Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2.81


__ADS_3

Di pagi hari ketika Loren terbangun, perempuan itu terkejut mendapati pelukan hangat yang kemarin mendekapnya telah menghilang bersama perginya bulan yang terang.


"Sayang,,?" Panggil Loren kini keluar dari selimutnya lalu perempuan itu berlari ke kamar mandi, karena pikirnya Christian sedang ada di kamar mandi menyiapkan air untuk mereka.


Namun, ketika dia membuka pintu kamar mandi, dia mendapati tempat itu telah kosong dan uap air dari shower masih memperlihatkan sisa-sisa nya.


"Dia baru saja mandi," kata Loren sembari memperhatikan bath up yang diisi dengan air dan aroma esensial yang sering dipakai oleh loren.


Hal itu menandakan bahwa Christian telah mandi dan juga menyiapkan air hangat untuknya.


Tetapi Loren tidak terlalu memperdulikan nya dan perempuan itu hanya berbalik keluar untuk mencari suaminya.


"Kau mencari kakak ipar?" Tanya gerson saat melihat Loren keluar dari kamar dengan langkah terburu-buru.


"Apa kamu melihatnya?" Tanya Loren sembari menatap sepupunya.


Gerson menganggukkan kepalanya, "kakak ipar pergi terburu-buru, katanya ada pekerjaan yang harus dia lakukan dan dia berpesan agar aku menjagamu." Ucap gerson membuat Loren terdiam di tempatnya.

__ADS_1


'Tak biasanya dia pergi sepagi ini tanpa berpamitan padaku,' pikir Loren kini merasa cemas dalam hatinya.


Gerson memperhatikan perubahan raut wajah Loren dan dia bisa melihat bagaimana perempuan itu begitu khawatir pada suaminya, "Ada apa? Apa kau berpikir bahwa kakak ipar sedang berselingkuh dengan--"


Buk!


"Ah!!" Jerit gerson merasakan kesakitan pada tulang keringnya yang ditendang oleh Loren.


"Sekali lagi kau berbicara seperti itu, aku akan membuat kepalamu berada di bawah dan kakimu berada di atas!!!" Kesal Loren pada Gerson sebelum membuka pintu kamar, lalu meninggalkan pria itu.


Begitu memasuki kamar, Loren terdiam memikirkan kemana perginya suaminya di pagi pagi hari seperti itu.


Ia membaca satu persatu berita yang sedang panas hari itu, dan semua berita hari itu menyangkut hubungannya dengan Christian dan terlebih acara penyambutan CEO yang kemarin mengalami kekacauan.


"Tidak ada satupun berita yang bisa membuat pria itu pergi, jadi kenapa dia pergi?" Loren merasa begitu gelisah, jadi perempuan itu memutuskan untuk menghubungi Ransi.


Tetapi ternyata ponsel pria itu juga sedang sibuk, jadi Loren semakin gelisah di tempatnya dan tidak bisa tenang sepanjang paginya.

__ADS_1


Gerson yang berada di lantai bawah sudah menunggu nunggu Loren akan keluar dari kamar untuk sarapan, tapi setelah satu jam menunggu dan belum ada tanda-tanda kemunculan Loren, maka Gerson langsung menghampiri kamar loren.


Too tok tok...


"Sepupu!! Kau di dalam??" Suara gerson setengah berteriak memanggil Loren yang baru selesai mandi dan sedang merenung di depan meja rias.


'Dia ini,, tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu,' gerutu Loren menghela nafas lalu membuka pintu untuk gerson.


"Ada apa?" Tanya Loren dengan suara pelan namun wajahnya memperlihatkan kekesalan nya pada Gerson.


"Aku sudah menyiapkan sarapan, tapi kau lama sekali di kamar, ayo!" Ucap Gerson langsung meraih tangan Loren lalu menarik perempuan itu hingga mereka tiba di ruang makan.


'Hah,,, pokoknya harus membuat Loren bersiap dengan sangat baik supaya nanti kakak ipar kembali memujiku!!!'Pikir Gerson dalam hati sembari melayani Loren dengan sepenuh hati.


Pria itu pun berdebar menantikan telepon dari Christian.


Tetapi ketika dia melihat wajah Loren yang terus murung, pria itu menghela nafas lalu berkata, "jangan khawatir, kakak ipar hanya pergi sebentar, bukannya tidak akan kembali."

__ADS_1


Loren tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap Gerson beberapa detik sebelum kembali melihat makanan di depannya.



__ADS_2