
Jam makan siang telah berakhir, seluruh tim desain sudah berkumpul di ruangan mereka kecuali Mia yang belum kembali.
Semua orang sedang cenat-cenut memikirkan kepulangan Mia. Apakah perempuan itu benar-benar akan bergabung dengan Vionita ataukah apa yang ia katakan hanyalah sebuah kebohongan besar?
Sementara Loren yang duduk di kursinya, perempuan itu benar-benar tidak memperdulikan Mia, ia sedang fokus pada pekerjaannya.
Tak berapa lama Mia akhirnya kembali, perempuan itu berjalan dengan wajah cerianya ke kursinya menarik semua perhatian orang.
"Kau begitu senang, kau jadi menyerahkan surat pengunduran diri mu?" Tanya Rika dengan nada yang sangat penasaran.
Mia tidak langsung menjawab, perempuan itu meletakkan tasnya di meja lalu duduk di kursinya dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya.
"Aku tidak jadi mengundurkan diri." Ucapnya mengagetkan semua orang.
Bahkan Loren yang sedari tadi tertunduk ini mengangkat wajahnya dan menatap Mia.
Mia tersenyum ke arah Loren lalu berkata "Aku tidak bisa di mengundurkan diri tetapi hari ini Kak Vionita mengatakan padaku bahwa ternyata dia dan ketua tim kita dulu nya adalah 1 kenalan lama!"
"Apa?!!" Siren mengerutkan keningnya menatap Mia..
Apa yang sebenarnya terjadi?
"Iya,, Jadi sebenarnya Kak Vionita sangat ingin merekrutku, dia bahkan menyanjungku sebagai designer dengan potensi terbaik. Hah,, sayangnya karena ketua tim kita adalah teman lama Kak Vionita, makanya Kak Vionita tidak tega merebut designer berpotensi dari sisi temanya. Tapi begitu, Kak Vionita menyimpan nomor ponselku dan kami akan sering-sering bertemu." Ucap Mia membuat Loren tercengang.
'Vionita,, dia pasti merencanakan sesuatu. Sekarang dia menceritakan sebuah kebohongan pada orang lain,, dasar ular itu...!!' dalam hati Loren menggertakkan giginya tetapi di depan semua orang ia menundukkan kepalanya dan kembali fokus pada pekerjaannya seolah tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Mia.
"Bagaimana bisa begitu?! Nona Loren,, apa itu benar?!" Mentari langsung menoleh ke arah Loren untuk mendapatkan penjelasan yang bisa ia percayai.
Loren sebenarnya tidak mau mengungkit hal itu tetapi akhirnya Loren mengangkat wajahnya dna menjawab "Kami memang satu SMA."
'Bukan hanya satu SMA kami bahkan tinggal satu rumah!!!' tambah Loren dalam hati tetapi dia tidak akan mengatakan hal itu pada semua orang.
Biarkan Vionita yang membuat skenario dan dia hanya akan mengikutinya saja, kecuali kalau perempuan itu sudah benar-benar keterlaluan maka dia baru akan bertindak.
"Nah 'kan benar..!!! Sudah kubilang Kak Vionitta sangat ingin merekrut ku tetapi karena dia tidak enak pada ketua tim kita makanya dia tidak jadi merekrut ku. Tapi mulai sekarang Kak Vionita akan mengajakku ke berbagai pertemuan yang ia ikuti, tapi tenang saja pertemuan-pertemuan yang membawa nama perusahaan tidak akan ku ikuti. Aku masih bisa bersikap profesional dalam bekerja." Ucap Mia menyombongkan dirinya.
"Baiklah,, tapi mungkin saja apa yang kau katakan itu benar, namun mungkin saja tidak benar." Mentari berkata sembari mencibir ke arah Mia.
__ADS_1
Bagaimanapun, Mia sudah sangat keterlaluan sudah menyombongkan Vionita di depan Loren,, perempuan itu sama sekali tidak mau memberi muka untuk Loren!
"Apa maksudmu?! Semua yang ku katakan itu benar, bahkan Loren juga sudah mengakui bahwa mereka 1 SMA!!" Ucap Mia mencibir... Mengapa mentari selalu menjadi pihak yang menentangnya?!
"Ya,, kalau fakta Vionita dan Nona Loren adalah teman satu SMA maka aku bisa mempercayainya sebab Nona Loren sudah mengakuinya. Tapi kalau fakta bahwa Vionita tidak jadi merekrutmu ke timnya karena alasan pertemanan,, mungkin saja itu hanya omong kosong, ya 'kan?!" Ucap Mentari menyindir.
"Kau ini..!!! Lihat saja nanti, setelah 2 tahun dan kontrakku sudah habis di sini aku akan meninggalkan tempat ini dan bergabung dengan kak Vionita..!! Sekarang aku hanya melakukan ini karena tidak mau membuat hubungan Loren dengan Kak Vionita menjadi rusak,, haiss,, kalian benar-benar tidak bersyukur memiliki aku sebagai desainer berpotensi di tim kalian!!" Kesal Mia segera berdiri lalu perempuan itu berjalan ke toilet meninggalkan semua orang yang menatapnya.
