Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 41. Gaun rusak


__ADS_3

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu semua orang telah tiba, yaitu hari ulang tahun agensi CB yang selalu dirayakan dengan meriah di setiap tahunnya.


Sebagai agensi terbesar, Agensi CB selalu melakukan tayangan live untuk acara-acara besar mereka, jadi semua orang berusaha tampil semaksimal mungkin agar bisa memperlihatkan kehebatan mereka pada seluruh dunia.


"Marina, ini gaun yang didesain oleh nona Loren, cobalah lihat,, kau pasti sangat terkesima dengan hasilnya." Ucap Hera berlari ke ruang ganti Marina.


Marina yang sedang duduk bermain ponsel setelah dirias, langsung menatap pada Hera dan memperhatikan gaun di tangan Hera.


"Biar ku coba," ucap Marina mengambil gaun dari tangan Hera lalu perempuan itu segera memakainya.


"Wah,, sangat bagus di badanmu. Ternyata Nona Loren sangat pandai mencari mode yang tepat untuk seseorang." Ucap Hera merasa sangat puas melihat pakaian yang dikenakan oleh Marina.


Gaun itu seolah-olah menyatu dengan tubuh Marina dan menjadi pakaian terindah yang pernah dilihat Hera pada tubuh Marina.


Tetapi Marina yang melihat bahwa desain Loren sangat cocok untuknya malah menjadi kesal dalam hatinya.

__ADS_1


'Hm,, aku tidak mengatakan kalau gaun ini bagus, aku hanya terpaksa memakainya karena Chataline mungkin akan kembali menindasku, kalau dia melihat aku tidak menggunakan gaun ini.' ucap Marina dalam hati, ia tidak mau mengakui keterampilan Loren.


"Gaun yang di desain Nona Loren untuk Kak Chataline masih ada di rak lemari, apakah kau ingin melihatnya? Gaun itu terlihat sangat indah." Ucap Hera langsung membuat Marina menyipitkan matanya lalu perempuan itu tersenyum.


"Ayo pergi melihatnya," ucap Marina diangguki oleh Hera lalu Hera menunjukkan jalan pada Marina.


Sebelum mengikuti Hera, Marina terlebih dahulu mengambil sebuah gunting yang diletakkan di atas meja rias lalu mengikuti Hera ke ruangan yang biasa ditempati menaruh pakaian untuk para artis dari agensi CB.


"Itu dia," Hera menunjuk sebuah gaun pada manekin yang diletakkan dalam lemari kaca di tengah-tengah ruangan tersebut.


"Bukan kah sangat indah? Aku yakin kak Chataline akan sangat bersinar memakai gaun ini. Sayang sekali Dia belum di sini untuk menggunakan gaunnya, jadi kita tidak bisa melihatnya." Ucap Hera menghela nafas karena perempuan itu sangat penasaran dengan penampilan Chataline setelah Chataline dan gaun yang di desain Loren menyatu.


"Ya,, aku juga penasaran." Ucap Marina tersenyum menarik kaitan lemari kaca itu lalu membukanya perlahan.


"Apa yang kau lakukan?" Hera menjadi panik saat melihat Marina menyentuh kain gaun tersebut.

__ADS_1


Meskipun sentuhan tidak akan membuatnya rusak, tetapi siapa yang tahu jika ada lecet pada gaun tersebut maka mereka lah yang akan dituduh sebagai pelakunya.


"Hm,, aku akan memberikan sedikit kejutan untuknya." Ucap Marina mengangkat guntingnya membuat Hera melototkan matanya.


"Marina jang,," Hera menelan air liurnya setelah guntingnya dipegang Marina sudah menggunting satu bagian dari gaun tersebut.


"Ma,,, Marina,,," Hera gemetar di tempatnya dengan tangan gemetaran menutup mulutnya, ia melihat Marina yang kini memainkan gunting di tangannya dengan cepat.


Dia ingin menghentikan Marina, tetapi tubuhnya tak dapat ia kontrol karena terlalu takut melihat tingkah perempuan di depannya.


"Bagus!!" Ucap Marina dengan puas setelah dia membuat beberapa sobekan di gaun tersebut lalu dia menutup lemari kacanya dengan rapat.


'Rasain kau Chataline!! Mari kita lihat siapa yang akan bersinar malam ini dan siapa yang tidak memiliki gaun untuk dikenakan pada malam hari ini!!!' Marina merasa sangat puas.


Dia tidak sabar melihat Chataline datang mengecek gaun tersebut dan melihat bahwa gaun itu telah rusak, sedangkan perempuan itu tidak menyiapkan gaun cadangan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2