Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#189. Simpanan


__ADS_3

Loren dan Anda terus berjalan bersama hingga mereka tiba di depan lift.


"Silahkan," kata Anda ketika lift telah terbuka lalu Loren melangkah duluan ke dalam lift diikuti oleh Anda.


"Terima kasih," ucap Loren merasa bahwa Anda adalah pria yang sopan dan memperhatikan perempuan.


Anda menekan lantai 21 lalu pria itu berdiri pada jarak paling jauh dari Loren.


"Aku dengar seseorang mengatakan kalau di apartemen kita ada seorang pengusaha besar yang sering berkunjung kemari. Apakah kau tahu nomor ini juga?" Tiba-tiba tanya Anda membuat Loren mengangkat wajahnya menatap pria itu.


'Apakah yang dimaksud itu adalah Christian?' dalam hatinya Loren menjadi cemas kalau-kalau ada yang memergoki Christian berada di tempat itu.


"Siapa pengusaha besarnya?" Tanya Loren dengan gugup.


"Hm,, aku juga tidak tahu, tetapi aku hanya mendengar rumornya bahwa ada pengusaha besar yang tinggal di gedung kita. Padahal gedung ini tidak terlalu mewah untuk seorang pengusaha besar, tapi kira-kira apa yang dilakukan di sini?" Anda berbicara sembari berpikir akan jawaban dari pertanyaannya sendiri.


"Begitu ya,," Loren tidak mau memberi komentar apapun, dia hanya mengangguk ngangguk sembari tersenyum kecil menyembunyikan kecemasan dalam hatinya.


"Ya,, pengusaha besar tidak mungkin tinggal di tempat seperti ini, dia juga tidak mungkin memiliki keluarga yang dibiarkan tinggal di tempat seperti ini. Kemungkinan terbesarnya adalah pengusaha besar itu memiliki seorang simpanan yang menghuni salah satu apartemen di gedung ini." Ucap Anda membuat Loren merasakan jantungnya berdegup sangat kencang sampai hampir keluar dari tempatnya.


Simpanan?

__ADS_1


Seorang simpanan?


'Apakah saat semua orang mengetahui aku tinggal dengan Christian maka semua orang berpikir bahwa aku adalah simpanannya? Tapi memang benar, saat ini aku masih belum layak untuk menjadi kekasihnya bahkan untuk menjadi simpanannya saja,,,' Loren mengatup erat giginya.


"Hei, kenapa wajahmu jadi tegang seperti itu?" Tiba-tiba pertanyaan dari Anda menarik Loren dari lamunannya.


"Ah,, maaf, saya hanya mengingat pekerjaan saja," ucap Loren tersenyum kikuk.


"Begitu ya,," jawab Anda.


Ting!


"Sampai jumpa Nona Loren," ucap Anda berjalan ke arah apartemennya.


"Sampai jumpa," ucap Loren.


Setelah Loren tiba di pintu apartemennya, perempuan itu membuka pintu lalu terkejut ketika masuk melihat Christian sudah menunggunya di sana.


Pria itu berdiri dengan tatapan datar menatapnya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Tuan kenapa?" Tanya Loren mendekati Christian lalu memeluk pria itu dengan hangat.

__ADS_1


"Saya rindu," katanya menggosok-gosokkan wajahnya di dada bidang Christian sebab dia merasa kesal bahwa pada sore hari itu dia tidak menghabiskan perjalanannya dari kantor dengan duduk dipangkuan Christian.


Apalagi setelah mendengar ucapan Anda yang mengatakan bahwa seorang pengusaha besar memiliki simpanan yang tinggal di gedung ini.


Meski pria itu tidak mengatakan bahwa perempuan itu adalah Loren tetapi dari fakta yang ada,, tentu saja hal itu dijuruskan padanya.


"Apa pria itu menyentuhmu?" Tanya Christian mengulurkan tangannya menahan wajah Loren agar perempuan itu mendongak melihatnya.


"Uh,, Tuan,, saya sudah berjanji pada Tuan Kalau tidak ada pria yang boleh menyentuh saya. Jadi mana mungkin pria itu menyentuh saya?" Kata Loren menggembungkan pipinya menatap Christian dengan kesal sebab pria itu tidak mempercayainya.


"Baguslah,," kata Christian menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman di bibir Loren.


Memang tadi dia melihat Anda mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Loren tetapi Loren tidak menerima jabat tangan itu.


Dia hanya kembali menanyakannya untuk berjaga-jaga jikalau di dalam lift pria itu sudah berani macam-macam pada perempuannya.


@Interaksi



Dasar berpengalaman,, otak otor jadi tercemar sedikit🙄

__ADS_1


__ADS_2