
"Tuan kenapa?" Tanya Loren tak ditanggapi oleh Christian.
Hal itu membuat Loren mendekatkan tubuhnya ke Christian dan memegang dengan pria itu lalu menatap Christian dari jarak yang dekat.
"Tuan?" Tanyanya.
Christian akhirnya melihat wajah Loren, mata yang besar dan bercahaya dari perempuan itu tidak menyiratkan sedikitpun kebohongan.
Wajah yang kecil tampak polos membuat Christian tidak tahan untuk tetap berlama-lama dalam kemarahannya. Ia langsung mengeluarkan tangannya dan dengan satu tarikan memindahkan Loren ke pangkuannya.
Loren terkejut sampai ketika pria itu memeluknya dengan erat dan berkata "Apa yang kau lakukan dengan Elman?"
Loren langsung mengerjapkan matanya mendengar pertanyaan disebut, apakah pria itu kini cemburu pada Elman?
"Apa yang Tuan maksud?" Tanya Loren tidak mengerti.
"Mengapa perempuan-perempuan itu mengatakan kalau kekasihku tampak serasi dengan pria itu?! Apakah mereka sudah bosan hidup?" Tanya Christian kini memindahkan wajahnya berada di atas wajah Loren hingga Loren tidak dapat menghindari tatapan pria itu.
"Uh,, Tuan,, mereka hanya salah paham. Mereka pikir aku berpacaran dengan Tuan Elman karena,," wajah Loren langsung memucat, suaranya menghilang karena tenggorokannya tercekat saat melihat perubahan wajah Christian setiap kali dia mengeluarkan 1 per 1 kata.
Pria itu sangat marah!
Wajahnya bagai seekor singa jantan yang sedang mengamuk!!
__ADS_1
"Ng! Tu,, tuan,, jangan marah, mereka hanya salah paham karena kemarin,, Tuan Elman menolongku." Ucap Loren dengan suara tersendat-sendat karena dia takut kalau pria itu mungkin akan memarahinya.
"Menolong apa?" Christian bertanya sembari menatap dalam mata Loren untuk mencari celah kebohongan perempuan itu.
Namun, dia tidak melihat keraguan di mata polos Loren hanya ada rasa takut untuk mengatakan apa yang ada dipikirannya.
"Tu,, tuan membuat saya takut!!" Ucap Loren akhirnya membuat Christian memejamkan matanya lalu pria itu menarik kepala Loren ke dadanya.
"Kenapa dia menolongmu?" Tanya Christian dengan pelukan yang sangat dieratkan.
Dia berusaha menahan amarahnya,, dia takut kalau kejadian lalu kembali terlulang, kejadian saat Loren selalu takut setiap kali bertemu dengannya.
Pelukan Christian membuat Loren merasa sedikit sesak, tapi dia tidak mengeluh dan hanya menjawab "Itu karena kemarin Mentari menawariku untuk diantar pulang, jadi tuan Elman mengatakan kalau kami akan pulang bersama. Jadi,, mereka salah paham." Ucap Loren.
Christian tampak berpikir selama beberapa detik. Kemarin?? Kemarin mereka pulang bersama.
Pertanyaan Christian membuat Loren teringat akan ucapan Christian yang melarangnya disentuh oleh pria manapun. Jadi dia dengan cepat menjawab "Tentu saja tidak!!! Hanya Tuan kekasih saya yang boleh menyentuh saya!!" Ucapnya penuh penekanan.
Hal itu membuat hati Christian menjadi hangat.
'Hanya Tuan kekasih saya yang boleh menyentuh saya!!' ucapan Loren banar-benar membuatnya merasa sebagai kekasih yang paling disayangi.
Christian langsung mengulurkan tangannya memegang dagu Loren dan membuat perempuan itu mendongak tepat di bawah wajahnya.
__ADS_1
"Bernarkah??" Tanya Christian dengan sebuah senyum terukir di wajahnya.
"Tentu saja!!" Jawab Loren membuat senyum Christian semakin melebar sebelum pria itu menundukkan kepalanya.
Cup!
Ciuman singkat penuh bahagia.
"Tuan tidak marah lagi?" Loren bertanya dengan hati-hati saat melihat wajah pria itu tampak sangat bahagia, padahal baru beberapa detik yang lalu wajahnya sangat menakutkan.
"Tidak marah padamu." Jawab Christian.
Loren tampak berpikir beberapa detik sebelum bertanya "Lalu pada teman-teman saya?" Tanyanya yang merasa janggal karena pria itu hanya berkata, 'Tidak marah padamu'.
"Mengapa aku tidak marah pada mereka? Beraninya mereka mengatakan kekasihku sangat serasi dengan pria lain??!!!" Kata-kata Christian kembali memperlihatkan wajah kesalnya membuat Loren menghela nafas.
Sangat posesif!!!!
@Interaksi
Lempar ajah,,, nanti dapat baru lagi deh.... jangan lupa abis itu follow otor lagi ya....ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1