Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#245. Permintaan maaf yang tidak tulus


__ADS_3

"Maaf karena aku datang tidak membawa apa pun." Ucap Loren duduk dengan wajah datar.


Dia sama sekali tidak merasa kasihan pada Vionita, perempuan itu memang pantas mendapatkannya!


Tetapi Vionita, perempuan itu menggelengkan kepalanya dengan dada naik turun "Kau sudah datang kemari saja sudah membuatku sangat senang jadi kau tidak perlu repot-repot membawa apapun. Terima kasih,, aku pikir setelah kejadian ini kau tidak akan pernah mau berbicara denganku,," Vionita terisak dengan air mata terus bercucuran.


Melihat Vionita yang tidak tampak tenang, Bian akhirnya memeluk perempuan itu memberikan ketenangan padanya.


"Jangan begini,, kau harus mengontrol emosi mu,," kata Bian dengan cemas karena dia takut emosi perempuan itu meledak hingga membahayakan bayi dalam kandungannya.


"Sebenarnya aku kemarin di tengah-tengah kesibukan kami di kantor jadi aku tidak punya banyak waktu untuk tinggal di sini." Ucap Loren ketika dia merasa muak melihat sandiwara Vionita.


Sedari dia berada di keluarga Sinaga, perempuan itu memang selalu begitu, memanfaatkan aktingnya untuk menangis didepan semua orang hingga membuat Loren selalu berada di pihak yang salah.

__ADS_1


Untunglah sekarang dia sudah menyadari semuanya dan Christian bahkan memberinya beberapa pemahaman hingga membuatnya tak bisa lagi termakan oleh sandiwara Vionita.


"Iya,, aku tahu kau begitu sibuk sekarang, Aku hanya ingin minta maaf atas kasus plagiat yang sudah kulakukan padamu. Aku benar-benar dibutakan oleh kecemburuanku,,, maaf,,," Vionita berbicara tanpa berhenti terisak.


"Hanya itu yang ingin kau katakan?" Tiba-tiba tanya Loren mengejutkan Bian yang sedang membantu Vionita menenangkan diri.


"Loren,, apa maksudmu?" Tanya Bian. .


Vionita menangis sampai sesak tetapi perempuan itu sama sekali tidak memberikan maaf dan malah menyindir?


Mendengar itu, Vionita langsung menangis dengan keras sembari memeluk Bian dengan erat, "Kak Bian!!!"


"Loren,, kau lihat Vionita seperti ini dan kau masih begitu berkeras kepala?" Tanya Bian tak percaya dengan perubahan yang dialami oleh Loren.

__ADS_1


Apakah perempuan di depannya itu masih memiliki hati?


Melihat Vionita yang terus sandiwara, Loren akhirnya berdiri lalu memandang dua orang yang ada di atas ranjang, "Aku akan menerima permintaan maaf mu saat kau mengakui seluruh kesalahanmu. Mulai dari bagaimana kau mencuri seluruh desain ku dan bagaimana kau memfitnahku di keluarga Sinaga serta membuang ke luar negeri. Aku juga berharap kau mau mengakui semua kesalahanmu itu di depan seluruh keluarga Sinaga dan publik!!" Ucap Loren mengejutkan Bian.


"Vionita,, apa itu benar?" Tanya Bian.


Sejak kejadian di mana Vionita membohonginya dua kali, dia terus mempertimbangkan setiap apa yang dikatakan oleh Loren.


Dia tidak mau lagi kalau sampai Vionita terus membohonginya.


"Kka Bian,, bukankah kau sudah menyelidiki tentang kepergian Loren ke luar negeri? Aku sama sekali tidak terlibat!! Dia sendirilah yang benar-benar ingin meninggalkan keluarga Sinaga demi seorang pria,, mengapa sekarang jadi menyalahkanku??" Vionita terus terisak mengingatkan Bian akan ucapan Loren yang menyebut seorang pria sebagai kekasih.


Benar,, kalau Loren benar-benar dibuang ke luar negeri perempuan itu tidak mungkin berakhir seperti ini.

__ADS_1


Sukses dan berubah banyak...


__ADS_2