
Ketika kembali ke tempat duduknya, Megi langsung dikerumuni oleh ketiga temannya.
"Astaga Megi Bagaimana kalau pikiran untuk menjawab seperti itu?"
"Kau membuatku tercengang, aku pikir tadi kau akan mempermalukan tim kita karena sudah mengatakan sesuatu yang konyol. Siapa sangka jawabanmu itu benar?"
"Ayo buka ponselnya biar kita melihatnya bersama-sama! Ponsel seharga 30juta, Aku harap pertanyaan kedua bisa membuatku mendapatkan ponsel ini juga!"
Keempat perempuan itu sangat ribut, sementara Loren, dia hanya terdiam memikirkan ucapan Andreas.
'Aku baru sadar sekarang, apa yang diberikan tuan Christian padaku sangatlah besar. Perusahaan ini,, dan yang paling penting dia memberikan cintanya dengan tulus.' pikir Loren merasa sedih pada dirinya sendiri yang tidak bisa memberikan apapun pada pria itu.
"Hei Loren, ada apa? Kau sakit?" Mentari yang melihat Loren terdiam kini menepuk pundak Loren.
Loren mengangkat wjahanya "Ahh, bukan itu hanya,,"
"Wajahmu memerah? Apa kau sakit?" Tanya Gio.
"Ahh, bukan,, ini,, ini hanya karena aku kepanasan." Ucap Loren terbata-bata.
"Halla,,, orang lain yang mendapatkan ponsel seharga 30 juta, malah dia yang kepanasan!" Mia berkata dengan ketus.
"Iya, pada hal suhu AC di sini sangat dingin." Siren tak kalah ketus.
"Dia itu hanya ingin mencari perhatian karena dia merasa iri padaku sebab aku bisa mendapatkan ponselnya." Ucap Meggy dengan wajahnya yang terlihat menyindir merendahkan Loren.
"Hei,, kalian keterlaluan, Loren ini adalah ketua tim kita kalian harus sopan pada ketua kalian!" Ucap Gio membela Loren.
"Ahh, Apakah seorang sarjana seperti kami harus bersikap sopan pada orang yang tidak bersekolah? Harusnya dialah yang belajar pada kami bukannya kami yang belajar padanya!" Kesal Mia.
"Sudah-sudah,, pertanyaan kedua akan diucapkan. Diam dan dengar!" Kata Mentari sembari memberikan penyemangat pada Loren lalu perempuan itu berfokus ke arah panggung.
__ADS_1
"Pertanyaan kedua, LC didirikan karena alasan yang kuat, yaitu sebuah cinta yang besar dari pendirinya pada wanita yang ia cintai, menurutmu apakah perempuan itu juga mencintai pendiri LC, apa alasannya?"
Pertanyaan yang sangat mudah..! Tentu saja jawabannya iya!
"Saya..!"
"Saya..!"
"Saya..!"
Banyak sekali orang mengangkat tangan dan berlari ke bawah, semua orang kini memnuhi panggung.
Mereka berdiri mengelilingi Andreas dan Elman berlomba-lomba untuk mendapatkan hadiah ponsel senilai 30 juta.
Sementara Loren, Dia adalah satu-satunya orang yang tinggal di tempat duduknya dengan wajah memandang heran ke arah panggung.
'Mengapa pertanyaannya seperti itu?' Loren kebingungan sendiri.
"Saya yang akan emnjawabnya,,"
"Saya tahu jawabnya! Posell itu milikku!!"
"Biar aku yang menjawabnya! Tuan pasti tidak akan kecewa dengan jawaban saya!"
Gio berdiri di kerumunan paling belakang melihat semua orang berusaha untuk mengajukan diri menjawab pertanyaan Andreas.
Pria itu menghela nafas dan teringat akan seseorang.
Ia mengeliling kan pandangannya mencari Loren, bagaimanapun Loren terlihat sangat lemah dan lugu, bagaimana kalau perempuan itu sudah terinjak-injak?
"Diamana dia?" Ucapnya celingak-celinguk memperhatikan kerumunan.
__ADS_1
Namun karena dia tidak melihat Loren, dia melihat ke sekeliling ruangan dan mendapati Loren duduk dengan tenang di tempatnya.
"Loren? Kau di situ?" Tanyanya mengagetkan Loren.
Loren langsung tersenyum kikuk pada pria itu. Sendirian duduk seperti tidak tertarik pada hadiah senilai 30 juta ternyata membuatnya merasa aneh.
Bukan tidak tertarik, tapi dia lebih tercengang dengan pertanyaan yang di atur Andreas... Seperti sudah direncanakan!
Sementara Andreas, pria itu langsung mengatasi masalah dengan cepat.
"Yang akan menjawab sudah ditentukan." Ucap Pria itu langsung mengagetkan semua orang yang sedang mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan.
Siapa?
Siapa yang menjawab?
"Silakan semuanya melihat ke arah tempat duduk." Kata Andreas di ikuti semua orang yang melihat ke arah tempat duduk dan hanya mendapati Loren yang duduk sendirian di sana.
"Loren?" Mentari berseru tak percaya.
Bukan tak percaya kalau Loren yang akan menjawab tetapi tak percaya kalau perempuan itu hanya duduk di sana saat mereka semua berlomba-lomba ke depan untuk menjawab pertanyaan yang bisa memberi mereka ponsel senilai 30 juta!
Karena ditatap semua orang, dalam waktu 1 detik menjadi merah pucat dan dia salah tingkah di tempatnya.
'Astaga,, mengapa semua orang melihatku?' Loren sudah melupakan kebingungannya terhadap pertanyaan yang diajukan Andreas, saat ini dia hanya berusaha berpikir bagaimana cara melarikan diri dari perhatian semua orang-orang itu!
Ini memalukan!!!!
@Interaksi
__ADS_1
Kalau otor di sogok pakek berlian, nanti otor pikir-pikir buat ganti deh.... pikir2 ajah....