Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#254. Memindahkan makam


__ADS_3

Cukup lama menangis di depan makam, akhirnya Loren bisa menguasai dirinya dan menenangkan pikirannya.


"Tuan, kita harus menemukan di mana makam ayah dan ibu saya dipindahkan, saya tidak bisa tenang memikirkan mereka." Ucap Loren berusaha menahan air matanya yang terasa ingin terus jatuh ke pipinya.


"Kita akan mencari tahunnya, sekarang tidakkah kau ingin menyapa nenekmu?" Tanya Christian membuat Loren langsung melihat ke makam neneknya yang terletak tak jauh dari mereka.


Akhirnya perempuan itu melangkah ke makam tersebut.


Dari tempatnya, Christian melihat perempuan yang tengah sesegukan di depan makam, pria itu lalu mengeluarkan ponsel dari saku nya.


Christian menelpon seseorang, "Cari tahu siapa dan ke mana makam orang tua Loren dipindahkan. Kirimkan aku informasinya dalam 5 menit!" Kata Christian pada orang di seberang telepon lalu mematikan panggilan itu.


Setelahnya, pria itu menghampiri Loren dan kembali mengelus punggung perempuan yang terus sesegukan berbicara sendirian.


Cukup lama menemani Loren, akhirnya mereka keluar dari tempat itu, Loren duduk di mobil dengan wajah yang sembab.

__ADS_1


"Siapa yang begitu tega?" Loren menatap keluar jendela memikirkan kedua orang tuanya.


Christian yang sekarang mengemudi mengeluarkan tangannya menggenggam tangan perempuan itu, ia mengendarai mobil sesuai dengan informasi yang sudah ia dapatkan dari bawahannya.


Akhirnya mereka tiba di sebuah pemakaman umum yang memiliki standar dibawah pemakan elit ibu kota.


Loren terkejut, "Kenapa kita kemari?" Tanya Loren kebingungan.


Christian menatap Loren, "Yohana, dia yang memindahkan makam orang tuamu kemari karena membutuhkan uang untuk membayar hutang-hutangnya." Ucap Christian mengejutkan Loren.


"Pemakaman di tempat tadi telah habis di beli, jadi tidak ada lagi lahan kosong. Hal ini membuat harganya semakin meningkat dan orang yang menggantikan tempat ayah dan ibumu membelinya dengan harga 5 kali lipat dari Yohana." Ucap Christian mengejutkan Loren.


Setidaknya satu petak makam tipe sederhana di tempat itu menghabiskan 100 juta, sementara orang tuanya mengambil satu set makam pasangan dengan kelas ekslusif, yang memiliki harga 3 kali lipat dari makam tunggal.


Lalu menjualnya pada orang lain ketika stok di tempat itu sudah habis, maka setidaknya bisa menghasilkan tiga kali lipat dari harga semula.

__ADS_1


"Pantas saja,, mereka keterlaluan!!" Loren kembali menangis memikirkan ketamakan anggota keluarganya.


Melihat perempuan itu kembali menangis, Christian melepas sabuk pengamannya lalu menarik Loren ke pangkuannya.


"Hei,, Apakah kau mau menemui Ayah dan ibumu dengan wajah seperti ini?" Katanya pada Loren membuat perempuan yang ada di pangkuannya berusaha untuk mengakhiri tangisannya.


"Tuan,, Saya ingin memberikan tempat peristirahatan terbaik untuk ibu dan ayah saya, dapatkah Tuan membantu saya?" Tanya Loren sambil menatap Christian dengan mata sembabnya.


"Aku sudah mengatur semuanya, makam orang tuamu siap dipindahkan kapan saja kau mau," ucap Christian.


"Terima kasih Tuan," ucap Loren merasa sangat senang hingga kesedihan yang tadi menyelimutinya kini berubah menjadi senyuman di wajahnya.


"Apa kau mau memindahkannya sekarang?" Tanya Christian menyentuh pipi Loren yang merona karena terlalu banyak bergesekan dengan tangan yang menghapus air mata.


"Bisakah?" Tanya Loren yang berharap bisa segera memindahkan makam orang tuanya ke tempat yang lebih layak.

__ADS_1


"Tentu," kata Christian lalu pria itu melakukan sebuah panggilan telepon agar orang-orangnya segera memindahkan makam orang tua Loren ke tempat yang sudah ia persiapkan.


__ADS_2