Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#181. Loren yang perhatian


__ADS_3

Jam pulang kantor akhirnya tiba, Loren dan Gio sudah bersiap untuk pulang kecuali lima perempuan yang sedari pagi belum menyelesaikan pekerjaan mereka.


"Hati-hati di jalan Kak Loren!" Semua orang melambaikan tangan pada Loren dan Gio yang sudah berjalan ke pintu keluar.


Meski mereka masih harus lembur mengerjakan pekerjaan mereka, tetapi mereka tidak bisa menahan rasa senang mereka yang jauh lebih besar daripada rasa lelah.


"Jangan bekerja sampai terlalu larut, perkejaan ini masih bisa dilanjutkan besok." Ucap Loren sebelum keluar dari pintu.


"Kami mengerti!"


"Baik Kak Loren," semua perempuan yang tertinggal di ruang desain menjawab dengan serentak.


"Jangan lupa makan malam!!" Seru Gio sebelum menutup pintu ruang desain meninggalkan kelima perempuan yang masih bersemangat.


"Astaga,,, seandainya aku tahu kalau kejadiannya akan begini, Aku tidak akan pernah berpaling menjadi tidak percaya pada Nona Loren!!" Kata Mentari sembari menggertakan giginya menyesali kebodohan yang sudah ia lakukan.


"Hah,, benar sekali!! Kita benar-benar bodoh sudah mempercayai gosip murahan di internet!!!" Siren ikut menggerutu sembari memperhatikan tumpukan kertas di depannya.


Satu persatu dari mereka terus mengeluhkan kebodohan mereka sampai akhirnya ponsel Mia tiba-tiba berdering.


"Ah, Kak Vionita menelponku lagi," ucapnya dengan wajah berseri mengambil ponselnya.


Perempuan itu akan menekan tombol terima ketika Megi yang duduk disampingnya menghentikan tangannya.


"Ada apa?!!" Tanya Mia dengan kesal memandang pada Megi.


"Kau sudah bekerja di sisi Kak Loren, mengapa kau masih terus berharap untuk bergabung dengan Vionita? Tidakkah kau akan menyesal nanti seperti yang terjadi sekarang?" Tanya Megi yang sudah lama menahan kekesalannya pada Mia.


"Apa maksudmu? Kalau aku bekerja untuk Kak Loren, bukan berarti aku harus menjauhi Kak Vionita kan? Kalau kau iri karena aku mengenal lebih banyak desainer daripadamu, maka sebaiknya kau menggigit lidah sendiri karena kau tidak seberuntung diriku!!" Ucapnya dengan kesal lalu perempuan itu berbalik memunggungi Megi dan menerima panggilan telepon dari Vionita.


"Halo Kak Vionita," ucapnya dengan suara berseri-seri bagai perempuan yang sedang berbicara dengan kekasihnya.


Keempat perempuan yang melihat tingkah laku Mia langsung memutar bola mata mereka, benar-benar perempuan menyebalkan!!

__ADS_1


"Mia, bagaimana kabarmu? Apakah harimu berjalan dengan lancar?" Tanya Vionita dari seberang telepon didengar oleh semua orang di ruangan itu, sebab Mia sengaja menggunakan volume yang tinggi untuk menerima telepon dari Vionita.


"Kabarku baik Kak,, hari ini pun perusahaan kami sudah membuktikan bahwa Kak Loren memang tidak pernah melakukan plagiat pada karya Kak Vionita. Aku sangat sedih karena ada orang yang memprovokasi banyak penggemar Kak Vionita hingga mengatakan hal-hal bodoh di internet. Untunglah sekarang masalahnya telah berlalu." Ucap Mia.


"Iya, padahal aku baru berencana untuk mengkonfirmasi kalau sebenarreng Loren tidak melakukan plagiat pada karya-karyaku, hanya terlihat sedikit mirip sebab Kami menggunakan gaya yang sama dari negara kami. Tapi untunglah sekarang kesalahpahaman nya sudah terselesaikan." Ucap Vionita kembali mengagetkan seluruh anggota tim desain.


"Astaga,, Vionita berkata seperti itu, seandainya dia memang peduli, maka seharusnya dari kemarin-kemarin dia mengkonfirmasi kalau Loren tidak pernah melakukan plagiat pada karyanya!!" Kata Mentari dengan suara pelan sembari memandang sinis pada Mia yang terlalu fokus pada teleponnya.


"Oh, kau benar,," ucap Megi dengan suara pelan sembari menganggukkan kepalanya.


Mia mengangguk ke arah ponselnya "Iya, aku yakin seandainya senior Adriana tidak mengkonfirmasi hal ini maka Vionita pasti akan melakukannya sebab Kak Vionita ingin memperbaiki hubungan dengan Kak Loren." Kata Mia pada orang di seberang telepon membuat keempat perempuan yang ada di belakangnya semakin julid mendengar percakapan Mia dan Vionita.


