Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2.106.


__ADS_3

Akhirnya, setelah 1 jam memilihkan segala sesuatu yang boleh dipakai oleh istrinya, Christian dan Loren kini berdiri di depan cermin.


Gaun selutut berwarna putih yang satu ukuran lebih besar dari yang seharusnya digunakan oleh Loren dipasangkan dengan sepatu putih datar.


"Istriku tampak cantik!!!" Ucap christian tersenyum memeluk loren dari belakang dan mendaratkan sebuah ciuman di wajah istrinya yang tidak dihiasi make up.


"Kau yakin aku menghadiri pesta pernikahan kita dengan tampilan begini?" Tanya Loren yang merasa khawatir bahwa undangan yang datang ke acara pernikahan mereka akan berpakaian lebih mewah daripada sang pengantin.


Sungguh tidak masalah bagi Loren, tetapi bagi suaminya yang adalah orang besar yang disegani banyak orang,, akankah itu baik-baik saja?


Tidakkah orang-orang akan menertawakan mereka?


"Ya,, istriku tampak sangat cantik seperti ini!" Ucap Christian mengecup pipi Loren.


"Baiklah," jawab Loren tersenyum, dia juga merasa senang jika dirinya tidak perlu menggunakan backup atau gaun yang terlalu mewah.


Dia adalah orang yang menyukai kesederhanaan.


"Kalau begitu, kita pergi sekarang," kata Loren langsung diangguki oleh Christian lalu kedua orang itu berjalan bersama meninggalkan kamar.


Tetapi, mereka belum meninggalkan lantai 2 ketika Christian tiba-tiba menghentikan langkahnya karena teringat sesuatu.


"Ada apa?" Tanya Loren merasa bingung.


"Kau belum makan malam," ucap Christian.


Loren mengeryit, "Apa yang kau maksud? Ini belum jam 05.00 sore!" Kata Loren mengingatkan suaminya.


Masih menunjukkan wajah yang cemas, Christian lalu menjawab, "tapi, bagaimana kalau kau kelelahan dan--"


"Tidak akan!! Lagipula aku dan bayi kita belum lapar, aku tidak bisa makan kalau belum lapar." Ucap Loren.


Christian mengangguk pasrah, "baiklah, tapi kalau nanti kau sudah lapar, langsung katakan padaku supaya aku membawakan mu makanan." Ucap Christian.


"Baik!" Jawab Loren.


Keduanya lalu melanjutkan perjalanan mereka ke area pantai berpasir pink yang telah di dekorasi untuk para anak-anak dari panti asuhan.


Anak-anak yang akan memeriahkan hari keempat acara pernikahan mereka datang dengan pakaian serba pink sesuai pengaturan Ransi.

__ADS_1


Begitu tiba, hati Loren menjadi sangat hangat melihat sekumpulan anak-anak yang semuanya menyambutnya dengan wajah yang begitu ceria.


"Halo semuanya,," ucap loren menyapa anak-anak dengan perasaan menggebu.


"Halo!!!" Anak-anak serempak menjawab dengan senyum yang indah terukir di wajah masing-masing dari mereka.


"Anak-anak,, ini adalah Tuan dan Nyonya Bhaltazar yang sedang berbahagia hari ini. Ayo semuanya,, ucapkan selamat pada mereka." Ucap seorang pemandu.


"Selamat untuk pernikahan kalian, semoga selalu bahagia sampai kakek nenek!!" Anak-anak bersorak memberi ucapan selamat.


Loren mengangguk, "terima kasih semuanya, terima kasih sudah datang ke acara kami." Ucap Loren merasa begitu bahagia.


Christian merasa begitu senang melihat Loren yang tampak menyatu dengan anak-anak, "Kalian semua boleh bersenang-senang hari ini,, di bawah kaki kalian juga sudah ada disembunyikan mutiara,, silahkan menggali pasir dan menemukannya!!" Ucap Christian langsung membuat semua anak-anak bersorak sorak sangat senang lalu mereka dengan segera dibagikan sekop kecil dan ember untuk mencari mutiara.


Pantai berpasir pink yang diberi lampu-lampu hias itu langsung menjadi ramai akan tawa anak-anak yang bersenang-senang mencari mutiara.


Sementara di satu sisi yang telah disiapkan berbagai makanan dan tempat untuk beristirahat, Christian dan loren duduk bersama melihat kegembiraan anak-anak.


Mereka duduk bersama beberapa orang tua dari panti asuhan yang sedang berbincang-bincang menunggu anak-anak yang bermain.


