
"Dia malah merayu guru SMA kami yang merupakan seorang lelaki untuk memperbaiki nilainya." Ucap Vionita membuat kedua mata Mia langsung melotot sempurna saking terkejutnya dia dengan cerita Vionita.
Loren yang lugu dan polos itu ternyata....!!!!!
"Jadi,,, maksud Kak Vionita mungkin saja Loren telah merayu seseorang yang berpangkat tinggi di perusahaan kami sehingga dia mendapat posisinya saat ini?" Tanya Mia pada Vionita masih dengan wajah yang menampakkan keterkejutan.
"Tentu saja aku tidak mengatakan seperti itu, aku hanya menduganya saja,," ucap Vionita setengah tertawa.
Tetapi satu kalimat yang keluar dari mulut Vionita sudah cukup untuk membuat Mia berpikir bahwa apa yang dikatakan Vionita adalah sebuah fakta!!
"Hah, Aku tidak percaya ini, kalau begitu Kak Loren benar-benar tidak pantas menjadi ketua tim!!" Ucap Mia sembari menghela nafas dengan kasar karena kemarahannya terhadap apa yang sudah dilakukan oleh Loren.
"Aku rasa tim kalian akan lebih maju kalau kaulah yang menjadi kepala timnya." Ucap Vionita.
"Uh,, benar,, Tapi mana mungkin aku bisa menjadi kepala tim ketika Kak Loren memiliki seorang pendukung yang kuat?" Mia kini menghela nafas, meski dia sudah dikatakan memiliki potensi untuk menjadi kepala tim, tetapi tanpa dukungan dari atasannya maka dia tidak mungkin mendapatkan posisi itu.
"Lalu, Mengapa tidak melakukan beberapa hal untuk mendapatkan posisinya?" Tanya Vionita sambil tersenyum pada Mia.
__ADS_1
"Melakukan sesuatu? Maksudnya bagaimana?" Tanya Mia penasaran.
"Ya,, apapun itu misalnya ketika Loren membuat kesalahan Kau bisa melaporkannya pada atasanmu. Jujur, aku tidak ingin melihatmu terus ditindas oleh orang yang sebenarnya tidak memiliki potensi seperti Loren." Ucap Vionita.
"Ahh benar!! Tapi,, aku rasa Kak Loren tidak pernah melakukan kesalahan selain membeda-bedakan kami. Hal itu tidak akan bisa dipercayai oleh atasan." Ucap Mia.
"Kalau begitu buat dia melakukan kesalahan." Ucap Vionita sambil tersenyum penuh arti.
"Membuat Loren melakukan kesalahan? Tapi bukankah itu cara yang licik?" Mia merasa ragu dengan apa yang dikatakan oleh Vionita.
"Kalau kau menganggap itu cara yang licik maka kau harus menerima ketika tim kalian akan dihancurkan oleh Loren. Tidakkah kau pernah mendengar bahwa lebih baik membohongi anak kecil bahwa permen menyebabkan gigi berulat, daripada nanti anak tersebut menderita sakit gigi yang akan menyiksanya dalam waktu lama?" Ucap Vionita membuat Mia mengangguk-angguk mengerti.
Intinya, ini semua demi kebaikan tim desain dan perusahaan!!
"Iya,, mana mungkin bisa disebut sebagai kelicikan ketika aku melakukannya dengan tujuan yang baik? Aku mengerti,, Terima kasih atas saran Kakak Vionita. Aku akan memikirkan langkah selanjutnya nanti." Jawab Mia membaut Vionita tersenyum senang.
'Tunggulah Loren,, kau akan segera di pecat!!!' ucap Vionita dalam hati.
__ADS_1
"Aku memiliki 1 ide, Bagaimana kalau kau mencobanya?" Tanya Vionita pada Mia.
"Apa itu?" Mia dengan antusias bertanya.
"Bagaimana kalau bla bla bla..." Vionita setengah berbisik mengatakan rencananya pada Mia direspon anggukan Mia dari waktu ke waktu.
"Benar!!! Ini ide bagus!!! Oya,, tapi kalau begini caranya bukankah hubungan Kak Vionita dengan Kak Loren akan berakhir buruk?" Tanya Mia merasa cemas.
"Biarkan saja,, lagipula setelah aku mengetahui bahwa Loren benar-benar tidak berubah dari SMA, untuk apa aku memperbaiki hubungan dengannya? Dia sudah berani menindasmu. Apakah perempuan penindas masih cocok berteman denganku?" Ucap Vionita membaut Mia terharu.
Demi dirinya, demi dirinya Vionita mau memutuskan untuk tidak memperbaiki hubungannya dengan Loren.
Bukan kah artinya...
'Seberharga inikah aku di mata Kak Vionita??' Mia merasa sangat bersemangat, 'Ini pasti karena Kak Vionita sudah melihat potensi dalam diriku!!!' pikirnya.
@Interaksi
__ADS_1
Yang bawah ini nulis apa sih? bikin mata jadi sakit ajah!!!