Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#171. Tak pernah melihat Vionita mendesain


__ADS_3

Loren terdiam di tempatnya memandang dan mendengarkan semua pertanyaan yang dilontarkan padanya.


Ia merasa dirinya seperti seorang kriminal yang sedang dicerca pertanyaan-pertanyaan dari detektif yang menyelidiki kasus nya.


Terlebih, orang-orang yang memandangnya melihat dengan berbagai tatapan yang tidak sedap dipandang, ada yang terlihat marah, terlihat benci terlihat jijik dan ada pula yang memandang terlalu sinis ke arah nya.


Seperti kebiasaannya,ketika dia menjadi gugup dan takut, Loren merasakan keringat memenuhi telapak tangannya.


"Kenapa tidak menjawab?" Seorang perempuan bertanya sembari mendecakkan lidahnya karena merasa kesal melihat Loren.


"Itu,,, bukankah tidak pantas menanyakan hal itu padaku? Yang mengambil keputusan ada Tuan Andreas, jadi aku hanya--"


"Kami tahu dia yang mengambil keputusan, tapi apakah dia juga yang mengambil keputusan untuk melakukan plagiat pada karya orang lain?!!"


"Benar!! Kau adalah sumber masalah di sini, jadi harusny--"


Bruk!!!


Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras.


Semua orang langsung menoleh ke arah pintu.


"Mengapa semuanya masih disini? Apakah pekerjaan kalian terlalu mudah untuk dilakukan hingga kalian punya waktu untuk bersantai-santai?" Suara Elman mengagetkan semua orang.


"Maaf tuan, Kami akan pergi sekarang," kata seorang pria berumur 35 tahun lalu mereka semua keluar satu persatu meninggalkan Loren bersama Elman.


"Nona baik-baik saja?" Tanya Elman memandang cemas pada Loren yang terlihat gugup.


Loren menghela nafas lalu melihat Elman, ia memaksakan sebuah senyum terukir di bibirnya "Aku baik-baik saja, terima kasih telah membantuku," ucap Loren.


Dia hanya terlalu takut sebab orang banyak itu tidak dekat dengannya, jadi terasa begitu aneh di cerca oleh orang yang dianggap asing.


Padahal dia sudah berusaha menjawab, tapi mereka malah terus memojokkannya.


"Sama-sama Nona, tetapi lain kali sebaiknya Nona Loren langsung menghindari siapapun yang ingin menyudutkan nona. Tidak ada gunanya membiarkan mereka mengatakan hal-hal buruk di depan kita hanya membuang-buang waktu dan tenaga untuk mendengarkannya," kata elemen sebelum meninggalkan Loren sendirian di ruang meeting.

__ADS_1


Memandang pintu ruang meeting yang telah tertutup, Loren kemudian melengkungkan bibirnya 'Benar,, seharusnya aku tidak perlu mendengarkan mereka, Tuan Christian akan marah kalau aku terus begini. Harusnya aku bisa bersikap tegas!' pikirnya dalam hati.


Setelah beberapa saat menenangkan diri dalam ruang meeting, akhirnya Loren meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruang desain.


Terlihat semua anggota tim desain sedang duduk di meja mereka masing-masing, tidak ada satupun yang mengerjakan pekerjaan mereka, kecuali Gio.


"Bagaimana hasil meetingnya?" Gio langsung bertanya sebagai satu-satunya orang yang menyadari kedatangan Loren.


Begitu mendengar suara Gio bertanya, semua orang langsung mengangkat wajah mereka dan melihat Loren berjalan ke meja kerjanya.


"Meetingnya hanya sebuah pengumuman agar kita lebih cepat menyelesaikan event yang akan rilis dua minggu lagi. Dan satu lagi, karena di peluncuran pertama kita tidak ada desain milik Mia yang dipilih, maka aku akan memberi kesempatan pada Mia untuk membuat lebih banyak agar punya kesempatan untuk dipilih." Ucap Loren mengagetkan Mia hingga perempuan itu menatap Loren dengan mata yang agak menyempit.


"Aku sangat menghargai keputusan mu, Tapi saat ini aku sedang tidak punya semangat untuk mengerjakan banyak desain sebab kekacauan di LC benar-benar mempengaruhiku." Ucap Mia.


Semua orang langsung memandang ke arah Mia,tak sedikit di antara mereka langsung mencibir dalam hati atas kesombongan Mia.


Jelas saja perempuan itu tidak benar-benar khawatir kalau LC akan tutup, tetapi perempuan itu justru khawatir kalau LC tidak akan tutup sehingga menghentikannya untuk lebih cepat bergabung dengan tim Vionita.