"Sayang,, aku harap anak kita akan lahir seperti mereka dan selalu bahagia seperti ini!!" Ucap Loren merasa begitu bahagia.


"Hm,, apa kau senang?" Tanya Christian.


Awalnya dia tidak ingin mengundang anak-anak karena begitu membosankan sebab dia akan sulit berinteraksi dengan mereka.


Tetapi Ransj mengusulkan mengundang anak-anak panti asuhan karena pria itu beralasan bahwa Loren sangat menyukai anak-anak.


Dan terbukti, setelah adalah beberapa menit duduk, Loren tak bisa menahan dirinya hingga perempuan itu berjalan ke arah anak-anak dan mengambil satu sekop kecil untuk membantu mereka mencari mutiara.


"Ha ha ha...!!"


"Aku dapat!!"


"Nyonya!! Lihat ini!!! Mutiaranya warna pink!!"


Loren tersneyjm, "bagus sekali,, kau berhasil!!"


Loren asik bermain bersama anak-anak panti asuhan dengan Christian yang berdiri menatap perempuan itu.

__ADS_1


Meski Christian tampak santai melihat istrinya yang bersama dengan anak-anak panti, tapi pria itu juga sangat waspada, jangan sampai ada anak yang tiba-tiba menyenggol istrinya hingga istrinya terjatuh.


Tetapi setelah beberapa saat terus berdiri mengawasi, Christian terkejut saat seorang anak perempuan berpakaian warna merah muda tiba-tiba menghampirinya dan langsung memegang tangan Christian.


"Tuan,, ayo mencari mutiara bersamaku. Katanya mutiara yang ditemukan harganya sangat mahal, kita bisa menjualnya dan menggunakannya untuk makan bersama!!" Seru gadis kecil itu membuat christian tertegun.


Pria itu tak menyangka bahwa suatu saat tangannya kan di genggam oleh seorang anak kecil perempuan yang mengajaknya untuk menggali pasir!!!


Terlebih,, katanya mutiara itu akan di jual untuk makan bersama????


Melihat christian yang tampak terbengong, anak perempuan kecil itu dengan kesal menarik keras tangan Christian hingga pria itu tertarik sampai ke dekat loren.


"Gunakan ini Tuan!!!" Ucap gadis kecil itu menyerahkan sebuah sekop kecil pada Christian, "begini caranya!!" Seru gadis kecil mempraktekkan cara menggali pasir.


Christian terdiam menatap gadis kecil yang sedang mengajarinya, lalu tiba-tiba dia dikejutkan oleh Loren yang datang menghampirinya.


"Sayang, mengapa diam saja? Ayo lakukan!!" Ucap Loren membuat Christian menatap Loren dengan bingung.


Apa gunanya dia mencari mutiara di pasir?


Lagipula kalau dia menemukan mutiara itu, untuk apa mutiara itu baginya?


Tak berharga!!!


"Ayo!!" Tiba-tiba suara Loren yang begitu bersemangat seperti sihir pagi Christian hingga membuat pria itu akhirnya menggerakkan sekopnya dan menggali pasir pantai.


"Ayo temukan mutiara berwarna pink lalu membuatnya menjadi kalung!!!" Seru Loren merasa bersemangat.


Semangat istrinya akhirnya membuat Christian bersemangat menggali pasir.


Dari sisi lain, Ransi berdiri menatap Tuannya yang sedang menggali pasir seperti anak-anak, 'Astaga,, aku tidak menyangka ideku untuk membuat pesta seperti ini akan menarik perhatian Christian hingga pria itu rela menghabiskan waktu dan tenaga nya menggali pasir demi menemukan sebuah mutiara yang tak berharga baginya.' pikir Ransi.


"Tuan,, ternyata ide konyol Tuan untuk membuat pesta bermain pasir di acara pernikahan Tua Christian adalah ide yang sangat brilian," ucap salah satu bawahan Ransi yang berdiri di samping pria itu.


Ransi mengangguk, "kau benar, padahal aku pikir ide konyol ini akan membuat Tuan menjadi bosan." Ucap Ransi.


"Semua ini berkat Nyonya yang berada di sana. Seandainya tidak ada di Nyonya di acara ini, maka christian pasti tidak akan menghiraukan nya, apalagi sampai membiarkan tangannya kotor akan pasir pantai!!" Ucap bawahan Ransi.


@Interaksi

__ADS_1



mending dikerumunin semut karena manis, dari pada kamu yang dikerumunin setan karena penuh dosa🤭🤭✌️✌️


__ADS_2