Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 43. Tempat pelampiasan amarah


__ADS_3

Setelah keringatan berlari dari lapangan parkir menuju lantai 3, akhirnya Zaidan menyerahkan beberapa pakaian pada Chataline.


"Ini pakaian dari Loren?" Tanya Chataline tampak berbinar-binar melihat pakaian-pakaian indah di depannya.


"Iya, cepatlah pilih satu dan berganti baju, acaranya sudah setengah berjalan dan kita belum bergabung dengan mereka!" Ucap Zaidan yang sudah sangat khawatir.


"Oh, baiklah," jawab Chataline dengan santai sembari melihat-lihat gaun itu dan memilih salah satunya untuk dipakai.


Sementara di tempat lain, Marina sedang duduk dengan perasaan yang begitu gembira karena acara sudah dimulai, namun Chataline belum muncul.


'Ternyata rencanaku berhasil, kalau perempuan itu tidak datang, maka tidak ada yang akan mengambil penghargaan malam hari ini, dan terlebih tidak ada perempuan yang terlalu sok di acara penting ini.' pikir Marina


"Marina, Bagaimana kalau orang-orang mengetahui bahwa kitalah yang telah merusak gaun Kak Chataline hingga perempuan itu tidak datang?" Hera benar-benar cemas.

__ADS_1


"Tidak penting." Ucap Marina sembari melirik ke sebuah meja yang terletak di belakang, di mana Loren sedang duduk bersama beberapa orang.


'Hm,, Loren,, kenapa dia ada di sini?' Marina mengeryitkan keningnya menyadari bahwa perempuan itu sama sekali tidak memiliki hak untuk berada di ulang tahun agensi mereka.


"Kau lihat siapa?" Tanya Hera yang begitu cemas Jika saja Marina kembali melakukan sesuatu yang konyol yang bisa menjatuhkan mereka.


"Itu, desainer itu, mengapa dia ada di sini juga?" Tanya Marina.


Hera mengikuti arah pandangan Marina dan melihat Loren yang sedang terfokus pada pembawa acara yang berbicara.


"Apa?!!" Marina sangat terkejut, "Bagaimana bisa perempuan itu menempati posisi model terbaik?" Marina tidak tahu apapun, karena dia tahu,,, dan semua orang juga tahu bahwa satu-satunya orang yang selalu mendapat gelar model terbaik di agensi mereka adalah Chataline.


Jadi dia begitu malas untuk memeriksa voting. Sangat membuang-buang waktu ketika sudah mengetahui siapa yang akan naik mendapatkan piala penghargaan.

__ADS_1


"Iya, terakhir kali aku melihat namanya sudah berada di posisi ketiga, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa namanya kembali naik ke posisi kedua, bersanding dengan Chataline. Yang lebih parahnya lagi, selisih voting mereka hanya 200 saja." Ucap Hera.


"Astaga,," Marina menutup mulutnya dengan rasa tak percayanya Jika Loren ternyata memiliki begitu banyak fans yang mendukungnya.


"Ya, aku rasa model terbaik tahun ini akan berpindah tangan. Semoga saja Kak Chataline tidak akan marah saat apa yang kukatakan benar-benar terjadi." Ucap Hera yang cemas.


Dia selalu membenci keributan, jadi dia berharap suasana di sekitarnya tetap tenang-tenang saja.


Tetapi Marina yang mendengar penjelasan Hera, perempuan itu tersenyum, "tapi justru bagus kalau Loren lah yang mendapat gelar model terbaik. Aku tidak sabar melihat dia dan Chataline berselisih paham dan Cahtaline melakukan sesuatu yang buruk karena amarahnya." Ucap Marina.


Mendengar itu, Hera hanya bisa tercengang, 'tidak cukup Marina dibuat tak bisa berbicara selama berhari-hari oleh Chataline, sekarang dia malah menginginkan Chataline berada dalam suasana hati yang buruk.' ucap Hera dalam hati yang tak habis pikir dengan pikiran Marina.


Sudah terkenal di agensi mereka, jika Chataline berada dalam suasana hati yang buruk, biasanya perempuan itu mencari tempat untuk melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


Dan karena Marina sempat berselisih paham dengan Chataline, maka bisa jadi merekalah yang akan menjadi sasaran Chataline!!!


'Ya Dewa, semoga saja apa yang ku pikirkan benar-benar tidak terjadi." Ucap Hera dalam hati.


__ADS_2