
Ting!
Pintu lift terbuka memperlihatkan seorang perempuan yang terlihat panik dan terburu-buru.
"Apa yang terjadi?" Tanya Vionita pada Fajar sembari melangkahkan kakinya ke ruangan CEO diikuti Fajar.
"Nona Chataline dan asistennya sedang berada di dalam berbicara dengan Tuan Bian." Jawab Fajar dengan lidah yang terasa pahit sembari mengikuti perempuan di depannya.
Tok tok tok...
Akhirnya pintu terbuka lalu kedua orang itu memasuki ruangan mengejutkan 3 orang yang berada di sana.
Mengapa Vionita ada di situ.
"Oh,," Vionita pura-pura terkejut "Kebetulan sekali setiap kali saya datang kemari Nona Chataline selalu berada di sini." Kata Vionita berjalan kearah Bian lalu duduk di samping pria itu.
"Ya,, kebetulan sekali, sekarang kesalahpahaman yang ada di sini bisa terselesaikan dengan cepat." Ucap Cathaline sembari tersenyum menatap kearah Fajar.
Dia menunggu pria itu mengeluarkan sebuah bukti yang membuat Bian sedari tadi terlalu percaya diri dengannya.
"Apa yang terjadi?" Vionita bertanya dengan raut wajah bingung.
"Tananglah," ucap Bian pada Vionita lalu pria itu menoleh pada Fajar, "Di mana bukti yang ku minta?" Tanyanya.
"Maaf Tuan, bukti yang tuan minta, Saya tidak memilikinya," jawab Fajar.
"Apa?!!" Bian sangat terkejut, Ini pertama kalinya Fajar melakukan kesalahan yang begitu ceroboh dengan menyiapkan sebuah informasi tanpa sebuah bukti pendukung!!
"Ini,,," Fajar menahan nafas menatap Vionita.
__ADS_1
Dia sudah muak mengikuti perintah perempuan itu, jadi karena semua orang sudah berada di sini, lebih baik membongkarnya sekarang supaya kedepannya Vionita tidak bisa lagi menindasnya!!!
"Katakan!!" Bentak Bian yang sudah merasa sangat malu karena Chataline sekarang tersenyum merendahkan ke arahnya.
"Ya Tuan,, saya tidak memiliki bukti mengenai Nona Chataline yang telah mengadu domba Nona Vionita dan mana Loren." Ucap Fajar langsung membuat Vionita menoleh ke arahnya.
Tatapan tajam dari Vionita langsung membuat Fajar berlutut di lantai.
"Sebenarnya beberapa informasi mengenai Nona Loren yang saya berikan pada Tuan Bian adalah informasi yang salah,, semua itu saya lakukan karena diancam oleh Nona Vionit--"
Plak!!!
Sebuah tamparan keras dari Vionita mendarat di pipi Fajar menghentikan pria yang sedang berbicara itu.
"Beraninya kau!!! Kapan aku mengancammu?!!" Teriak Vionita sangat terkejut.
Berani sekali pria rendahan itu menjebaknya!!!
"Sayang ada apa?" Bian dengan cepat memegang tangan Vionita yang baru saja menampar Fajar.
Pria itu sangat takut kalau tangan Vionita terluka karena menampar Fajar.
"Kak Bian!!! Pria ini,, Bagaimana bisa dia menuduhku?!!" Vionita langsung memeluk Bian dan terisak di pelukan pria itu.
"Fajar,,! Katakan yang sejujurnya!" Bian menggertakkan giginya menatap pria yang berlutut di lantai.
Vionita adalah gadis yang polos dan begitu baik hati, mana mungkin bisa mengancam seorang lelaki?
"Maafkan saya Tuan, tetapi saya berkata yang sejujurnya, Nona Vionita benar-benar mengancam saya!!" Ucap Bian.
__ADS_1
Dia sudah mau diperintah oleh Vionita, kalau dia tidak membongkarnya sekarang maka selama-lamanya perempuan itu akan mengendalikannya hingga dia akan terus membohongi Bian.
"Apa katamu?!!" Bian masih berusaha memberi waktu bagi Fajar agar pria itu mengubah ucapannya supaya tidak membuat dia dan Vionita malu di depan Cahtaline.
Tetapi kemudian suara tawa dari Chataline membuat pria itu harus mengepal erat tangannya.
"Ha ha ha... Tuan Bian,, Bukankah sudah kubilang kalau perempuan yang ada di pelukanmu itu sangat licik?" Cibir catalina lalu menoleh pada Fajar,"Atau jangan-jangan kau dan kekasih Tuanmu ini memiliki sebuah hubungan terlarang di belakang?"
"Jaga bicaramu!!" Teriak Bian pada Cahtaline.
"Ah,, tuan CEO, biar saya yang memberikan bukti pada anda mengenai siapa sebenarnya yang berada di balik kasus palgiat itu," Ucap Chataline mengambil ponselnya.
Untung saja kemarin dia sudah menyuruh Zaidan untuk menyelidiki semuanya jadi sekarang dia punya kartu yang bagus untuk menjatuhkan Vionita.
Vionita yang memeluk Bian kini gemetaran diperlukan pria itu, dia tidak bisa melakukan apapun untuk mencegah Cahtaline memperlihatkan bukti tersebut.
"Tolong lihat ini," Ucap Chataline menyerahkan ponselnya pada Bian sembari melemparkan senyum penuh kemenangan pada Vionita.
Bian masih melirik Vionita sesaat dan melihat wajah perempuan itu sangat pucat tetapi dia tetap mengambil ponsel dari Cahtaline lalu melihat layar ponsel itu.
Detik berikutnya wajah Bian langsung berubah pucat dengan tangan pria itu gemetaran memegang ponselnya.
"Vionita, apa ini?!!" Bian menggertak perempuan dipelukannya membuat perempuan itu semakin gemetaran.
"Kak Bian!! Hikss hiksss!!!" Vionita meneteskan air mata karena tidak tahu harus mengatakan apa lagi.
Fajar yang ia ancam sudah mengaku salah, sementara pihak musuh telah menyerahkan bukti kejahatannya.
Wajahnya berubah jadi biru memikirkan Bian yang akan menelantarkannya!!!
__ADS_1