Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#58. Bunga yang diterlantarkan oleh pemiliknya


__ADS_3

Loren berlari ke arah ruangan yang kosong dan berdiri di sana sembari memegangi dada kirinya.


Dia pernah melihat adegan seperti itu di televisi, adegan seperti itu adalah adegan sepasang kekasih yang saling mencintai.


'Kenapa dia membawa bunga dan berlutut di hadapanku? Mengapa juga dia mengatakan kalau bunga indah itu diberikan pada perempuan baik? Apakah dia berbicara denganku?' semakin memikirkannya semakin jantung Loren berdetak sangat keras seolah akan melompat ke atas langit dan meletus seperti kembang api!


"Sekarang aku harus bagaimana?" Kening Loren dipenuhi keringat sembari dia bolak-balik melangkah.


"Jantungku tidak bisa tenang, ini pasti karena pria itu terllau menakutkan! Dia berubah dalam semalam dan sekarang melakukan adegan sepasang kekasih yang biasa aku lihat di film. Ini menakutkan!" Loren tidak tahu harus berbuat apa sampai pintu terbuka dan Ransi memasuki ruangan itu mengagetkannya.


"Nona Loren, Kenapa kau ada disini?" Tanya Ransi.


Dia pergi ke ruangan itu untuk memperbaiki hatinya yang sudah retak karena Christian, tapi sekarang ia malah menemukan seorang perempuan yang ia sukai berada di sana.


"Itu,, Apakah Tuan Christian baru-baru mengalami kecelakaan dan otaknya sedikit geser? Kenapa dia melakukan hal itu padaku?" Tanya Loren yang masih tidak bisa menenangkan jantungnya yang terus berdetak.


Ransi terbengong mendengar ucapan Loren.


"Jangan-jangan kau meninggalkan Tuan Christian dari sana?" Tanya Ransi seolah tak percaya bahwa Loren berani mengacuhkan pria itu.

__ADS_1


Christian sudah menyiapkannya dengan sangat baik, dia bahkan memilih dekorasinya sendiri dan memperhatikan penyusunan buket bunga yang akan diberikan pada Loren.


Jika pada akhirnya Loren malah meninggalkannya sendirian, Bukankah akan terjadi malapetaka?


"Itu,," Loren tidak tahu harus berkata apa, tadinya dia hanya panik dan meninggalkan Christian tapi sekarang dia merasa bersalah pada Christian.


"Kau harus kembali ke sana! Tuan Christian menyiapkan semuanya sendirian dia bahkan meluangkan waktunya untuk merangkai bunga yang akan diberikan padamu. Kalau kau meninggalkannya seperti itu Bukankah hatinya akan sangat terluka?" Kata Ransi yang bisa membayangkan perasaan Christian.


Meski dia menyukai Loren, tetapi dia lebih kasihan pada Christian.


Ini pertama kalinya pria itu membuka hati pada seorang perempuan, padahal sedari dulu banyak perempuan yang mengantri dan berusaha mendapatkan hati Christian.


"Kau yakin dia menyiapkan semuanya itu untukku?" Tanya Loren yang tidak bisa mempercayai ucapan Ransi.


"Itu benar, dia bahkan secara khusus bertanya pada pakar percintaan bagaimana caranya meluluhkan hati seorang perempuan." Jawab Ransi membuat Loren tidak bisa berkata apapun lagi.


'Bertanya pada pakar percintaan?'


Jantungnya semakin berpacu keras dan dia merasakan keringat dingin memenuhi dahi punggung dan telapak tangannya.

__ADS_1


'Secara khusus mempersiapkan nya untuk dirinya? Christian melakukannya?' Loren terpaku di tempatnya ia berkutat dengan pikirannya sendiri Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menemui Christian.


'Sebaiknya kutemui dia dan menanyakan semuanya supaya lebih jelas.' ucap Loren dalam hati sembari berlari meninggalkan Ransi lalu perempuan itu kembali ke tempat semula.


Namun begitu tiba di sana ia mendapati tempat itu telah kosong. Lilin-lilin dan lampu yang telah dinyalakan kini meredup dan hanya tersisa lilin kecil yang diletakkan di atas meja.


Buket bunga yang tadi dipegang Christian juga berada diatas meja seperti bunga yang diterlantarkan oleh pemiliknya.


Seketika Loren merasakan hatinya begitu kosong dan perasaan sedih menyelimutinya.


@Interaksi



Otor emang gak polos lagi setelah berbaur dengan kalian 😭 Tapi siapa nih yang bakal tanggung jawab??


...


...

__ADS_1


__ADS_2