
"Tuan jangan marah-marah. Saya tidak suka Tuan membuang-buang waktu dan tenaga Tuan untuk hal-hal tidak berguna" kata Loren setelah dia telah lama berdebat dengan Christian tetapi pria itu masih belum bisa memahaminya.
Pria itu terlalu kesal akan ucapan Mentari yang mengatakan kekasihnya sangat cocok dengan seorang bawahannya!!
Christian terdiam mendengarkan ucapan Loren, ia berusaha mengartikan ucapan perempuan itu.
'Apa maksudnya? Dia tidak mau aku kelelahan karena mereka? Orang-orang tidak penting?' Christian mengingat kembali bagaimana Loren tidak pernah memarahi satupun anggota timnya setelah Mereka menolakdan merendahkan Loren secara mentah-mentah.
'Ahh, jadi kekaishku sudah dewasa,' akhirnya Christian tersenyum dan membalas pelukan Loren dengan erat.
"Benar, tidak penting membuang-buang waktu untuk memarahi mereka yang hanya tahu berbicara omong kosong." Ucap Christian tersneyum.
Sang supir dan Ransi yang duduk di kursi depan hampir saja muntah mendengar ucapan pria itu.
Mereka sudah berpikir bahwa Christian pasti akan langsung memecat seluruh tim desain di kantor LC, tapi ternyata,,, astaga!!
Loren benar-benar berhasil mempengaruhi pria itu!!!
"Pergi ke apartemen." Tiba-tiba Christian memberi perintah di tengah perjalanan mereka kembali kemansion.
"Baik Tuan," jawab sang supir lalu memutar balik mobil ke arah apartemen.
"Apartemen siapa?" Tanya Loren memunculkan kepalanya dari balik pelukan Christian untuk melihat wajah kekasihnya.
"Nanti kau tahu." Jawab Christian dengan wajah mengandung makna tersirat.
__ADS_1
Akhirnya Loren tidak mengatakan apapun, perempuan itu hanya terdiam dipelukan Christian hingga mereka tiba di sebuah Apartemen.
Loren mengambil paper bag miliknya dan berjalan bersama Christian ke dalam lift.
Dia tidak mengatakan apapun dan membiarkan Christian terus memegang tangannya hingga mereka tiba di lantai 21.
"Kita sedang apa di sini? Mengapa kita tidak kembali ke rumah?" Loren bertanya sebab ia mencemaskan jaket yang berada di paper bag nya.
Bagaimana kalau nanti pria itu melihatnya dan akhirnya mengetahui bahwa jaket yang diberikan pria itu sudah ia kotori.
"Ini rumahmu." Ucap Christian saat mereka tiba di pintu apartemen.
"Apa?!!" Loren berteriak melototkan matanya pada Christian, rumahnya?!!
Begitu masuk, Loren tercengang dengan desain apartemen itu.
"Warna biru dipadukan putih,, sangat mirip dengan laut yang menenangkan.
"Kau suka?" Tanya Christian menatap Loren yang masih tercengang menggilingkan pandangannya.
Apartemen itu bukanlah apartemen mewah, hanya apartemen dengan standar biasa Karena Christian tidak mau membuat orang-orang berpikir bahwa Loren adalah simpanan seorang pria yang memberikannya apartemen mewah.
Dia mengatur segala sesuatu untuk Loren sangat baik.
"Aku suka!!! Ini sangat bagus," ucapan Loren berkeliling di ruang tamu apartemen itu lalu kembali menghampiri Christian.
__ADS_1
"Tapi,, kalau ini rumah untuk saya, terus Tuan tidak tinggal bersama saya lagi?!" Terlihat wajah Loren dipenuhi raut kesedihan.
Hal itu membuat hati Christian menjadi semakin hangat, ternyata perempuan itu menginginkan mereka tinggal bersama.
"Tentu saja tinggal bersama. Apartemen ini hanya kalau teman-temanmu tiba-tiba menanyakan di mana rumahmu. Tapi malam ini,, kita menginap di sini." Ucap Christian langsung membawa Loren ke gendongannya membuat perempuan itu sangat terkejut.
"Tu,, tuan mau kemana?!!" Tanya Loren dengan panik.
"Ke kamar kita." Jawab Christian.
Loren "..."
Kamar kita!
KITA...!
@Interaksi
Haha.. gak usah sembunyi dibalik kata interaksi, otor tau kok kalau pesona otor sudah melekat di hati kalian,,, tapi sayang,, kalian tidak akan pernah berada di hati otor👻👻
__ADS_1