Gangster Boy

Gangster Boy
Season 2 : Pria Tak Diundang


__ADS_3

Hari beranjak siang saat Kosuke dan Minami kembali ke apartemen Ken. Mereka berjalan sambil bergandeng tangan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai 7, tempat tuan dan puannya berada. Mereka masih punya waktu dua jam sebelum jadwal terbang ke Rusia siang nanti.


Ting


Pintu besi itu terbuka menampilkan koridor pendek dengan desain minimalis namun tetap terlihat mewah. Tempat ini benar-benar menjaga privasi penghuninya, dimana tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam. Mereka yang akan berkunjung ke salah satu ruangan di gedung ini harus melapor pada resepsionis yang ada di lantai paling bawah. Selanjutnya, mereka akan diberikan id card khusus pengunjung.


Kosuke menekan kombinasi angka sebagai password masuk apartemen Ken. Di sampingnya, Minami tampak menarik nafasnya dalam-dalam. Bersiap akan kemungkinan terburuk yang terjadi akibat perselisihan Ken-Aira sebelumnya. Mereka berdua pergi pagi ini dan belum mendapat perintah apapun baik dari Ken ataupun Aira.


Krekk


Kosuke dan Minami masuk ke dalam ruangan yang terasa sunyi, seolah tidak ada kehidupan sama sekali. Keduanya saling pandang satu sama lain, bertanya-tanya apa yang terjadi pada kedua atasan mereka?


Minami segera memeriksa keadaan ruangan ini, tapi semuanya tampak baik-baik saja. Tidak ada kekacauan atau apapun itu. Kosuke segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada Ken bahwa ia sudah sampai di apartemen.


Ceklekk


Tak lama kemudian Ken keluar dari kamar utama di rumah ini sambil membawa dua buah koper di tangannya.


"Kalian sudah selesai?" tanyanya setelah sampai di hadapan kedua asisten pribadinya.


"Sudah." jawab Kosuke, Minami mengangguk mengiyakan.


"Ken, pakai syalmu." ucap Aira sedikit lantang sambil berlari dari dalam kamar dan langsung mengalungkan kain panjang itu di leher suaminya.


"Terima kasih."


Cup


Ken mencium pipi istrinya sekilas, membuat wajah bulat itu memerah seutuhnya. Ia kembali ke dalam kamar setelah menyunggingkan senyum manisnya pada Minami.


'Nona tersenyum? Bukankah sebelumnya ia sangat marah? Apa yang tuan muda lakukan sampai membuat Nona begitu bahagia?' batin Kosuke dipenuhi berbagai pertanyaan. Ia heran melihat perubahan sikap Aira yang berbanding terbalik dari sebelumnya, 'Mungkinkah Nona Aira memiliki kepribadian ganda?'


"Kosuke.." panggil Ken karena asistennya itu masih menatap ke arah kepergian Aira.


Kosuke menggelengkan kepalanya. Logikanya bertentangan dengan fakta yang terlihat jelas di matanya. Prasangkanya tak berdasar sama sekali. Tidak mungkin Aira memiliki dua kepribadian, ia tidak percaya ada hal-hal semacam itu di dunia ini.


"Ekhhmm..." kode keras dari Ken berhasil mengembalikan kesadaran pria dengan jas abu-abu itu. Ia segera menunduk meminta maaf karena telah lalai.

__ADS_1


"Apa yang kamu lihat?" selidik Ken tegas.


"Maaf." ucap Kosuke merasa bersalah. Ia menunduk dalam, tidak berani menatap tuannya.


"Istriku tidak mempunyai kepribadian ganda. Jangan pernah berpikir yang tidak-tidak tentangnya." ucap Ken setengah berbisik saat melewati Kosuke yang masih menunduk. Sontak hal itu membuat Kosuke membulatkan matanya. 'Apa Ken bisa membaca pikirannya?'


"Aku bukan cenayang yang bisa membaca pikiranmu, hanya saja matamu mengatakannya dengan sangat jelas." ucap Ken semakin jauh menuju pintu keluar rumahnya.


Ia tersenyum melihat Kosuke yang salah tingkah. Selama mereka bersama, Kosuke selalu tampak profesional. Fokusnya tidak akan terganggu bahkan meskipun nyawanya terancam sekalipun.


Kedua pasang suami istri itu pergi menuju bandara dengan mobil hitam andalan Ken. Suasana terasa sedikit canggung karena Kosuke tidak berani bertanya apapun pada Ken. Ia cukup tahu diri atas kesalahan yang ia lakukan sebelumnya.


"Kaori sudah sampai di bandara." ucap Aira memecah keheningan setelah melihat pesan yang dokter cantik itu kirimkan padanya secara pribadi.


"Tuan Yoshiro dan nona Yu masih dalam perjalanan. Mereka juga hampir sampai." jawab Minami sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Ah, Mi-chan ada yang ingin aku tanyakan padamu."


"Ada apa Nona? Silahkan katakan. Saya akan menjawabnya sesuai apa yang saya ketahui." jawabnya sopan.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Aira seolah ia belum mengerti tujuan mereka.


