
Ketika Mia kembali dari toilet, tepat saat itu jam makan siang sudah tiba, semua orang sudah bersiap-siap untuk meninggalkan kantor.
"Hei Mia, kami semua akan pergi makan siang Apakah kau pergi bersama kami?" Siren bertanya dengan enggan pada Mia, dalam hatinya dia berharap agar perempuan itu tidak ikut bersama mereka.
"Ah,, tidak, tadi aku belum selesai lihat desain Kak Loren, aku akan tinggal dan melihatnya sebentar, aku sudah memesan makan siangku ke kantor." Ucap Mia.
"Oh, ya sudah,, kami pergi dulu," kata Siren melangkah keluar bersama dengan yang lainnya.
Mia melihat kepergian orang-orang itu selalu tersenyum penuh kemenangan, 'Sekarang saatnya beraksi,' pikir Mia.
Perempuan itu kemudian mengambil buku desain milik Loren lalu membukanya di mejanya.
Mia baru mengambil ponsel untuk memotret nya ketika seseorang tiba-tiba memasuki ruangan desain.
"Lho, Kak Loren, kau tidak pergi makan siang?" Tanya Mia terkejut sembari menekan tombol off pada ponselnya.
"Ah,, aku akan pergi makan siang, tetapi aku harus mengambil sesuatu dulu," ucap Loren berjalan ke mejanya mencari sesuatu di mejanya.
__ADS_1
Beberapa menit mencari, dia tidak menemukannya jadi Mia kemudian bertanya "Apa yang Kak Loren cari?"
"Ah,, buku desain yang tadi kalian lihat itu,," ucap Loren.
Dia tidak bisa meninggalkan buku itu sembarangan sebab apa yang ada di sana sangat berharga, jangan sampai ada orang yang masuk ke dalam kantor lalu mengambilnya.
"Oh, ini,," buku desain yang berada di mejanya "Aku berencana melihatnya sekarang sembari menunggu pesanan makan siangku. Tapi kalau Kak Loren ingin membawanya--"
"Ah tidak, Aku hanya takut tidak ada yang menjaganya disini, tapi karena kau yang akan bertanggung jawab maka tidak masalah lagi, aku mempercayaimu," ucap Loren sambil tersenyum mengambil tasnya, "Kalau begitu aku pergi dulu," ucapnya.
"Ah,, baik,," ucap Mia melihat punggung orang yang menjauh dari.
'Apa maksudnya aku yang bertanggungjawab? Mengapa aku merasa kalau orang sudah mengetahui rencanaku?' Mia menggigit bibir bawahnya merasa dilema untuk memotret desain-desain itu dan mengirimkannya pada Vionita.
Kalau dia ketahuan,, maka bisa-bisa....
Ketika dia sedang kedinginan di tempatnya tiba-tiba ponselnya bergetar memperlihatkan nama Vionita.
__ADS_1
Segera, Mia tersenyum melupakan masalahnya lalu bersemangat mengangkat panggilan itu.
"Kak Vionita!" Serunya pada orang di seberang telepon.
"Hei,, kau dimana?" Tanya perempuan dari seberang telpon.
Mia merasa senang 'Apakah Kak Vionita akan mengajakku untuk makan siang bersama lagi?'
"Aku di kantor, Oya Kak, apa yang kita bicarakan tempo hari, aku sudah mendapatkannya. Hanya perlu memotretnya sebentar lalu mengirimkannya pada Kak Vionita." Ucap Mia.
"Benarkah? Kalau begitu kau bisa mengirimkannya padaku sekarang, supaya aku membantumu menaiki posisi ketua tim. LC akan sangat maju ketika kau yang berada di posisi itu." Ucap Vionita dari seberang telepon dengan suara yang memperlihatkan bahwa perempuan itu berkata dengan sungguh-sungguh.
Hal tersebut langsung menghilangkan keraguan dalam hati Mia.
Segala hal yang tadi dikatakan Loren padanya sudah menghilang dari pikirannya jadi dia dengan semangat menjawab "Terima kasih sudah mempercayaiku Kak Vionita, aku akan memotretnya sekarang dan mengirimkannya pada Kak Vionita."
"Ok," jawab Vionita.
__ADS_1
Mia lalu mengakhiri panggilan telepon itu lalu dengan semangat memotret satu per satu lembar desain milik Loren.
"Bagus,,, setelah acara Fashion week ibukota aku akan langsung diangkat menjadi ketua tim desain. Lalu semua orang yang selama ini merendahkanku, Jangan berharap kalian bisa bekerja dengan tenang setelah aku mendapatkan posisi ketua tim!!!"