Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2.108


__ADS_3

Sesuai dengan pembicaraannya dengan Christian, maka pada sore hari ketika Loren selesai beristirahat dan telah selesai mandi, perempuan itu akhirnya diantar Christian ke lantai bawah untuk bertemu dengan wartawan dari pusat berita nasional negara xx.


Loren dan Cristian duduk di sala satu sofa panjang dengan Christian yang merangkul erat istrinya.


Tangan Christian terus berada di perut datar istrinya seolah menjaga bayi mereka yang masih berada dalam kandungan Loren.


Interaksi kedua orang itu tak luput dari perhatian sang wartawan, namun pria itu tak berani bertanya sebelum dia dipersilahkan.


"Sebenarnya suamiku mengundang wartawan kemari bukan untuk mendengar pertanyaan, tetapi karena suamiku ingin kau menyampaikan berita ke publik." Loren memulai pembicaraan.


"Hm,, aku ingin kau menyampaikan berita yang baik saja dan jangan menulis artikel yang bisa memicu komentar buruk!!" Ucap Christian dengan suara yang datar penuh penegasan, agar wartawan di depannya berhati-hati menulis artikel.


"Saya mengerti, lalu berita apa yang ingin Tuan dan Nyonya sampaikan ke publik?" Wartawan bertanya dengan hati-hati.


Begitu mendengar pertanyaan sang wartawan, Loren langsung tersenyum lalu perempuan itu juga mendongak menatap suaminya selama beberapa detik sebelum kembali menatap wartawan.

__ADS_1


"Aku ingin kau menulis artikel tentang kehamilan ku. Selain itu aku juga berharap kau mengajak para pembaca artikel mu atau penonton beritamu agar memberikan doa terbaik mereka untuk bayi kami." Kata Loren langsung mengejutkan sang wartawan.


"Jadi,, Nyonya sedang hamil?" Wartawan bertanya dengan hati-hati, sebab dia masih terlalu takut bila saja suaranya dapat menyinggung dua orang di depannya.


Loren langsung menyambut pertanyaan sang wartawan dengan senyum yang indah di wajahnya, "ya, menurut dokter, usia kehamilanku sudah sebulan." Jawab Loren.


"Selamat atas kehamilan Nyonya, semoga anak di dalam kandungan Nyonya tetap sehat dan boleh lahir di dunia membawa berkat bagi kedua orangtuanya." Kata sang wartawan langsung membuat Loren merasa begitu senang.


Perempuan itu berpikir bahwa jika semakin banyak orang yang mendoakan bayi dalam kandungan nya, maka bayinya pun akan tetap sehat sampai waktu kelahiran tiba.


"Kita sudah memberitahukan kepada wartawan apa yang ingin diberitahukan. Jadi sekarang saatnya untuk istirahat supaya kamu tidak kelelahan dan bayi kita tetap sehat." Ucap Christian yang tidak mau membuat istrinya berlama-lama bersama orang asing.


Wartawan yang mendengar ucapan Christian sangat ingin berkata supaya dia diberi kesempatan untuk bertanya, tetapi mulutnya serasa terkunci dan tenggorokannya tercekat.


Mendapat berita bahagia dari kedua orang itu saja sudah bisa membuat berita perusahaan mereka meledak di pasaran.

__ADS_1


Jadi sang wartawan dengan sadar diri mengingatkan dirinya sendiri agar tidak terlalu serakah.


"Kalau begitu, saya berterima kasih atas informasi dan undangan yang Tuan Christian berikan pada saya. Pokoknya saya akan menulis berita ini dengan sangat baik agar seluruh orang di dunia mendoakan calon bayi kalian." Ucap Wartawan.


"Baik, terima kasih,," kata Loren sembari berdiri, ia hendak menjabat tangan pria di depannya ketika Christian malah menahan tangannya.


"Lupa akan janjimu?" Tanya Christian kembali mengingatkan istrinya membuat Loren tertegun menatap suaminya.


Dasar suami posesif!!!


@Interaksi



ati-ati ya lo... selain kmu melecehkan nama Christian Bhaltazar, kamu juga ngomongnya gak pakek mikir.. emang ada manusia di dunia ini yang gak ngejen?,, atau,, apa kamu gak pup lewat bawah ya? hingga gak ngejen, trus lewat mana dong??? 🤔🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2