
Satu minggu yang dinantikan semua orang akhirnya berlalu dengan cepat dan saat ini Loren sudah berada di depan sebuah gedung berlantai 15.
Perusahaan barunya berada di gedung itu, tepatnya pada lantai 10 dan lantai 11.
Hanya dua lantai, tetapi itu sudah cukup untuk ukuran perusahaannya yang masih di kata baru mulai dari titik nol.
"Ayo masuk Nona," ucap Elman lalu kedua orang itu segera masuk ke lobby dan menaiki lift menuju lantai 10.
"Apa yang harus dilakukan di acara peresmiannya?" Loren beritanya sebab Dia belum informasi apapun dari Andreas.
"Ini hanya peresmian sederhana jadi beberapa karyawan yang sudah ditetapkan bekerja di perusahaan akan berkenalan satu sama lain. Tuan Andreas sendiri yang kan memimpinnya." Ucap Elman.
"Ahh begitu," Loren mengangguk mengerti lalu dengan jantung yang berdebar ia menunggu lift tiba di lantai 10.
Begitu tiba mereka langsung melihat tempat itu mulai ramai satu-persatu orang telah datang dan ternyata acara peresmiannya hanya diadakan dalam makan-makan kecil.
"Halo, apa Kalian juga bagian dari LC?" Seorang perempuan muda yang energik ikut keluar dari lift yang lain dan langsung menyapa Loren dan Elman.
"Ya, perkenalkan ini Nona Loren dia adalah ketua tim desain dan saya adalah Elman, sekretaris sekaligus asistensi CEO." Elman menjawab perempuan energik itu.
"Wahh benarkah... Kalau begitu salam kenal, Nama saya mentari, saya adalah anggota tim desain." Kata perempuan itu dengan semangat yang luar biasa.
__ADS_1
"Kalau begitu kita satu tim. Semoga kita bisa bekerja sama." Ucap Loren dengan suara yang ramah.
"Ya, kita pasti bisa. Ayo masuk bersama," mentari merangkul Loren lalu kedua orang itu meninggalkan Elman.
"Halo semuanya,," Mentari terlihat sangat energik ia menyapa suaranya yang keras langsung menarik perhatian semua orang.
"Halo,,"
"Halo,, kalian tim apa?" Sala seornga bertanya.
"Kami tim design!." Jawab Mentari dengan semangat.
"Hei,, tim design di sini!" Seorang pria dengan tubuh yang kurus langsung melambaikan tangan lalu mentari segera menarik Loren ke arah meja pajang yang dikelilingi 5 orang.
"Halo semuanya,," Loren berkata dengan pelan sembari menahan kegugupannya sebab dia takut kalau orang-orang itu mungkin tidak akan menerimanya dan dia mungkin akan sulit bersosialisasi dengan mereka sebab Dia tidak terbiasa.
"Jadi kau ketuanya,, duduklah," seorang perempuan berkata dengan judes sembari memalingkan wajahnya dari Loren.
"Ya,, ya,, duduklah." Pria bertubuh kurus juga berbicara.
"Terima kasih," kata Loren segera duduk di sala satu kursi kosong.
__ADS_1
"Hei,, sepertinya tim desain sudah lengkap, Ayo kita perkenalkan diri satu per satu." Ucap Mentari.
"Ya, dimulai dari aku,, namaku Gio, pengalaman kerja belum ada, tapi pernah memenangkan kompetisi design yang diadakan perusahaan xx.." ucap Gio dnegan percaya diri.
"Wahh,,, Kau pernah menang kompetisi perusahaan Xx, lalu mengapa tidak bergabung dengan mereka dan malah memilih perusahaan baru ini?" Tanya mentari.
"Kau benar, tapi saat itu situasinya sangat sulit sebab ibuku tiba-tiba masuk rumah sakit jadi aku tidak bisa memenuhi panggilan mereka." Ucap Gio dengan wajah yang ditekuk.
"Sayang sekali,, tapi di perusahaan ini semoga kita bisa bekerjasama dan membuat nama perusahaan ini semakin melambung tinggi mengalahkan perusahaan xx!" Ucap Mentari menyemangati Gio.
"Semoga begitu!" Ucap Gio kembali bersemangat.
Mereka lanjut perkenalan diri dan Loren mengamati satu per satu dari anggota tim dosen sudah memiliki setidaknya pengalaman kerja yang bisa mereka banggakan.
Semuanya lebih pantas menjadi ketua tim dibanding dirinya yang tidak pernah memiliki pengalaman apapun.
"Terakhir ketua kita,, Aku ingin melihat seberapa banyak pengalaman kerjamu hingga kau bisa duduk di posisi ketua." Siren berkata dengan judes sembari melihat Loren dengan wajah datarnya yang tak bersahabat.
Mendengar ucapan Siren, tangan Loren kembali berkeringat dia merasa gugup dan ini adalah kebiasaannya.
'Aku harus menjawab apa?'
__ADS_1