"Ya,, aku sangat menyesal karena kesempatan yang baik berlalu begitu saja,, beberapa hari ini aku terlalu fokus mendesain hingga tidak tahu banyak berita." Ucap Vionita dari seberang telpon.


"Sial!! Perempuan itu benar-benar pandai bersandiwara!! Sekarang aku percaya kalau apa yang di Kenapa Kak Chataline itu benar-benar nyata!! Dia perempuan licik!!" Gerutu Rika.


"Hmm, bisa-bisanya beralasan seperti itu, sangat tidak masuk akal!!!" Keempat perempuan itu terus berbisik-bisik sembari mendengarkan Mia yang terus berbicara dengan Vionita.


"Oya, Sudah lama kita tidak bertemu, Bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama?" Tanya Vionita dari seberang telepon langsung membuat Mia bersorak.


Seandainya Loren tidak memberikan mereka pekerjaan tidak berguna seperti ini, dia sudah pergi bersama Vionita untuk makan malam, tetapi sekarang,,, semuanya gagal!!!


"Ahh,, sayang sekali, kalau begitu, bagaimana kalau besok saja? Apa kau ada waktu besok siang?" Tanya Vionita.


"Tentu saja!! Aku pasti punya waktu untuk Kak Vionita!!" Seru Mia bersemangat.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengirimkan alamatnya padamu." Ucap Vionita lalu mereka mengakhiri panggilan telepon itu.


Setelah menutup teleponnya Mia berbalik menatap semua perempuan yang melihat ke arahnya.


"Kalian dengar sendiri kan? Sebenarnya Kak Vionita berniat untuk memperbaiki hubungan dengan Kak Loren, hanya saja dia belum sempat melakukannya ketika senior Adriana sudah mendahuluinya. Hah,, padahal itu momen yang tepat untuk mereka!!" Ucap Mia menghela nafas.


"Hah,, Aku tidak tahu apakah kau sebenarnya bisa berpikir menggunakan otakmu atau tidak," ucap Mentari menggelengkan kepalanya dengan perempuan yang sangat dodol di depannya.

__ADS_1


Seandainya memang Vionita berniat untuk memperbaiki hubungan, perempuan itu akan mengkonfirmasi berita besar itu pada hari pertama, bukannya menunggu sampai saat setelah orang lain memperbaiki kesalahpahaman.


"Ck!! Bilang saja kau iri karena aku berteman dengan Kak Vionita sementara kau tidak mengenal satupun desainer terkenal!!" Kata Mia sembari berdecak kesal mengambil berkas di atas mejanya lalu memeriksanya.


"Terserah padamu saja!!!" Gerutu Mentari.


"Sudah,, jangan berdebat lagi, kita selesaikan semua ini supaya besok pagi Kak Loren tidak pusing lagi melihat pekerjaan yang menumpuk ini!" Ucap Rika.


"Benar!! Pekerjaan jauh lebih penting daripada mengurusi orang-orang yang iri pada keberuntungan orang lain." Mia kembali menyindir Mentari sebelum ruangan itu menjadi hening karena semua orang fokus pada pekerjaannya masing-masing.


Dua jam mereka masih berkutat di sana, tiba-tiba seorang pengantar makanan memasuki ruangan mereka.


"Halo," kata pria berumur 20-an sembari memperlihatkan sederet gigi-giginya yang rapi.


"Siapa?" Mentari berbalik menatap pria itu dengan keheranan di wajahnya.


"Apakah ini ruangan tim desain LC?" Tanya pria itu.


"Ya, benar," jawab Mentari mengeliling kan pandangannya pada semua orang yang bersamanya, mereka tidak memesan makanan, tapi mengapa pengantar makanan datang ke ruangan mereka?


"Kalau begitu saya sudah memasuki ruangan yang benar. Ini adalah makanan yang dipesan oleh Nona Loren untuk semua anggota tim desain. Di mana saya menaruhnya?" Tanya pria itu mengejutkan semua orang.


"Oh,, di sini saja,," ucap Mentari menunjuk sebuah meja kosong.


"Wah,, Kak Loren yang benar-benar perhatian, dia bahkan memesankan kita masing-masing makanan favorit kita." Ucapan Rika ketika dia melihat semua makanan di sana.


Makanan-makanan itu adalah makanan favorit mereka semua!!


"Benar,, kapan lagi kita mendapat seorang atasan yang begitu memperhatikan bawahannya?" Ucap Megi tersenyum.


"Iya,, tapi aku cukup heran darimana Nona Loren mengetahui masing-masing makanan kesukaan kita ya?" Mentari bertanya sembari menandatangani struk penerimaan.


"Tentu saja dari medsos. Kalian ingat 'kan, Kak Loren men follow seluruh akun media sosial kita." Ucap Rika.

__ADS_1


"Banar!! Kak Loren benar-benar menakjubkan!!" Semua orang berada dalam suasana hati yang baik.



__ADS_2