Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#151. Rubah licik


__ADS_3

"Wah, kita makan di restoran ini lagi?" Vionita melihat restoran mewah di hadapan mereka.


Restoran itu adalah restoran kelas sosialita yang menjadi tempat pertama kalinya mereka makan sejak pergi ke luar negeri.


Saat itu Bian melamarnya dengan sangat romantis jadi Vionita selalu senang saat Bian mengajaknya ke restoran itu.


"Ya,," jawab Bian merangkul Vionita memasuki restoran.


"Oya, masalah kemarin, apa kau sudah menyelidikinya?" Vionita bertanya dengan hati-hati, sudah sejak kemarin dia terlalu cemas kalau Bian sudah selesai menyelidiki masalah itu.


"Bagaimana kau tahu?" Bian kini menatap Vionita, dia tidak pernah memberitahu perempuan itu bahwa dia akan menyelidiki kejadian yang sebenarnya.


"Itu,, kemarin aku tidak sengaja mendengar mu menelepon. Tapi,, sebenarnya kau tidak perlu melakukannya karena--'"


Drrt.... Drrt..... Drrt....


Perkataan Vionita dihentikan oleh ponsel Bian yang berdering.


"Mungkin ada sesuatu yang penting dari kantor, masuklah dulu," ucap Bian segera keluar dari restoran untuk menerima telepon dari asistennya.


Vionita memandangi kepergian Bian sembari menggigit bibir bawahnya.


'Mungkinkah itu telepon dari asistennya yang melaporkan tentang kejadian yang kualami?' Vionita begitu cemas, dia sudah berencana akan membujuk Bian Untuk menghentikan penyelidikannya.


Tapi dari kemarin dia tidak mendapat alasan yang tepat jadi dia menahan diri agar pria itu tidak semakin curiga.

__ADS_1


"Sebaiknya aku kejar!" Katanya setelah beberapa waktu terdiam lalu dengan langkah terburu-buru dia menyusul Bian.


Karena dia terlalu fokus pada Bian, maka dia tidak melihat seorang perempuan yang juga memasuki restoran.


Buk!


Vionita menyenggol perempuan itu hingga tas milik perempuan itu terjatuh dan isinya berhamburan di lantai.


"Ah,, maaf aku tidak sengaj--" wajah Vionita memucat dan perempuan itu mundur 2 langkah saat melihat perempuan yang ia tabrak ternyata adalah Cahtaline.


"Hai,," ucap Chataline melemparkan sebuah senyum manis pada Vionita.


"Kau!" Vionita menggertakkan giginya, mengapa harus bertemu perempuan itu lagi?!!


"Kenapa? Kau pasti terkejut karena bisa bertemu denganku di sini ya?" Chataline tersenyum, "Kau sudah menabrakku bukan? Mengapa tidak memungut barang-barangku yang terjatuh sebagai permintaan maaf mu?" Ucap Cahtaline sembari mengangkat alisnya.


Tetapi ketika dia melihat Bian sudah kembali dari luar maka dia dengan cepat berjongkok di lantai dan memungut barang-barang itu lalu memasukkannya ke tas milik Cahtaline.


"Apa yang terjadi?!" Bian langsung bertanya saat melihat kejadian di depannya


'Perempuan itu lagi!' Bian merasa kesal karena mereka kembali bertemu dengan perempuan yang sudah membuat wanitanya menangis.


Bian segera menghampiri Vionita lalu membantu Vionita mengumpulkan barang-barang itu.


"Kak Bian," Vionita mengangkat wajahnya menatap Bian.

__ADS_1


"Jangan menagis," kata Bian mengulurkan tangannya menghapus air mata yang membanjiri pipi vionitta lalu merangkul perempuan itu berdiri.


Segera Vionita bersikap sebagai orang yang baru saja direndahkan lalu memeluk Bian dengan erat.


"Kak Bian, kita pergi saja dari sini." Ucap Vionita sambil sesegukan.


Cahtaline dan Zaidan "..."


Dasar aktris!!!


"Baiklah," jawab Bian menyerahkan tas Cahtaline "Sebaiknya ini menjadi pertemuan terakhir kita!" Ancam Bian lalu merangkul Vionita keluar dari restoran.


Chateline tersenyum "Kita akan bertemu lagi Tuan Bian, dan saat itu anda akan tahu sifat asli kekasih anda!!" Ucap Cahtaline sembari melemparkan senyum penuh arti namun diabaikan oleh Bian.


"Astaga,, dasar perempuan itu!! Aku tidak percaya seorang designer memiliki akting yang lebih bagus dari aktris pemegang piala oscar!! Nona Loren pasti kesulitan menghadapinya." Ucap Zaidan yang sudah menemukan beberapa informasi bahwa ternyata Loren dan Vionita dulunya adalah teman SMA yang kemudian kembali bersaing di dunia fashion.


Entah benar atau tidak, tapi ini informasi dari sala satu anggota Tim desain LC.


"Benar sekali!! Tapi bagiku Dia sedang menebar racun untuk dirinya sendiri. Lihat saja nanti, Bian akan semakin kecewa saat mengetahui kebenarannya. Ia akan sangat marah saat tahu kekasihnya selama ini berakting! Selama ini Bian benar-benar sudah tertipu oleh Rubah licik!" Kata Chataline.


"Aku setuju!!" Kata Zaidan bersemangat.


@Interaksi


__ADS_1


Alien dari planet mana ni yang nogol disini,, bahasanya aneh kali,,,🤦 ada yang bisa terjemahin gak?



__ADS_2