari bejalan pelan memasuki ruangan.
"Kau sudah datang," ucap seseorang mengejutkan Loren.
Perempuan itu langsung berbalik lalu melihat Christian.
__ADS_1
Tampak pria itu membuka lengannya sebagai pertanda agar Loren masuk ke pelukannya. Jadi Loren langsung tersenyum sembari melemparkan diri ke pelukan pria itu.
"Apa kau menunggu lama?" Tanya Loren sembari mendongak melihat wajah suaminya.
"Sangat lama hingga aku tak bisa lagi menahannya," ucap Christian langsung menunduk mendaratkan ciuman di bibir istrinya.
Cup!.......
Ciuman itu berlangsung 5 menit sebelum Christian memberi jeda agar Loren bisa bernafas. Tetapi pria itu tetap tidak melepaskan Loren.
Christian mengangkat Loren dengan posisi kaki dan tangan Loren melingkar di pinggang dan leher Christian.
Pria itu lalu membawa Loren ke ranjang dan membaringkannya.
"Kapan kau menyiapkan ini?" Tanya Loren sembari menarik kepala Christian agar lebih dekat dengannya.
Setelah beberapa menit, ia menurunkan ciumannya ke leher Loren, tangan pria itu pun berkelana di seluruh tubuh Loren.
Inchi demi inchi tubuh Loren dijelajahi bibir dan tangan Christian hingga keduanya larut dalam lautan kemesraan sepasang suami istri.
Cup cup cup....
"Ehemmm... mm..... Sa, sayang!! Ng!" Loren menjerit keras menjepit tubuh Christian saat ia merasakan tubuhnya diterbangkan sangat tinggi ke langit asmara.
Cup cup cup...
Tetapi Christian tidak memperdulikan ricauan Loren, pria itu tetap sibuk menjalankan tugasnya sebagai suami berbakti dengan memuaskan istrinya.
__ADS_1
"Hah,, hmmm,, mmm...." Loren menjambak rambut Christian dengan kepalanya yang bergerak tak karuan.
Cup cup cup...
"Mmnhh... Nnggg!!! Hah....... Hah..." Tubuh Loren bergetar tatkala ia mencapai puncak momen pertamanya.
Beberapa detik kemudian, tubuh Loren melemas dengan mata yang sayu menatap suaminya yang tersenyum ke arahnya.
Pria itu lalu melepaskan pakaian mereka hingga keduanya menjadi polos.
Christian menunduk membenturkan hidungnya dengan hidung Loren lalu membelai rambut Loren.
"Siap untuk melanjutkan?" Tanya Christian.
Menganggukkan kepalanya, Loren tersenyum mengiyakan pertanyaan suaminya.
Jadi Christian dengan semangat menunduk mencium Loren, kembali membimbing perempuan itu untuk permainan panas mereka.
Sementara Loren, ia menyambut dengan senang hati. Perempuan itu bahkan membantu suaminya dengan tangan kecilnya menggenggam pisang kenikmatan milik Christian dan memainkannya dengan lembut.
"Hah.. hah.... Hah... Hm."
"Hmmm... Ng... Mm..."
Keduanya tak berhenti bersuara karena permainan yang mereka ciptakan.
Info..
__ADS_1
Maaf ya... Otor abis pindah planet, dan sinyal di planet baru otor begitu tidak mendukung, jadi... Bakal ada keterlambatan update 🙏🙏🙏