Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#258. Tamu diluar dugaan


__ADS_3

Setelah dipaksa oleh ibunya, dengan enggan Vionita akhirnya mengganti pakaiannya lalu turun ke lantai bawah bersama ibu dan ayahnya.


Begitu tiba di lantai bawa, mereka melihat kakek peri sudah duduk di sana ditemani oleh perawatnya.


"Kakek,, kakek juga sudah tahu tentang tamu yang akan datang ke rumah kita?" Vionita bertanya sembari duduk di salah satu sofa kosong.


Menatap cucunya, kakek Perry mengangguk dengan enggan sebab beberapa hari ini dia merasa kesal pada Vionita yang sudah mempermalukannya.


Reaksi Kakek Perry tak luput dari perhatian Yohana, jadi perempuan itu segera berkata, "Ayah, mengapa tidak memberitahuku juga? Kau dan cucumu yang nakal itu merahasiakannya dari kami semua!! Padahal jika aku tahu dari awal akulah yang akan memasak khusus untuk tamu kita hari ini!!!"


Kakek Perry menatap Yohana, "Dia mungkin akan tinggal di rumah kita jadi kau punya banyak waktu untuk memasak baginya." Kata Kakek Perry.


Yohana sangat terkejut sekaligus senang, "Benarkah?!! Kalau begitu aku akan mengatur kamar terbaik untuknya!!!" Ucapnya penuh semangat.


Jika putranya kembali membawa seorang menantu yang kaya raya lalu menginap di rumah mereka, Bukankah itu artinya pernikahan mereka akan semakin dekat?


Seorang perempuan lajang menginap di rumah seorang lelaki lajang, apalagi jika perempuan itu berasal dari keluarga bermartabat, tentulah ini menjadi hal baik untuk keluarga Sinaga!!


"Baiklah, terserah padamu saja," ucap kakek Perry membuat Yohana merasa sangat senang.

__ADS_1


Perempuan itu dengan tidak sabar menunggu tamu yang akan tiba di rumah, jadi ketika mereka mendengar deru mesin mobil milik Daniel, maka Yohana dengan cepat berdiri membantu Kakek Perry berjalan keluar untuk menyambut tamu.


"Ayah hati-hati!" Yohana memperingatkan kakek Perry yang tampak tidak sabar untuk melihat tamu yang datang.


Akhirnya mereka tiba juga di luar dan melihat Daniel membuka pintu lalu diikuti seorang pria lain.


"Kenapa ada pria lain?" Yohana berbicara dengan suara pelan nya melihat pria yang memiliki tubuh tinggi dengan pakaian biasa-biasa saja ikut keluar dari mobil.


"Mungkinkah dia pengawalnya?" Vionita berkata dengan acuh tak acuh. .


Tetapi Yohana yang mendengarnya, perempuan itu memancarkan kilatan cahaya di matanya.


Semua orang kini fokus pada Christian yang mengulurkan tangannya ke dalam mobil lalu disambut sebuah taman lentik putih pucat.


'Astaga,, itu adalah tangan yang terawat!! Tangan-tangan orang kalangan atas!!!' Yohana merasa sangat berbangga diri bisa mendapatkan calon menantu yang berasal dari kalangan konglomerat.


Tetapi Vionita yang berada di samping Yohana, perempuan itu mendengus kesal merasa iri pada kulit perempuan yang akan keluar dari mobil.


"Sepertinya dia tidak lebih baik dariku," katanya langsung mendapat sambutan cubitan dari ibunya.

__ADS_1


"Diamlah!!" Bentak Yohana.


Setelah berbicara, akhirnya perempuan yang mereka tunggu-tunggu kini mengulurkan tubuhnya dari mobil lalu tersenyum ke arah mereka.


Merah, kuning, hijau, biru!!!


Warna wajah Yohana dan Vionita langsung berubah drastis saat melihat perempuan yang kini tersenyum menampakan lesung pipinya yang indah.


Sialan!!!


Di mana menantu yang berasal dari keluarga konglomerat?!!


Mengapa perempuan yang ada di depan mereka malah berubah menjadi perempuan bekas gelandangan?!!!


"Cucuku,,," suara kakek peri yang terdengar penuh haru kini melangkahkan kakinya mendekati Loren.


"Kakek hati-hati," ucap Loren lalu kedua orang itu berpelukan dengan hangat.


Kerinduan Kakek Perry pada putranya setengah terobati karena sekarang dia bisa memeluk putri dari putranya.

__ADS_1


Suasana haru menghiasi pelukan sang kakek dan cucunya...


__ADS_2