Benar-benar tidak berguna berbicara dengan mereka!
"Heh,, apanya yang sok menjaga hubungan? Omong kosong! Kalau mau pergi dari sini ya pergi saja, tidak perlu membuat alasan tidak masuk akal!!" Gerutu Mentari sembari mencoret-coret kertas kosong di hadapannya.
"Biarkan saja. Sebaiknya kita fokus pada pekerjaan." Kata Loren dengan suara lembutnya membuat Mentari langsung menghela nafas.
'Loren ini sangat polos...!' gerutu Mentari dalam hati yang merasa agak kesal pada Loren sebab perempuan itu tidak pernah mau membela diri.
"Bagaimana mau fokus, aku menjadi kesal mendengar ucapan Mia yang berkata bahwa dirinya adalah desainer berpotensi disini!! Karyanya bahkan ditolak oleh semua orang!!" Kesal Megi menancapkan pulpennya pada tumpukan kertas di hadapannya.
"Kau benar, tapi dia memang sangat beruntung, dia sekarang berteman dengan Kak Vionita. Hah,, entah kapan aku bisa berteman dengan seorang designer terkenal." Rika menghela nafas sembari menyandarkan kepalanya di atas meja.
Sementara Siren yang mendengar percakapan dua temannya kini memikirkan hal itu dalam hatinya dan dia memiliki sebuah rencana memanfaatkan Mia supaya dia juga bisa berteman dengan Vionita.
Hari berlalu dengan sangat cepat, matahari mulai meninggalkan bumi dan satu persatu orang kantor telah meninggalkan kantor mereka untuk kembali beristirahat di rumah masing-masing.
Tak terkecuali dengan Tim desain, mereka semua membereskan barang-barang lalu meninggalkan kantor. .
"Nona Loren, kau pulang dengan siapa?" Tanya Mentari ketika mereka telah berada di dalam lift.
"Aku naik taksi." Jawab Loren.
"Hari ini tidak perlu naik taksi Bagaimana kalau aku mengantarmu?" Tanya Mentari.
"Uh,, Aku tidak ingin membebanimu jadi--"
"Oh, sungguh tidak..! Aku malah senang kalau aku bisa mengantarmu, lagi pula hari ini aku juga sendirian di apartemen jadi akan sangat membosankan kalau aku kembali lebih cepat dan hanya seorang diri di sana." Ucap Mentari mmebuat Loren terdiam.
Bagaimana mungkin dia membiarkan Mentari mengantarnya ke kediaman baltasar?!
__ADS_1
Kalau itu terjadi maka akan terjadi kehebohan yang lebih besar dan kemungkinan besar ada kekacauan lagi di sekitarnya.
"Tapi rumahku jauh dan--'"
"Tidak masalah. Aku malah senang." Jawab Mentari.
Akhirnya Loren tidak bisa membantah apapun lagi, perempuan itu terus terdiam dalam lift sembari memikirkan dimana alamat palsu yang bisa ia gunakan untuk mengecoh Mentari.
'Aduh,,, bagaimana ini?' Loren merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya.
Akhirnya Lift telah berhenti lalu kedua perempuan itu keluar bersama orang-orang yang ada di dalam lift.
"Tunggu disini aku akan mendapatkan mobil." Kata Mentari segera berjalan ke area parkir meninggalkan Loren yang kini terdiam di tempatnya.
"Nona Loren," tiba-tiba suara Elman mengejutkan Loren lalu perempuan itu segera menatap pria dengan balutan jas hitam.
"Elman, bisakah kau menolongku? Mentari ingin mengantarku ke rumah," ucapnya dengan suara pelan sebab dia takut kalau ada orang yang mendengar suaranya.
"Saya mengerti, katakan saja padanya bahwa kita harus membahas beberapa hal mendesak." Jawab Elman melegakan hati Loren.
Akhirnya setelah Mentari kembali bersama sebuah mobilnya, Loren mengatakan pada Mentari bahwa dia ada hal mendesak yang harus dikerjakan bersama elemen.
Namun, Mentari menjadi salah paham dan berkata "Ahh,, kalian berkencan! Baiklah..!! Aku tidak akan menganggu kalian." Ucap Mentari membuat Loren terdiam mematung memandangi perempuan yang salah paham itu.
"Uh,, itu,, kami tidak berkencan." Ucap Loren.
"Iya, aku tahu,, mulutku akan tertutup rapat!!" Ucap Mentari sembari melambaikan tangannya dan melajukan mobil meninggalkan elemen dan Loren.
'Astaga,, mereka benar-benar berkencan! Kalau begitu Loren berada di posisinya saat ini karena--' Mentari menutup mulutnya dengan 1 tangannya, memang dari awal dia merasa heran bahwa seorang perempuan yang tidak kuliah malah bisa menjadi kepala tim.
Dan meski Loren terlihat polos, tetapi-- terlalu mencengangkan.
@Interaksi
Tunggu sampai hati mood otor dah membaik, baru deh kita nikah...🤠eh.... maksudnya Christian sama Loren hahahahah
__ADS_1