"Baiklah, kalau kau tidak mau, ya sudah." Ucap Loren lalu menundukkan kepalanya, benar kata Elman, tidak perlu meladeni mereka yang hanya tahu cara cara mengkritik kesalahan orang lain!


Melihat sikap Loren, semua orang kembali menghela nafas, hati mereka masih terbagi antara lanjut bekerja atau sekarang persiapkan lamaran pekerjaan ke perusahaan lain.


"Rasain kalian!!! Seberapa keras pun kalian menghapus semua komentar itu, komentar itu tidak akan pernah berhenti karena seluruh penggemarku dan seluruh orang yang ku bayar untuk melakukannya tidak akan pernah berhenti mencerca kalian!!!" Ucapnya tersenyum puas melihat laman website LC yang kini dibanjiri dengan komentar-komentar pedas.


Tok tok tok...


Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk oleh seseorang.


"Masuk," ucap Vionita.


Merlin langsung memasuki ruangan Vionita dan berjalan ke meja Vionita.


"Ada apa?" Tanya Vionita dengan wajah berseri-seri karena dia sedang berada dalam suasana hati yang baik.


"Ini adalah desain yang baru saja saya dapatkan dari tim desain." Kata Merlin meletakkan tumpukan desain di meja kerja Vionita.

__ADS_1


Vionita mengambil salah satu map dan membukanya "Lumayan bagus,,, sepertinya aku akan memilih beberapa." Ucap Loren.


"Kalau begitu, saya permisi dulu." Ucap Merlin lalu meninggalkan ruang kerja Vionita.


'Hah,,, Kak Vionita ini sebenarnya pandai mendesain atau tidak? Aku tidak pernah melihatnya mendesain di ruang kerjanya, perempuan itu hanya memainkan ponsel dan mencoret-coret tidak jelas. Tapi desain yang ia keluarkan dari waktu ke waktu benar-benar bagus. Apakah dia mendesain di rumahnya?' pikir Merlin yang merasa aneh dengan Vionita.


Drrtt..... Drrtt.... Drrtt....


Tiba-tiba suara ponsel Merlin yang memperlihatkan alarm jam makan langsung menarik perhatian perempuan itu.


"Hah,, akhirnya jam makan siang tiba juga, sebaiknya aku pergi makan siang dulu." Kata Merlin lalu perempuan itu berjalan ke kantin kantor mereka dan melihat para anggota tim desain sedang berkumpul di salah satu meja panjang.


Dengan cepat Merlin menggesek kartunya lalu mendapatkan mangkuk dan mengisi mangkoknya dengan makanan yang ia pilih lalu berjalan ke meja yang ditempati tim desain.


"Hai, bolehkah aku bergabung di sini?" Tanya Merlin.


"Ah,, kak Merlin, tentu saja boleh." Salah seorang perempuan menyambut Merlin dengan hangat lalu Merlin segera duduk disalah satu kursi kosong.


"Ini pertama kalinya aku melihat Kak Merlin makan di kantin perusahaan." Salah seorang berbicara sembari melihat Merlin yang tampak kikuk mendengar pertanyaannya.


"Ya,, Aku biasanya mencari restoran untuk makan tapi hari ini aku ingin merasakan makanan di kantin kita." Ucap Merlin tersenyum.


"Begitu ya,, kalau begitu cobalah makanannya, Kak Merlin pasti menyukainya." Kata seorang perempuan.


"Ahh, ya," jawabnya merasa canggung, seandainya dia tidak ingin menanyakan sesuatu pada anggota tim desain, dia tidak akan makan di kantin perusahaan yang mana makanan di situ pasti lah tidak enak.


"Bagaiman rasanya?" Perempuan bernama Tara yang duduk di depan Merlin langsung bertanya.


"Ahh, lumayan," jawab Merlin, 'Rasanya memang lumayan, tetapi makanan di restoran jauh lebih enak daripada makanan di sini! Lain kali aku tidak akan pernah mencoba makanan di sini lagi!' pikirnya.


"Benarkah? Bagi kami makanan di sini sudah sangat enak karena harganya memang murah. Perusahaan kita benar-benar memberikan fasilitas terbaik untuk para karyawannya." Ucap Dian yang duduk di samping Merlin.


"Ahh begitu," Merlin kembalj tersenyum kikuk, "Oya, tadi aku sudah melihat desain yang kalian berikan pada Kak Vionita, desain kalian semuanya bagus-bagus." Ucap Merlin mengalihkan pembicaraan.


Dia sudah tidak sabar untuk bertanya tentang desain yang selalu diklaim Vionita sebagai miliknya, dia menduga itu adalah milik beberapa anggota tim desain yang dimanipulasi oleh Vionita sebagai miliknya.

__ADS_1


Sebab Merlin tak pernah melihat Vionita menggambar desain pakaian.



__ADS_2