Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2. 104. Informasi dari dokter


__ADS_3

Ketika christian berpikir bahwa Loren tidak akan bisa menghabiskan gelas kedua es kelapa muda yang ia buat, pria itu malah terkejut saat istrinya malah memintanya untuk membuat segelas lagi.


Meski Christian begitu takut kalau kesehatan istrinya terganggu karena terlalu banyak minum yang asam-asam, tetapi pria itu tidak bisa menolak wajah memelas istrinya, jadi dia kembali membuatkan satu gelas lagi.


"Terima kasih suami,," ucap Loren begitu senang menerima gelas ketiga es kelapa muda buatan suaminya.


Perempuan itu bahkan sudah lupa tentang hal yang hendak dia tanyakan pada Christian. Loren sibuk menikmati es kelapa muda buatan suaminya.


"Sayangku,, kau baik-baik saja?" Christian bertanya dengan cemas saat gelas ke-3 es kelapa muda telah habis, lalu perempuan itu bersandar dengan lemas ke tubuh Christian.


"Hmm,, aku kekenyangan." Jawab Loren membuat Christian tak bisa berkata-kata tentang istrinya yang terlalu aneh.


Namun begitu, christian tidak mengatakan apapun dan hanya mengelus-elus perut Loren yang membuncit karena kekenyangan.


Loren menikmati elusan tangan suaminya di perutnya, lalu perempuan itu tiba-tiba teringat akan berita yang ia baca di ponselnya, hadi dia langsung menatap suaminya.


"Sayang, apakah kau sudah membaca berita yang keluar pagi tadi?" Tanya Loren.


Christian menggangguk pelan, "ya," jawab pria itu.

__ADS_1


"Lalu apa jawabanmu terhadap pertanyaan orang-orang yang mempertanyakan mu yang membiarkan Abimanyu bebas selama beberapa tahun setelah dia membunuh kedua orang tuamu?" Tanya Loren.


Christian berpikir sesaat lalu berkata, "biarkan saja, mereka tidak penting untuk mendengar alasanku," ucap christian memeluk erat istrinya.


"Oh,," Loren mengangguk, dia tidak berani mempertanyakan hal itu lagi ketika suaminya sudah tidak mau mengatakannya.


Bagaimanapun, dia tahu jelas bahwa pria itu tidak berani menyelidiki kematian orang tuanya, bahkan membongkar CCTV di rumah orang tuanya sebab dia terlalu terlalu trauma karena telah dibohongi Abimanyu.


Seandainya Abimanyu tidak menuduhnya sebagai orang yang telah membunuh 2 orang tuanya, maka pastilah saat itu Christian telah menyuruh sekertaris keluarganya untuk mengawasi seluruh CCTV di rumahnya.


Sayang sekali,, ketakutan pria itu membuatnya mengubur kebenaran selama bertahun-tahun!


Loren tetap berada dalam rasa malasnya, jadi Christian lah yang menatap pelayan itu, "ada apa?" Tanya Christian.


"Di depan ada dokter yang dikirim oleh Tuan Ransi untuk memeriksa nyonya." jawab sang pelayan langsung membuat Loren mengeryit sambil menatap suaminya dengan penuh tanya.


Christian bisa membaca raut wajah istrinya, jadi pria itu berkata, "Jangan khawatir, dokter hanya akan memeriksa mu, apakah kamu masih kuat untuk melanjutkan acara pernikahan kita atau kita perlu menundahnya." Ucap Christian.


"Oh,," jawab Loren dengan singkat lalu membiarkan Christian menggendong nya ke depan dan mendudukkannya di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Sang dokter yang melihat keromantisan kedua orang tuanya hanya bisa terdiam dan bersikap sopan terhadap Christian dan Loren.


"Tolong periksa istriku dengan benar, hari ini dia menghabiskan 3 gelas es kelapa muda yang sangat asam," ucap Christian membuat dokter perempuan yang bersama mereka langsung menganggukan kepalanya.


Dokter itu dengan hati-hati memeriksa Loren sebelum menampakkan senyum di wajah nya dan membereskan peralatannya.


"Bagaimana Dok? Saya masih kuat untuk melanjutkan acara pernikahan kami bukan?" Tanya Loren dengan wajah bersemangat menatap ekspresi dokter yang tampak menyimpan kabar baik dalam hatinya.


"Iya, tapi saya menyarankan supaya tidak terlalu lelah. Dan juga, kalian tidak perlu khawatir saat Nyonya Bhaltazar menginginkan berbagai hal yang aneh-aneh, karena itu adalah hal yang alami bagi perempuan yang mengandung. Hanya perlu menjaga agar--"


"Apa?!!" Sela Loren dengan suara yang menjerit keras karena tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh sang Dokter.


Christian pun tak kalah terkejut, meski pria itu tampak diam saja, namun dalam hatinya dia begitu terkejut mendengar kata 'mengandung' yang diucapkan oleh dokter.


Mengandung!!!!


@interaksi


__ADS_1


Ah,, otor sungguh baper dibilangin manizzz, makasih ya,,,, nih untukmu 🦗🦗🦗


__ADS_2