Minami tersenyum melihat gurat keheranan yang terlukis di wajah suaminya yang masih fokus mengemudi.


"Moskwa." jawab Minami sambil menatap Aira. Senyum simpul tak pernah luntur dari wajahnya jika sedang berbincang santai dengan nona-nya seperti sekarang.


"Moskwa atau Moskow?" tanya Aira kemudian.


"Moskow adalah salah satu dari sedikit contoh kata yang terlestarikan dengan baik dalam bahasa lain. Dahulu, kota itu disebut Moskov. Itulah nama yang diperkenalkan kepada orang-orang asing, yang kemudian menuliskannya dengan cermat: Moskow. Saat itu, huruf W dilafalkan seperti V." ujar Minami menjelaskan.


"Dalam beberapa bahasa Eropa lain, nama kota itu pun tak jauh berbeda. Orang Prancis, misalnya, menyebut ibu kota Rusia ‘Moscou’, orang Belanda ‘Moskou’, orang Spanyol menyebutnya Moscú. Lidah orang Italia mengatakannya Moska, sedangkan orang Jerman ‘Moskau’. Namun dalam bahasa Rusia, nama kota itu sama sekali berbeda. Mereka menyebutnya Moskva (Москва). 


Baik ‘Moscow’, ‘Moskau’, ‘Moscou’, maupun versi Eropa lainnya tak berbeda jauh dengan nama asli kota itu, Moskov. Ejaan kata itu hanya disesuaikan dengan bahasa masing-masing. Ini bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan karena setiap bahasa memiliki aturan ejaannya sendiri. Sementara di Rusia, menggunakan kata ‘Moskva’. Meski begitu, semua orang tahu persis apa yang dimaksud orang asing ketika mereka mengatakan Moskow.


Meski diserap dari bahasa Inggris, kata ‘Moskow’ bisa dibilang sebagai kata yang paling mirip dengan nama aslinya. Sementara itu, Wikipedia dan beberapa media lokal lebih memilih ‘Moskwa’ yang diserap dari bahasa Rusia." jelas Minami panjang lebar membuat Aira merasa puas. Lagi-lagi bakat Minami sebagai seorang news anchor terlihat. Terlalu disayangkan jika ia hanya menjadi asisten pribadinya saja.


*news anchor : pembawa berita.

__ADS_1


Kosuke melirik kaca spion di depannya, menilik ekspresi nona-nya yang tampak begitu antusias.


"Kita sudah sampai." ucapnya setelah kembali fokus pada jalanan di depannya.


Mobil hitam yang Kosuke kendarai memasuki pintu gerbang menuju bandara. Seorang pria dengan seragam hitam tampak berdiri di depan pintu masuk. Dia menunduk dalam saat Ken dan Aira keluar dari kursi penumpang.


"RARA...." panggil Yu seraya berlari menghampiri sahabatnya saat di akademi beberapa bulan yang lalu. Keduanya berpelukan dengan erat seolah begitu lama tidak bertemu. Padahal keduanya masih berkirim pesan hampir setiap hari.


"Ayo." ajaknya pada Aira untuk segera masuk ke dalam bandara yang terasa lebih hangat. Di musim dingin seperti sekarang, air conditioner dimatikan berganti dengan mesin penghangat ruangan.


Yu dan Aira berjalan cepat menuju tempat Kaori berada. Keduanya berbincang dengan riang, tampak seperti anak kecil yang bersiap menuju penjual jajanan untuk membeli gulali. Kebahagiaan yang membuatnya lupa bahwa mereka bukan lagi anak-anak.


"Maaf membuatmu menunggu lama, Kaori-chan." ucap Aira begitu sampai di depan dokter cantik yang sempat berbeda kubu dengannya dulu. Ia berdiri dari duduknya, membuatnya berdiri sejajar denga Yoshiro yang sebelumnya datang dengan Yu.


"Tidak masalah." jawabnya sambil tersenyum. Ia menatap Ken, Kosuke dan Minami yang datang di belakang wanita hamil ini.


"Semuanya sudah disini. Ayo berangkat!!" ucap Yu antusias.


"Apa kalian melupakanku?" tanya seseorang membuat tujuh orang itu menoleh ke arah datangnya suara.


Netra Kaori membulat melihat sosok yang tengah menenteng tas kecil di tangannya. Hal yang sama juga terjadi pada Ken, Aira, Kosuke, Minami dan Yu. Mereka terkejut melihat kedatangan pria tak diundang ini.


"Aku yang mengajaknya." ucap Yoshiro tanpa ekspresi.


"APAA?"


*******


Siapa tuh yang dateng?


Segitu aja dulu yaa gaesss. Jam udah ada di angka 12.42 malem dan author belum tidur sama sekali, padahal besok kerjaan udah melambai-lambai. Edit besok pagi aja lah 😅



Btw, HBD to me 🎉🎉


Author dikasih kejutan sama Yamaken, terharu rasanya 😢😂😂

__ADS_1


Gomen kalo ceritanya hambar, author agak kurang fokus. Niatnya mau up semalem tapi ketiduran. See you soon...


Hanazawa Easzy


__ADS_2