
Setelah 3 hari berdiam diri di rumah, akhirnya Christian kembali bekerja, meski pria itu masih memilih untuk bekerja dari rumah.
Sementara Loren, dia juga kembali aktif mendesain dengan banyaknya permintaan desain ke LC yang menginginkan Loren sebagai desainernya.
Pada siang hari ketika jam makan siang tiba, Christian meninggalkan pekerjaannya yang masih menumpuk, lalu pria itu berjalan ke ruang sebelah untuk mengecek istrinya.
Betapa terkejutnya pria itu saat melihat banyaknya kertas berhamburan di lantai dengan Loren yang sedang bersandar lemas di kursinya.
"Hah... Kenapa sulit sekali untuk menemukan inspirasi?" Ucap Loren dengan suara yang berat seolah perempuan itu sangat terbebani dengan pekerjaannya.
Melihatnya, Christian menjadi sangat marah lalu dengan cepat pria itu menghampiri istrinya lalu menyambar perempuan itu dari kursi.
"Ahh!!" Jerit Loren terkejut, "ada apa?" Tanya Loren ketika dia melihat suaminya yang tampak marah membawanya keluar dari ruang kerjanya.
Christian tidak mengatakan apapun, dia berusaha menahan amarah nya sembari membawa Loren ke lantai bawah, lebih tepatnya ke ruang makan.
"Oh, ternyata sudah jam makan siang, apa yang kita makan?" Loren berusaha mencairkan suasana ketika dia sudah merasa kesal dalam hati sebab selama perjalanan dari lantai atas, suaminya sama sekali tidak berbicara.
Tapi sayangnya, ucapan perempuan itu tidak digubris oleh suaminya hingga ketika mereka telah duduk di meja makan.
"Sayang?" Panggil Loren ketika dia melihat suaminya yang sedang menaruh makanan ke piring tampak hanya diam seperti orang yang sedang bergumul.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Christian berusaha menahan amarahnya sembari meletakkan piring di depan Loren lalu mengambil piring miliknya untuk diisi makanan.
"Apa kau marah?" Tanya Loren dengan wajah yang cemas menatap suaminya.
Menghadapi tatapan Loren, Christian mengatup erat giginya selama beberapa detik lalu berkata, "tidak."
Meski Christian berkata 'tidak', tetapi Loren bisa melihat bahwa pria itu tampak menahan amarah nya, jadi dia menghela nafas lalu turun dari kursinya.
Perempuan itu lalu bejalan ke arah suaminya dan dengan kesal duduk di paha Christian.
"Sayang!!!" Teriak Loren sambil menatap suaminya dengan kesal membuat Christian terdiam membalas tatapan istrinya.
"Ada apa?" Tanya Christian berusaha menahan amarahnya yang tak bisa padam oleh rayuan Loren.
Bagaimana tidak, dia setengah mati khawatir akan perempuan itu, dia ingin terus berada di sisi Loren tapi Loren malah memilih untuk bekerja dan menguras banyak tenaganya!!!
Sementara, perempuan itu sedang hamil, dan pekerjaannya tak lebih penting dari pada kehamilannya!!!
"Apa kau marah?" Tanya Loren dengan nafas mendera seolah perempuan itu akan menangis jika saja Christian memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan harapan nya.
Melihat hal itu, barulah Christian memeluk perempuan itu dengan erat, lalu sembari memejamkan matanya dia berkata, "aku kesal karena kau bekerja begitu keras, sementara kau sedang hamil. Apakah
__ADS_1
Uang yang kuhasilkan tidak cukup untuk menghidupi mu hingga kau bekerja begitu keras mencari uang?" Tanya Christian.
Mendengar ucapan suaminya, Loren mengerjapkan matanya, dia mendorong suaminya agar mereka bisa saling menatap, "jadi maksudmu, aku sudah harus berhenti mengejar karirku karena aku sedang hamil?" Tanya Loren merasa kesal.
Sedari dulu pria itu terus mendukung karirnya meskipun pria itu bisa memberinya kehidupan yang layak, tapi sekarang,,, mengapa pria itu berubah pikiran?
Tetapi Christian menggelengkan kepalanya lalu dengan lembut berkata, "tidak seperti itu, kau boleh mengejar karirmu, tetapi untuk saat ini, karena kau sedang hamil, maka kau harus lebih memperhatikan dirimu sendiri dan juga bayi kita.
"Tidak boleh stres seperti tadi sampai-sampai kau terlihat kelelahan dan menggerutu dengan buruk. Bagaimana kalau anak kita yang mendengar gerutuhanmu dan malah mengikuti sifat burukmu itu?"
Loren mendengarkan ucapan suaminya dan mengerti akan maksud pria itu, jadi dia dengan patuh mengganggukkan kepalanya, "suamiku benar,,, aku sudah lupa akan anakku." Ucap Loren.
Christian merasa sangat puas dengan jawaban istrinya, jadi pria itu tersenyum mengusap kepala Loren, "baguslah, pokoknya, mulai sekarang kau tidak boleh stress dan boleh mendesain, tetapi tidak boleh menerima kerjaan. Hanya boleh mendesain untuk hobi saja." Ucap Christian langsung diangguki oleh Loren.
"Baiklah, aku akan kembali menelepon Andreas dan membatalkan semua pekerjaanku," ucap Loren sambil mengusap perutnya.
@interaksi
Halla... kalo gak punya hati, mana mau otor balas komentar receh begini, tapi karena punya hati, otor jadi kasihan sama kamu yang udah capek caper di kolom komentar karena pengen masuk laman interaksi...!!! jadi skarang otor kasihani deh di pajang di sini..!!!
__ADS_1