Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 38. Mengambil kendali


__ADS_3

Loren merasakan tubuhnya kedinginan, tetapi perempuan yang dalam setengah sadar itu juga merasakan punggungnya begitu lelah, jadi dia meregangkan punggungnya sembari menggeliat-liat agar urat-uratnya yang tegang kembali rileks.


Sesaat kemudian, dia merasakan tubuhnya menjadi hangat, tapi bukan hanya hangat, Loren juga mulai merasakan sebuah beban berat menindihnya.


Rasa hangat yang ia rasakan berasal dari beban berat itu.


"Mmmm!!!" Loren tidak tahan untuk merintih dengan kebimbangan memenuhinya.


Ia ingin melepaskan diri dari beban berat itu, tetapi dia juga menikmati rasa hangat dan rasa menggelitik yang perlahan mulai merayapinya.


"Sayang,, maaf," tiba-tiba sebuah suara yang familir terdengar di telinga Loren, lalu dia merasakan kehangatan yang ada di punggungnya perlahan mulai hilang.


"Ng!!" Masih terus memejamkan matanya, Loren menggerakkan tangannya mencari kenyamanan yang tadi ia rasakan.


Lalu tangannya digenggam, Loren merasakan sebuah tali dimasukkan ke tangannya.


Perempuan itu sangat terkejut lalu ia membuka matanya dan melihat ternyata tali tersebut ialah tali BH yang hendak dipasangkan Christian padanya.


"Apakah aku membangunkanmu?" Tanya Christian yang merasa menyesal karena sudah mengganggu tidur istrinya.

__ADS_1


Loren mengerjapkan matanya sembari menghela nafas lega menyadari pria yang bersamanya adalah suaminya sendiri.


Perempuan itu menurunkan tatapannya dan melihat sebuah gundukan dari balik celana suaminya.


Wajah Loren langsung memerah, tetapi tidak ada niat untuk memindahkan tatapannya hingga tatapannya tersebut tertangkap oleh Christian.


"Sepetinya aku tidak perlu menahannya lagi," ucap Christian kembali menarik BH yang hendak ia pasangkan pada Loren dan membuangnya ke lantai.


Pria itu lalu mengulurkan tangannya membalik Loren, ia menindih perempuan itu.


"Hmm!!!" Loren mendesah puas menyambut ciuman yang diberikan Christian padanya.


Sementara kedua tangan Christian berada di kedua paha Loren sembari menyapu kulit mulus perempuan itu hingga membuat darah Loren semakin berdesir dengan sentuhan-sentuhan lembut dari suaminya.


"Hah,,,, mmm..." Loren yang sedari tadi mengantuk kini langsung merasa segar dan dikuasai oleh gairah yang membara.


Perempuan itu bahkan berusaha menggunakan kakinya menekan Christian, agar tubuh pria itu semakin mendekat padanya tetapi Christian berusaha menahannya.


Pria itu takut kalau tubuh istrinya menjadi remuk karena menahan berat badannya.

__ADS_1


"Ng!!" Loren menarik rambut Cristian menjauh hingga ciuman mereka berhenti, "Turunkan tubuhmu!!" Perintah Loren dengan kesal.


Christian terdiam melihat perempuan yang begitu bersemangat, namun beberapa detik kemudian ia benar-benar membiarkan tubuhnya menindih Loren lalu mereka kembali berciuman.


'Hmmm,,, kenapa aku merasa kalau dada istriku lebih kenyal dari biasanya?' Christian menikmati permainan mereka sembari bertanya-tanya dalam hati merasakan dada Loren yang menempel di di dadanya.


"Masukkan cepat!!!" Tiba-tiba Loren mendorong Christian membuat pria itu tersenyum dan berali menciumi leher Loren.


"Hmmm!! Sayang,, bisakah kau---" Loren menggertakan giginya, merasa tak kuat lagi menahan desiran keinginannya untuk menyatu dengan suaminya.


Tetapi melihat suaminya yang masih mempermainkannya, Loren langsung mendorong pria itu lalu mengganti posisi mereka dengan Loren memegang kendali.


"Uhhhhhhh!!!" Loren mendesah panjang ketika dua tangannya bertumpuh di pinggang Christian dengan tubuh perempuan itu naik turun memacu kenikmatan mereka.


Christian begitu menikmatinya. Ini pertama kalinya Loren mau mengambil kendali, jadi dia merasa menjadi suami yang benar-benar bisa diandalkan, karena bisa memuaskan istrinya.


@Interaksi


__ADS_1


Jadi sebenarnya kamu sebal atau kasihan sama Chataline sih? Kalau sebal pukul dia sampai mampus, tapi kalau kasihan,, silahkan di tolongin, soalnya otor gak ada niat nolong dia sih👀👀


__ADS_2