Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#69. Sangat berbeda


__ADS_3

Loren terus menangis dipelukan Christian hingga kaos pria itu telah kotor oleh air mata dan ingusnya barulah Loren berhenti menangis.


Sembari menstabilkan nafasnya yang naik turun, akhirnya tersadar bahwa dia telah mengotori pakaian Christian.


Wajah perempuan itu berubah merah kepucatan karena merasa takut dan merasa bersalah pada Christian.


"Sudah baikan?" Tanya Christian saat Loren mundur selangkah dari tubuhnya.


"Maaf,, saya mengotori pakaian Tuan." Kata Loren sembari tertunduk tanpa berani mengangkat wajahnya.


Namun, perempuan itu terkejut ketika Christian mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah Loren.


Christian menghapus sisa-sisa air mata diwajah Loren dan memaksa perempuan itu menatapnya.


"Baju ini tidak lebih berharga darimu. Lihat matamu jadi bengkak." Ucap Christian merasa bersalah.


Mata yang indah itu kini terlihat buruk karena dia tidak berusaha menghentikan Loren yang menangis.


"Tu,, tuan,," Loren merasa kebingungan harus berkata apa.

__ADS_1


"Ayo pergi makan." kata Christian menggenggam tangan Loren lalu menarik perempuan itu ke lantai bawah hingga mereka tiba di ruang makan.


Christian menarikan kursi untuk Loren membuat Loren terdiam ditempatnya menatap kelakuan pria itu.


'Dia tidak marah karena aku mengotori pakaiannya, dia tidak marah karena aku memeluknya. Dia menarikan kursi untukku, kami akan makan malam bersama.' suasana hati Loren menjadi lebih hangat saat ia kemudian duduk di kursi yang ditarikan oleh Christian.


Christian hanya tersenyum lalu pria itu duduk di kursi lain dengan penuh semangat.


"Itu,," tiba-tiba suara pelan Loren menarik perhatian Christian jadi pria itu menatap Loren tanpa memudarkan senyum di bibirnya.


Loren merasa canggung bertatapan dengan pria itu, bagaimanapun beberapa waktu yang lalu dia masih ketakutan menatap Christian.


"Saya minta maaf atas makan malam terakhir yang berantakan." Kata Loren sembari menundukkan wajahnya tidak berani menatap Christian.


Loren terkejut karena itu adalah bunga yang sama dengan yang hendak diberikan Christian ketika mereka berada di hotel xx.


Lebih terkejut lagi, Christian tiba-tiba berdiri lalu pria itu berlutut di samping Loren.


"Bunga ini, untukmu." Ucap Loren langsung membuat pipi Loren merona.

__ADS_1


"Te,, terima kasih." Kata Loren mengambil bunga itu dan memeluknya dengan bingung. Bingung harus berekspresi seperti apa.


Namun ketika dia mengingat tentang jepit dasi dan gantungan dinding yang ia buat, Loren segera menyisihkan buket bunga itu ke samping lalu mengambil jepit dasi dan gantungan dinding yang ia buat.


"Ini,, milikmu," kata Loren mengangkat tangannya memperlihatkan jepit dasi yang pernah ia berikan pada Christian di belasan tahun yang lalu.


Christian menatap jepit dasi itu dan hatinya menjadi lebih hangat. Dia sudah mendengar ucapan pengawal yang mengatakan bahwa Loren mengira jepit dasi itu adalah milik Abimanyu.


Awalnya dia sangat terkejut, tapi sekarang dia merasa sangat senang lalu mengulurkan tangannya mengambil jepit dasi itu.


"Aku minta maaf karena gagal menemukanmu tepat waktu. Aku juga minta maaf ketika kau datang ke tempatku aku malah mengusirmu dan memperlakukanmu dengan kasar. Seandainya hari itu aku tahu kau adalah penyelamatku, aku tidak akan melakukan ini. Saat itu aku berpikir kau sama dengan perempuan perempuan lainnya yang datang mendekatiku karena hartaku, jadi aku terpaksa menjaga diri darimu. Maaf."


Loren menatap Christian tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.


"Tuan juga bisa berbicara banyak." Kata Loren sembari tersenyum membuat Christian terdiam.


Bahkan Ransi yang berdiri di sebelah ruangan mendengarkan mereka juga ikut tertawa.


Kapan Cristian berbicara sangat banyak seperti itu?

__ADS_1


Hanya urusan Loren yang membuatnya bisa mengeluarkan banyak sekali kata-kata dari mulutnya, bahkan bisa membuat pria itu berteriak meledak karena emosinya.


Sangat berbeda ketika orang lain yang membuat Christian marah, Christian malah akan semakin tenang dan tidak pernah membuang tenaganya untuk berbicara panjang lebar.


__ADS_2