Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#139. Pria itu jadi mudah ditangani


__ADS_3

Setelah mandi dan makan malam bersama, Loren melihat Christian duduk bersandar di sandaran ranjang sembari memainkan iPad dan beberapa berkas yang diletakkan di atas kasur.


'Ini saatnya aku mencuci pakaian itu, kan aku bisa main cucinya di kamar mandi bawah.' pikir Loren berjalan ke arah ke paperbag yang ia letakkan di sudut meja lalu perempuan itu berlari meninggalkan kamar.


Christian menyipitkan matanya melihat kepergian Loren yang sangat mencurigakan.


Sekarang dia baru menyadari bahwa dari tadi Loren terus mencuri pandang pada paper bag itu, apa isinya?


Christian kembali fokus pada pekerjaannya selama beberapa menit lalu pria itu akhirnya turun dari tempat tidur dan pergi ke lantai bawah.


"Na na na na na....... Hmmm.... Na na na na......." Suara Loren yang bernyanyi terdengar dari kamar mandi.


Christian berjalan ke sana dan mendapati pintu itu lupa dikunci.


Sedikit membukanya, Christian melihat Loren sedang memainkan busa di tangannya, perempuan itu sedang mencuci sesuatu.


Christian mendekati Loren karena dia hendak menghentikan perempuan itu tetapi kemudian Loren menganggap jaket yang sedang ia cuci.


"Untunglah bisa di cuci sampai bersih. Kalau tidak, Christian pasti marah sekali kalau dia melihat jaket yang diberikan-nya padaku sudah ku gunakan untuk mengelap sepatu nona Chatalina. Hah,, seandainya tadi aku tidak kepepet, mana mau aku menggunakan barang pemberian Christian untuk mengelap sepatu murahanyya!!" Gerutu Loren merasa kesal saat ia kembali ingat bagaimana pakaian yang diberikan Christian ia gunakan untuk mengelap lumpur di sepatu perempuan sombong.


"Apa katamu?" Tiba-tiba suara dari belakang Loren langsung membuat wajah perempuan itu membeku dan berbalik melihat pria yang berdiri dengan tatapan menatapnya.


Mampus!! Ketahuan!!!


Dia sudah bersusah payah membujuk Cristian agar tidak memarahi tim desain karena sebuah masalah sepele, dan sekarang,,,,, mungkinkah dia harus menderita lagi?!!!

__ADS_1


"Tuan," Loren langsung meletakkan pakaian yang ada di tangannya lalu berjalan kearah Christian untuk memeluk pria itu.


Paling tidak pelukan bisa meredakan sedikit amarah Christian yang terlihat lebih parah daripada ketika dia menghadapi pria itu di dalam mobil.


Namun dia harus menghentikan gerakannya saat menyadari tangannya penuh dengan busa. Pakaian Christian akan kotor!!


Melihat Loren berhenti, Christian langsung berkata "Kemari!"


Christian langsung membawa Loren ke gendongannya lalu keluar dari kamar mandi.


"Tuan,, jangan marah,," Loren berkata dengan panik.


"Aku tidak marah padamu." Ucap Christian menaiki tangga.


"Maksud saya jangan marah pada siapa pun." Kata Loren.


Loren hanya diam saja memperhatikan pria itu memegang tangannya lalu membasuh tangan Loren sampai bersih.


"Dimana dia menyakitimu?" Tanya Christian menatap wajah Loren saat ia selesai membersihkan tangan Loren.


"Tuanku,,, dia tidak menyakitiku!! Akulah yang mempermalukannya!! Dia sangat malu sampai wajahnya menjadi beku seperti ini!" Loren berusaha meniru bagaimana wajah Chataline ketika perempuan itu dipermalukan olehnya.


"Kau yakin?" Christian bertanya sembari mengulurkan tangannya menyentuh wajah Loren.


"Ya! Tapi,, maaf,, jaket yang Tuan berikan padaku jadi kotor dan mungkin sedikit lecet karena aku tidak menjaganya dengan baik."

__ADS_1


"Bukan masalah besar, yang penting kamu baik-baik saja. Tapi permpuan itu--"


"Tolong jangan marah,," Loren akhirnya mengulurkan tangannya dan memeluk leher pria itu dengan erat.


"Aku tidak mau kalau perhatian Tuan tersita oleh perempuan itu!" Ucap Loren dengan suara manja nan sedih.


'Tidak mau perhatian Tuan tersita oleh perempuan itu!' ucapan Loren berhasil mempengaruhi Christian.


Loren sedang cemburu padanya?


Ini sangat mendebarkan!!!


Dengan begitu Christian langsung tersenyum dan memeluk Loren dengan erat.


"Perhatianku tidak akan pernah tersita oleh perempuan lain, hanya kekasihku yang boleh menyita perhatianku." Ucap Christian membuat Loren mengerjap.


Christian sudah tidak marah?!!!


Bagaimana bisa?!!!


Mengapa pria itu jadi sangat mudah ditangani?!!!


@Interaksi


__ADS_1


Ya elah,,,, trus 5 kata 1 kalimat yang di atas tuh apa ya??? bukan komenan ya?? aneh banget kalian para warga bumi heu...!!



__ADS_2