Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 16. Christian di kantor LC


__ADS_3

Ketika Loren masuk ke ruang rias, didapatinya Marina sedang duduk dengan wajah yang sangat kesal.


"Hah!! Aku tidak percaya ini, demi menjaga perasaan Loren, mereka malah merendahkanku di depan Loren. Padahal aku lah yang paling bersinar di foto-foto itu!!" Kesal Marina sembari menggertakkan giginya.


Loren langsung menghela nafas mendapat singgungan dari Marina.


"Maaf, karena aku, kau jadi marah." Ucap Loren segera duduk di sofa.


Marina kembali berdecak, "Hah,, Sebenarnya aku tidak masalah dengan itu, tetapi seharusnya tadinya kau lebih tahu diri dan mengatakan sesuatu untuk menyangkalnya. Bahkan tadi ada banyak orang yang melihatku di sana!! Sangat mengesalkan!!" Gerutu Marina.


Hera menatap Marina, "Uh, Marina, aku rasa tadinya mereka belum selesai mengatakan sesuatu, tapi kau malah memotongnya hingga membuat keributan. Kalau tidak, mereka juga pasti akan mengatakan kelebihan fotomu dan bukan hanya Nona Loren saja." Ucap Hera harus menenangkan Marina.


Pokoknya, dia tidak boleh membiarkan Marina mendapatkan musuh tambahan, sebaiknya semuanya terus baik-baik saja!


"Aku tahu!! Mereka sengaja melakukannya demi menyanjung Loren agar dia tidak merasa kecewa karena harus disandingkan denganku. Tapi setidaknya mereka jangan terlalu begini dong!! Aku sangat kesal!!!" Gerutu Marina.


"Iya, memang tadi fotonya jauh lebih bagus kamu, tapi mungkin karena aku bukanlah seorang model,,, jadi mereka tidak mau mengomentari fotoku. Lagi pula, tadi aku hanya berdiri saja tidak tahu apakah itu memang bagus atau tidak." Ucap Loren.


Dia tidak mau menyombongkan diri di bidang yang memang tidak dikuasainya.

__ADS_1


Kalau fotonya jelek, ya,, tidak masalah, lagi pula dia memang tidak mengerti dengan dunia permodelan.


"Hah, sudahlah, aku sudah kesal!" Gerutu Marina menggertak.


Hera langsung melihat Loren dan meminta maaf, katanya, "Tolong maafkan Marina, dia itu memang terlalu blak-blakan." Ucap Hera.


"Ah, tidak masalah," jawab Loren.


Akhirnya, setelah menyelesaikan sesi foto terakhir bersama seluruh para model, maka Loren meninggalkan tempat itu.


Ia tersenyum melihat uang yang masuk ke rekeningnya lalu dia segera mengirimkan semua uang itu ke rekening Christian.


Selama ini, dia tidak pernah mengambil gaji dari LC, semuanya langsung ditransfer ke rekening perusahaan Christian. Jadi Loren sama sekali tidak tahu berapa gajinya.


Belum cukup 1 menit Loren selesai mengirim pesannya, telepon dari Christian langsung mengejutkannya.


'Hm, Apakah dia tidak bekerja di kantor?' pikir Loren yang merasa aneh.


Perempuan itu menekan tombol terima lalu berkata, "Halo sayang."

__ADS_1


"Halo sayang, kenapa kau mengirim uangmu ke rekeningku?" Langsung tanya Christian yang merasa tidak suka dengan cara Loren.


"Eh?" Loren bingung, Bukankah seharusnya sudah begitu?


"Aku,, Tentu saja aku harus mengirim seluruh uangku ke rekeningmu. Seluruh kebutuhanku dipenuhi olehmu, jadi kenapa--"


Tut tut tut.....


Loren mengerutkan keningnya saat panggilan telepon itu langsung dimatikan secara sepihak.


"Ada apa dengannya?" Loren kebingungan memandangi layar ponselnya yang menggelap.


Setelah 2 menit, akhirnya mobil Loren kini tiba di kantor LC, jadi perempuan itu langsung naik ke lantai 10 dan terkejut mendapati Elman sudah berdiri di depan lift dengan wajah sangat cemas.


"Astaga, Nyonya, akhirnya Nyonya di sini. Tuan sudah menunggu Nyonya." Ucap Elman membuat Loren kebingungan.


"Tuan? Tuan siapa?" Tanya Loren.


"Siapa lagi, Tuan Christian." Jawab Elman.

__ADS_1


"Eh?!" Loren sangat terkejut karena baru saja dia menelpon dengan pria itu dan tak mungkin hanya dalam beberapa menit saja sudah tiba di kantor LC.


__ADS_2