
Di sebuah apartemen yang terletak di pinggir ibukota, Chataline baru saja keluar dari kamar meninggalkan seorang pria berperut buncit yang ia layani.
Perempuan itu pun mengambil ponselnya di atas meja dan membuka laman website dengan tangan terkekal kuat.
Perempuan itu langsung melihat berita pernikahan Christian dan Loren yang masih hangat diberitakan.
Lalu tiba-tiba dia menemukan sebuah berita lain yang sedang populer.
"Heh,, apa?!! Mereka mengharapkan doa yang terbaik untuk anak mereka?!!" Chataline tertawa jahat selalu perempuan itu menggerakkan kedua jempolnya di atas layar ponselnya.
"Lihat ini,,, aku akan membuat perempuan sok polos itu tertekan memikirkan bayinya yang mendapat umpatan dari orang lain!! Ck,, belum lahir saja sudah ingin terkenal, tidak akan kubiarkan!!!" Geram Chataline menulis komentar jelek di internet lalu meng-upload-nya.
'Aku sumpahkan perempuan itu keguguran saat membaca ini!!' gerak Chataline dalam hati.
Setelah mengirim komentarnya, perempuan itu tersenyum lalu mengambil tasnya dan keluar dari apartemen.
"Sudah selesai?!!" Tanya seorang pria yang memiliki bekas luka di wajahnya.
"Ya!" Jawab Chataline dengan cuek lalu berjalan mengikuti dua pria yang selalu mengawalnya setiap kali dia pergi kemana-mana.
'Aku berakhir bigini semuanya karena Loren, menjadi tawanan yang menggunakan tubuhku untuk menghasilkan uang bagi orang-orang menjijikkan itu!! Tapi lihat saja,, suatu saat aku akan membalas Loren!!!' geram Chataline dalam hati.
Chataline dan kedua penjaganya kemudian menaiki sebuah mobil yang mengantar mereka ke sebuah apartemen, yang mana seorang pelanggan setelah menunggu mereka.
"Di tempat selanjutnya akan ada 3 orang, kau sebaiknya minum ini agar tidak kelelahan!" Ucap seorang pria sembari menyodorkan sebuah botol berisi obat.
Sambil menggerakkan giginya, Chataline mengambil obat itu dan meminumnya sampai habis.
'Tiga orang? Apakah mereka pikir aku ini terlalu murahan sampai harus melayani tiga orang sekali gus??' Chataline mengumpat dalam hati sembari memaksakan dirinya menelan obatnya.
Perempuan itu lalu duduk sembari mengepal tangannya dengan emosi yang tertahan di pikirannya, tak bisa dikeluarkan untuk orang yang sedang menawannya.
Chataline terus terdiam sampai tiba-tiba saja seorang penjaga yang mengendarai mobil berkata, "masih ada 1 jam dari waktu perjanjian, bagaimana kalau kita dulu yang dilayani perempuan ini sebelum dia bersama lelaki-lelaki itu?"
Ucapan pria itu langsung membuat Chataline membuka matanya dan menatap dua orang di depan mobil dengan mata melotot.
"Aku rasa itu bagus,psinggirkan mobilnya," ucap pria yang lain diikuti pria yang menyetir langsung mencari tempat sepi dan memarkir mobilnya.
"Kalian!!! Mmmmmmm!!!!" Chataline tak bisa melanjutkan ucapannya saat mulutnya dengan disumbat oleh salah seorang pria lalu dengan cepat seluruh pakaiannya di robek di sana-sini.
"Kau tidak perlu membantah, kau ini hanya perempuan jallang yang dijual ke sana sini oleh Tuan kami. Jadi tidak ada salahnya kalau kau melayani kami juga!!!" Ucap salah seorang pria, lalu dengan cepat mobil itu bergoyang karena pergulatan tiga orang dalam mobil.
__ADS_1
Pertempuran panas di dalam mobil baru berlangsung 15 menit ketika tiba-tiba saja dua buah mobil hitam datang mengapit mobil itu.
Chataline yang menyadari hal itu hendak memperingatkan kedua orang yang sedang menyentuhnya, tapi sayangnya, mulutnya terlebih dahulu di sumbat oleh sesuatu yang panjang dan keras.
