
Yohana yang duduk di tempatnya merasa sangat kesal pada Loren, "Loren,, itu hanyalah makam untuk orang yang sudah meninggal, untuk apa dipusingkan?!! Orang yang meninggal tidak akan bisa lagi mengetahui di mana mereka dikuburkan!! Jadi tidak perlu memusingkan--"
"Diam kau!!!" Rama membentak istrinya.
Loren yang mendengar ucapan Yohana tak bisa lagi menahan diri, "Ya,, kalian benar, orang tuaku sudah meninggal, mereka tidak akan mengetahui lagi di mana mereka dimakamkan. Tapi sebagai orang yang masih hidup, tidakkah kalian terlalu kejam pada ayah dan ibuku?
"Selama hidup mereka, mereka mendedikasikan hidupnya untuk keluarga ini, lalu ketika dia meninggal kalian menghianatinya sampai seperti ini?!! Bahkan makam itu mereka siapkan dengan uang mereka sendiri, lalu kalian merampasnya begitu saja?!!!
"Kalian benar-benar orang yang tidak tahu terima kasih!!" Kata Loren sembari menggertakan giginya lalu ia melihat Christian, "Kita pulang saja, jika orang-orang di sini tidak bisa menghargai ayah dan ibuku maka mereka juga tidak patut kuhargai." Katanya.
"Baiklah," ucap Christian berdiri menggenggam tangan Loren.
Daniel yang melihat dua orang itu hendak pergi langsung berdiri menghalangi mereka, "Loren,, tidak,, kumohon, jangan pergi dulu, kita bicarakan masalah ini baik-baik." Katanya memohon.
Kakek Perry merasa sesak, "Loren duduklah, kakek berjanji akan memindahkan makam orang tuamu ke tempat yang lebih layak. Tetapi sebagai satu keluarga yang masih hidup bukankah kita semua harusnya saling memaafkan?
__ADS_1
"Ini bukan salah tantemu saja tetapi salah kami semua di sini yang terlambat mengetahuinya. Jadi bisakah kau memaafkan kami semua?" Tanya Kakek Perry melihat Loren dari balik kaca matanya.
Loren berdiri menatap semua orang, "Pertama tante Yohana sama sekali tidak menyesali perbuatannya terbukti dengan apa yang baru saja ia katakan. Kedua kalian semua mengetahui masalah ini, tapi kalian malah membiarkan ayah dan ibuku terus berada di pemakaman umum setelah bertahun-tahun dipindahkan ke sana.
"Padahal semua orang di sini tahu bagaimana ayah dan ibuku menginginkan pemakaman mereka berada di tempat yang layak. Jika seandainya aku benar-benar meninggal di luar negeri setelah diterlantarkan oleh kalian, maka kalian tidak akan pernah mengungkit masalah ini dan akan terus membiarkan ayah dan ibuku berada di tempat itu!! Aku sangat kecewa pada kalian semua, terutama pada kakek." Ucap Loren lalu dia menarik Christian keluar dari rumah itu.
Dia pikir setidaknya hanya Yohana dan Vionita yang terlibat masalah ini, tapi ternyata, seluruh keluarga Sinaga mengetahui hal ini dan mereka sama sekali tidak berusaha memperbaikinya.
Dia sangat kecewa!!!
Daniel berdiri dengan bingung, dari mana datangnya mobil itu?
Tadinya dialah yang menjemput Loren dan Christian...
Tapi itu tidak penting, ia menatap Christian lalu ebkata, "Ini adalah masalah keluarga kami yang sangat penting. Tolong jangan menghalangi," ucap Daniel.
__ADS_1
"Masalah Loren adalah masalahku juga, kalian para keluarganya tidak bisa memperlakukannya dengan baik, jadi biar aku yang akan menjaganya!" Ucap Christian lalu pria itu berjalan ke pintu kemudi.
Daniel tidak menghiraukan Christian, Ia hanya mendekati jendela mobil dan mengetuk-ngetuknya, "Loren, kumohon dengar dulu,, biarkan aku menjelaskan semuanya." Ucap Daniel.
Saat itu, Rama juga keluar dari mobil lalu dia menghampiri putranya.
"Loren,, cepat keluar!! Kakek tiba-tiba jatuh sakit dan dia memanggil-manggil namamu!!" Ucap Rama membuat Loren langsung melihat ke arah Christian yang sudah duduk di kursi kemudi.
"Apapun keputusanmu, aku akan mendukungmu," kata Christian saat ia melihat wajah Loren mencemaskan kakeknya.
Loren terdiam, mungkin saja ini hanya sandiwara.
@Info
Mampir ya di novel otor,, tapi jangan datang dengan tangan kosong,, bawa bingkisan atau apalah gitu,, Belian juga boleh kok....
__ADS_1