
"Ampun,, saya mengaku saya sudah pernah membayangkan Tuan berada di depan saya. Jadi,, jadi,, saya,, saya berjnaji tidak akan melakukannya lagi!!" Teriak Loren dengan panik membuat Christian tersenyum konyol.
Bagaimana mungkin dia tidak senang mengetahui Loren sering membayangkannya seperti tadi. Bahkan tadi Loren mengatakan kalau dia terlihat sangat tampan dalam pakaian yang ia kenakan saat ini.
Hahaha.....!!!!
Padahal perempuan itu tidak tahu saja kalau dia lebih tampan lagi jika pakaiannya di lepas!
"Ayo turun, makanan sudah siap." Kata Christian berbalik meninggalkan Loren.
"Eh? Tuan tidak marah?" Loren mengangkat wajahnya dan menatap ragu-ragu kearah Cristian yang hendak membuka pintu kamar.
"Aku akan marah kalau kau tidak cepat kemari." Ucap Christian membuat Loren melototkan matanya lalu perempuan itu dengan cepat melompat dari tempat tidur menyusul Christian.
Keduanya menuruni tangga ke lantai bawah dan Loren berjalan gugup di samping Christian.
'Kenapa aku merasa aneh?' Loren kini merasa linglung dengan suasana hatinya yang sangat aneh.
Ia menundukkan kepalanya dan memperhatikan pakaian yang ia kenakan.
Pakaian itu bukan pakaian terakhir yang ada di ingatannya!
Dan kemarin malam.... Wajah Loren memerah mengingat kelakuannya di mobil!
Kekasih? Menikah?!! Tempat tidur..!!!
__ADS_1
Segera setelah mengingatnya Loren menghentikan langkahnya hingga tangannya yang digenggam Christian langsung tertarik.
"Ada apa?" Tanya Christian menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Loren yang kini terdiam.
"Tu,, tuan!! Apakah saya akan hamil?!" Tanya Loren dengan wajah pucat pasi.
"Eh?" Christian kebingungan dengan maksud ucapan Loren.
Mengapa perempuan itu akan hamil?
Wajah Loren terlihat pucat "Itu,, saya melihatnya di TV! Sama seperti yang kita lakukan! Lalu,, lalu perempuannya hamil dan melahirkan!" Ucap Loren dengan panik.
Christian pengerutkan keningnya, sedikitpun dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Loren memangnya hal seperti apa yang dimaksud oleh perempuan itu?
"Coba tenang," Christian meletakkan kedua tangannya di bahu Loren "Coba katakan dengan pelan apa yang sudah kita lakukan hingga kau akan hamil?" Tanya Christian.
"Katakan saja, aku akan dengar." Ucap Christian.
"Itu,, kita,, kita berciuman dan berpelukan lalu menjadi kekasih,, lalu saya tertidur di tubuh Tuan. Lalu,, saya tadi bangun dan baju saya sudah berganti! Di TV mereka segera hamil setelah baju mereka berganti ketika bangun dari tidurnya!" Ucap Loren dengan panik.
Sayangnya, kepanikan perempuan itu malah membuat Christian merasa sangat konyol.
Tapi dia tidak tertarik pada seluruh cerita Loren dia hanya tertarik pada kata menjadi kekasih.
"Jadi maksudmu kita sudah menjadi kekasih?" Tanya Christian mengabaikan segala kekhawatiran Loren.
__ADS_1
Kemarin memang membicarakannya, tapi bukankah itu karena dia mabuk?
Loren yang panik menatap Christian dan membuat mulutnya "Bukankah begitu yang di TV? Bagaimana ini?? Saya belum menikah,, saya tidak mau punya anak di luar nikah!!"
Christian tercengang, perempuan itu benar-benar polos!
"Kalau begitu kita akan menikah supaya anaknya tidak lahir di luar nikah." Ucap Christian kini tersenyum lebar.
Dia tidak akan memberitahukan kebenarannya!
Kebohongan ini menguntungkannya!!
"Tu,, tuan mau menikahi saya?" Tanya Loren tak percaya.
"Ya,, sekarang ayo makan dan bahas masalah pernikahannya nanti." Ucap Christian kembali menggenggam tangan Loren dan menuntun perempuan itu ke ruang makan.
Menikah,,, mungkinkah?
"Tapi Tuan,, Tuan saya kan tidak begitu pantas bersama Tuan,, bagaimana bisa saya,,," Loren kelimpungan sendiri.
"Jadi kau tidak mau menikah denganku?" Tanya Christian.
Loren terpaku. Tentu saja mau! Tapi,, dia merasa tidak layak,, seorang gelandnagan yang tiba-tiba menikah dengan bos besar?
@Interaksi
__ADS_1
Hah,, ini ciri-ciri mau minta bonus lagi nih makanya mulutnya koar-koar muji otor di kolom komentar.....