"Jallang sialan!! Cepat hisap yang keras!!!" Perintah sala satu pria sembari menarik rambut Chataline untuk memaju mundurkan kepala perempuan itu.
Sementara itu, di belakang Chataline pun seorang pria sedang asyik memompa pinggul nya ketika tiba-tiba saja pintu mobil mereka dibuka dari kedua sisi.
Brak!!!!
Brak!!!!
Dua orang pria yang sedang dalam kondisi polos langsung diseret ke luar dari mobil.
"Sial!! Siapa kalian!!" Teriak pria yang di seret keluar dari mobil.
Buk!!!
Buk!!
Buk!!!
Hal itu membuat Chataline sangat terkejut.
"To,, tolong saya," ucap Chataline yang berpikir bahwa orang-orang itu mungkin bisa menolongnya.
Jadi dia segera memungut seluruh pakaiannya dan berusaha menggunakan pakaian yang telah robek di sana-sini.
Brak!!
Brak!!
Kedua sisi pintu mobil ditutup lalu pintu kemudi dibuka dan seorang pria masuk ke dalam mobil.
Pria itu lalu melajukan mobil yang ditumpangi Chataline.
"Sialan!! Pakaian kami!!!" Dua pria yang dikeluarkan dari mobil langsung menjadi panik saat mobil itu melaju meninggalkan mereka diikuti orang-orang yang juga ikut menaiki mobil dua mobil hitam lainnya.
"Sial!! Siapa mereka?!!" Salah seorang pria menggerakkan giginya sembari menutupi area pribadinya dengan mata yang awas memandangi sekitar tempat itu.
Akan begitu memalukan jika ada orang yang melihat mereka berdua tengah bertelanjang di tempat seperti itu.
__ADS_1
Sementara di dalam mobil yang membawa Chataline, Chataline sangat berterima kasih pada orang yang membawanya.
Perempuan itu memegangi pakaiannya yang telah robek di sana-sini "Terima kaish Tuan, kedua orang itu menculik saya dan hendak--"
"Diam!!" Bentak pria yang sedang mengemudi langsung membuat Chataline terdiam.
'Baiklah,, semoga orang ini adalah orang yang datang menolongku.' Ucap Chataline dalam hati sembari menenangkan nafasnya yang menderu.
Mobil yang membawanya berjalan sekitar 10 menit sampai mereka memasuki sebuah stadium sepak bola yang telah ditinggalkan.
Mobil itu dikemudian langsung masuk ke lapangan lalu di hentikan di tengah lapangan.
Ketika Chataline hendak membuka pintu mobil untuk keluar, dia terkejut saat pintu mobil ternyata di kunci.
Bahkan pria pengemudi langsung keluar dan mengunci mobilnya dari luar.
"Apa yang kalian lakukan?!!!" Teriak Chataline dari celah kecil jendela yang sengaja dibuka oleh sang pria.
Empat orang lainnya datang mendekati mobil dan menyiramkan bensin ke mobil tersebut membuat Chataline sangat panik.
"Tidak!! Apa yang kalian lakukan?!!" Teriak perempuan itu merasa sangat takut sambil menggendor-gedor jendela mobil.
"Karena kau akan mati, maka aku akan memberitahukan mu alasan kematianmu. Itu karena jarimu yang tidak berguna hingga mengetik komentar buruk di internet!! Jadi sebaiknya di kehidupan keduamu, tidak pernah memiliki ke 10 jarimu, agar kau tidak meninggal dengan alasan yang sama!!!" Ucap sang pria begitu mengejutkan Chataline.
Dia langsung teringat akan postingan yang ia buat di internet.. komentar pada berita kehamilan Loren!!
Tapi perempuan itu belum sempat berbicara ketika sang pria sudah menyalahkan koreknya dan melemparkan nya ke arah mobil.
Sshh....!!
Api dengan cepat menyebar membakar mobil membuat Chataline sangat panik.
"Tidak!! Tolong!!! Tidak!! Uhuk... Uhuk....!" Chataline ketakutan saat asap mulai memenuhi mobil.
Boom!!!
Brummm.....!!
"A...!!!!"
Dua mobil hitam meninggalkan mobil yang telah meledak karena terbakar.
__ADS_1