Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#199. Tak patut dikasihani


__ADS_3

Setelah meninggalkan kantor, Loren menaiki sebuah mobil yang diatur Christian untuk menjemputnya.


Perempuan itu sangat terkejut ketika masuk ke dalam mobil dan melihat Christian sedang tersenyum kearahnya.


"Tuan di sini? Sudah berapa lama menunggu di sini?" Tanya Loren sembari mendekat kearah Christian dan memeluk pria itu dengan hangat.


Kenyamanannya.....


"Baru saja," jawab Christian membalas pelukan Loren sembari mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala Loren.


Niat ciuman yang awalnya hanya sekejap itu tertahan ketika ia menghirup aroma lembut yang khas dari rambut Loren.


Sangat nyaman.


"Oya Tuan,," Loren mengangkat wajahnya menatap Christian ketika dia teringat sesuatu, "Apa yang Tuan duga benar-benar terjadi," kata Loren menghela nafas.


"Dugaanku yang mana yang terjadi?" Tanya Christian mengulurkan tangannya menyentuh lesung pipi Loren.


Banyak hal yang mereka bicarakan, dan banyak dugaan yang Christian katakan pada Loren setiap kali perempuan itu meminta nasihat padanya.


"Hah,, tentang Mia yang akan meminta gambar desainku, sepertinya Vionita memang mendekati miyah untuk mempererat Mia mendapatkan desain-desain itu." Kata Loren menghela nafas, sudah dari dulu Christian menduganya ketika dia menceritakan bahwa Mia seringkali berdekatan dengan Vionita.

__ADS_1


Awalnya Loren mengabaikannya tetapi setelah hari ini melihat gelagat Mia, Loren selalu terngiang-ngiang akan ucapan Christian.


Perempuan itu tidak tulus mendekatinya, perempuan itu memiliki maksud dan tujuan buruk yang disembunyikan.


"Jangan sedih,, semua orang memiliki hak untuk memilih. Jahat dan baik selalu ada pada diri masing-masing, tetapi tergantung manusianya, dia ingin condong pada sisi yang mana." Ucap Christian membuat Loren tercengang.


"Apakah Tuan baru saja membaca buku yang dibawa dari kuil?" Tanya Loren.


Christian yang terkenal kejam, bahkan pada sahabatnya sendiri memberikan hukuman cambuk hingga sahabatnya Hampir mati kini berbicara tentang sebuah ceramah yang pernah Loren baca di buku yang mengajarkan tentang kebaikan.


"Ya,, beberapa hari ini aku membaca beberapa buku baru." Jawab Christian semakin membuat Loren tercengang.


"Kenapa?" Tanya Loren.


Pria di depannya!!! Pria itu...!!


"Apakah maksud tuan, tuan mau berubah karena saya?" Loren bertanya dengan hati-hati.


"Demi kekasihku, apa pun bisa kulakukan," jawab Christian disambut suara terbatuk supir yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.


Segera, tatapan Christian menjadi dingin menatap sang supir dari spion yang ada di dalam mobil.

__ADS_1


Melihat tatapan Christian yang terlalu menakutkan pada supirnya, Loren kemudian menghela nafas dengan kasar.


'Baru saja katanya mau berubah hingga membaca buku-buku yang menceritakan tentang kebaikan, tapi sekarang,,' Loren ingin tertawa sangat keras tetapi dia menahan nya sembari menyembunyikan wajahnya di dada bidang Christian.


Terserah saja lah,,,, dia tidak mau memikirkannya!!!


Akhirnya setelah lama terus menyembunyikan wajahnya di dada Christian, mobil mereka berhenti di sebuah restoran.


Keduanya memasuki restoran dan Loren tampak terkejut karena restoran itu sangatlah kosong.


"Tuan,, restoran ini sangat sepi, sepertinya mereka kekurangan pelanggan." Ucap Loren merasa sedih pada pemilik restoran.


Bisnisnya pasti rugi besar karena membangun restoran yang mewah tapi satupun dari kursi yang ada di restoran itu tak terisi oleh tamu.


Sangat kasihan...!


"Restoran ini milikku," jawab Christian membuat Loren terkejut hingga perempuan itu menatap Christian dengan bingung.


Jadi pemilik restoran yang ia kasihani it,,,, ternyata adalah,,,,,,,,!


Cabut kembali!!

__ADS_1


Pria kaya seperti Christian tak patut dikasihani!!!


__ADS_2