Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#260. Berlutut di depan Loren


__ADS_3

"Perempuan memalukan seperti itu tidak patut berada di keluarga Sinaga!! Hanya mencoreng nama baik saja!!!" Ucap Loren mengejutkan semua orang.


Yohana yang mendengar putrinya dihina Tentu saja tidak terima, ia langsung berdiri melototi Loren "Apa yang kau katakan?!!! Beraninya kau mengatakan hal busuk dari mulutmu!! Kaulah yang tidak layak berada di sini!! Sekarang datang membawa seorang sampah untuk menjadi beban keluarga Sinaga?!! Kau pikir kau siapa?!!!" Teriak Yohana pada Loren.


Dia bisa menduga bahwa kedatangan Loren dan Christian hanya untuk mendapatkan harta warisan dari kakek Perry!!


Dan sebagai orang yang sudah setia berada di keluarga Sinaga, dia tidak akan pernah membiarkan mereka berdua mendapatkan sepeserpun warisan dari keluarga Sinaga!!!


Warisan dari keluarga Sinaga hanya milik mereka saja!!!


"Ibuku betul!! Semua yang kau katakan tadi itu omong kosong!! Coba buktikan pada kami kapan kami menelantarkanmu di luar negeri?!!!" Teriak Vionita menantang Loren.


Dia tahu kalau perempuan itu tidak akan memiliki bukti apapun, lagi pula Loren berakhir menjadi gelandangan di luar negeri jadi mana mungkin dia memiliki bukti.


Yang lebih meyakinkan lagi bahwa mereka sudah menyuruh orang-orang untuk menghapus seluruh bukti-bukti yang ada.


"Kau yang memintanya!!!" Loren menggertakan giginya mengeluarkan ponselnya lalu membuka foto-foto yang Christian dapatkan untuknya.


Itu adalah foto-foto Loren ketika dia pergi berlibur ke danau bersama Vionita dan Yohana.

__ADS_1


Loren segera duduk di samping kakek Perry lalu menyerahkan ponselnya pada kakek Ferry, "Kakek,, Mereka bilang aku tidak mau ikut ke danau karena aku merencanakan untuk kabur bersama seorang pria. Tapi ini adalah foto-foto kami ketika berada di danau." Ucap Loren memperlihatkan foto mereka berada di danau yang dikunjungi di luar negeri.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Loren, bahkan Kakek Perry yang melihat foto-foto itu, dia langsung mengangkat wajahnya menatap Yohana dan Vionita yang terlihat memucat.


"Apa-apaan ini!!! Kalian bilang Loren tidak aku ke danau, lalu apa ini?!!!" Kakek Perry memperlihatkan foto Loren, Vionita dan Yohana di danau.


"Itu,, itu,, kakek,," Vionita tak mampu berkata apapun,, dia gemetaran di tempatnya.


Bagaimana bisa Loren mendapatkan foto-foto itu?


Mereka sudah mengatur seluruh CCTV yang merekam perjalanan mereka di danau supaya dihapus selamanya.


Yohana mengepal tangannya, "Ayah,, itu,, itu pasti rekayasa!!! Mana mungkin kami berbohong pada ayah!! Kami tid--"


"Diam!!" Bentak Kakek Perry dengan nafas tersengal.


Selama ini dia menderita karena kehilangan putra, menantu, dan cucunya, tetapi ternyata penderitaannya disebabkan oleh keluarganya sendiri!!!


"Sekarang juga, cepat minta maaf pada Loren!! Berlutut di hadapan Loren dan minta maaf padanya!!!" Ucap kakek Perry membuat Yohana dan Vionita semakin gemetar di tempatnya.

__ADS_1


Mana mungkin mereka mau berlutut pada Loren?!!


Ini sebuah penghinaan!!!


Rama yang melihat istri dan anaknya tampak tak berdaya akhirnya tak bisa untuk tetap diam, "Ayah,, aku rasa ini berlebihan kalau mereka harus berlutut, lagi pula kita adalah kaluarga, kit--"


"Diam!! Jangan membela istri dan anakmu yang sudah keterlaluan!!!" Bentar Kakek Perry akhirnya membuat Rama tak mampu membantah pria tua itu.


Rama menoleh pada istri dan anaknya, "Cepat berlutut supaya masalah ini selesai dengan cepat." Katanya.


"Tapi Ayah,," Vionita meneteskan air matanya karena dia tak mampu menanggung penghinaan sebesar itu.


Bagaimana bisa dia berlutut di depan Loren?!!


"Cepat!!!" Rama kembali membentak dua orang itu hingga mau tidak mau Vionita dan Yohana kini berlutut pada Loren.


"Minta maaf!!!" Suara Rama penuh penekanan membuat Vionita semakin terisak di tempatnya.


Ini penghinaan padanya!!!!

__ADS_1


__ADS_2