
"Oya, 1 bulan yang lalu ketika kita bertemu di perusahaan CB Group, Zaidan mengatakan kau hilang. Apakah ada sesuatu?" Tanya Loren yang belum sempat menanyakan kabar Chataline selama beberapa minggu terakhir sebab Dia melihat perempuan itu mulai aktif lagi di dunia hiburan.
"Ah ya," Chataline menghela nafas sembari menahan kekesalannya mengingat kejadian terakhir kali ketika ia dijual oleh pamannya sendiri.
Sayangnya, dia tidak bisa menceritakan hal tersebut pada siapapun, sebab dia adalah seorang publik figur. Jika hal tersebut tersebar maka dia akan di blacklist dari industri hiburan.
"Kau tahu, aku pergi ke tempat pemotretan mu untuk bertemu dengan Nona Marina, dan saat itu aku terpaksa meninggalkanmu menjadi model karena mereka kekurangan model, sebab kau tidak datang." Ucap Loren.
"Hah,, saat itu ponselku mati, dan pamanku tiba-tiba memiliki keperluan yang membutuhkan bantuanku jadi aku tidak bisa menolaknya. Oya, tapi aku melihat hasil pemotretanmu sangat bagus, bahkan mengalahkan model yang bersanding bersamamu." Ucap Chataline langsung membuat wajah Marina menggelap.
Dialah yang bersanding bersama dengan Loren, itu artinya dia lebih buruk daripada Loren!!!
"Ah,, tidak, jangan memujiku seperti itu," ucap Loren yang tidak mau menambah masalahnya dengan Marina.
__ADS_1
"Hah,, Apa kau takut menyinggung junior ku?" Chataline bertanya pada Loren sembari melihat ke arah Marina yang tampak sedikit gemetar di tempatnya.
"Bukan,, bukan begitu..." Ucap Loren tak tahu harus berkata apa, sebab dia dan Marina memang sudah membentangkan bendera peperangan.
"Hah,, kalau dia berani mengganggumu, katakan saja padaku dan aku yang akan mengurusnya. Dia hanya mengandalkan teman dari ibunya yang memiliki sedikit saham di tempat ini, sangat menggelikan untuk membanggakan hal kecil seperti itu." Ucap Chataline.
Meski dia sudah tahu bahwa dirinya ternyata tidak disukai oleh Christian, tetapi paling tidak,, orang-orang di agensi mereka masih berpikir bahwa dia dan Christian memiliki hubungan, jadi dia masih harus memanfaatkan hal tersebut dengan baik.
Lagi pula, pamannya sudah sepakat untuk tidak membeberkan rahasia itu.
Tiga orang yang ada di tempat itu hanya bisa mengerjapkan mata mereka melihat bagaimana Marina berbohong.
Dua detik terbengong, Loren langsung memanfaatkan kesempatan, "Ah,, tentu saja Marina tidak seperti itu." Ucap Loren mengambil berkas di atas meja lalu memberikannya pada Marina.
__ADS_1
"Maafkan aku, tapi tadi aku lupa desain mana yang sudah kau pilih dari sini." Kata Loren membuat Marina mengatup erat-erat giginya.
Ia menerima berkas dari Loren lalu membukanya sembari menahan nafasnya melihat desain-desain itu.
'Sialan!! Desain-desain ini sangat bagus. Tapi aku tidak boleh mengakuinya karena aku hanya perlu menunjuk satu.' pikir Marina dalam hati lalu dia memilih salah satu desain yang terlihat sangat bagus di matanya.
"Yang ini," ucapnya menunjukkan desain yang ia pilih pada lorent.
"Ahh, yang ini," kata Loren kembali mengambil buku itu dari Marina lalu sengaja memperlihatkannya pada Chataline agar nanti Marina tidak bisa mengelak lagi.
"Oh,, desain ini sangat bagus, kau sangat pandai membuat desain." Puji Chataline melihat desain yang dipilih oleh Marina.
'Sialan!!! Beraninya dua orang itu merendahkanku seperti ini!! Pokoknya aku akan mencari tahu kelemahan mereka berdua lalu mengancamnya!! Aku tidak percaya jika Christian bisa menyelamatkan perempuan itu saat aku membeberkan kelemahannya pada publik!!!' ucap Marina dalam hati sembari mengepal erat tangannya, ia begitu benci dengan Chataline yang selalu menggunakan statusnya untuk menekannya.
__ADS_1
Dan terlebih, ia membenci Loren yang sudah mempermalukannya di antara banyak orang.